
.
.
.
Jirou terjatuh ke tanah, melihat peluang yang terbuka membuat Zunho langsung menyerang Jirou.
“Hah bisa terbaca, TENTAKEL BAYANGAN” bayangan hitam melesat melewati Jirou.
Zunho menghindari setiap tentakel dengan santai, dirasa Zunho semakin mendekat Jirou mengeluarkan Tangan Bayangan miliknya.
“TANGAN BAYANGAN !!” dua tangan bewarna hitam menangkup melindungi area Jirou.
Zunho mengeluarkan kemampuan Hempasan Ekor Naganya agar Tangan Bayangan Jirou hancur.
“HEMPASAN EKOR NAGA.” sebuah ekor bewarna hijau keluar dari tubuh Zunho langsung menargetkan Tangan Bayangan Jirou.
BUMMMMMMM\~TRINGGG
Ledakan ditambah retaknya Tangan Bayangan Jirou membuat Zunho memiliki harapan agar bisa menyarangkan Tinju Tornado miliknya di dada Jirou.
Saat debu menghilang terlihat Jirou sudah tidak berada di area itu lagi, lantas Zunho mengeluarkan Sayap Angin miliknya agar tidak menghantam tanah.
“Wah wah sayap yang indah, TINJU BAYANGAN TENGKORAK NAGA !!” Jirou yang ada di belakang Zunho segera memberikan tinjunya pada Zunho.
Membuat Zunho tersungkur deras ke tanah sampai sayap angin miliknya mulai sobek dan menghilang, Jirou kembali datang ke hadapan Zunho dengan kemampuan lainya.
__ADS_1
“Tidak ada waktu bersantai teman, CONDOR KEMATIAN.” Jirou mengarahkan kedua telapak tanganya ke arah Zunho.
Saat itulah siluet condor hitam pekat dengan nyala api hitam di matanya keluar, langsung menyentuh Zunho tanpa aba aba.
BUMMMMM…KRAKKKK
Ledakan dan patah tulang dialami Zunho secara bersamaan saat condor mengenai dirinya, Jirou meletakan kakinya di dada Zunho sambil menaikan tangan kananya ke langit.
Tak lama kemudian keluarlah aura hitam pekat yang terlihat sangat mengerikan, setiap orang yang melihat aura tersebut akan merasakan ketakutan yang luar biasa.
“Habislah dengan tenang teman ku, LUBANG HITAM tingkat I !!”
BUMMMMMM
Jirou memberikan telapak tanganya yang sudah terbungkus kepada Zunho sampai sebuah ledakan menghentikan Jirou dari tindakanya, saat debu hilang awalnya Jirou merasa ia berhasil menghabisi Zunho namun saat ia melihat lebih jelas lagi, Zunho sudah tidak berada di tempat nya.
“Selamat tinggal teman, BOLA ANGIN ABADI !!” Zunho yang ada di belakang Jirou langsung meletakan sebuah bola hijau sedang ke punggung Jirou.
ARGGGGGGHHH…BUMMMMM…WUSHHHH
Itulah kata kata terakhir yang dikeluarkan Jirou sebelum ia terlempar beberapa meter dengan luba besar tepat di dadanya, tepat di arah 11 Jirou tergeletak dengan lubang besar di tubuhnya, ia pun menutup matanya sambil mengukir senyum di wajahnya.
“Senang bertemu dengan mu, Zunho, aku akan menunggu mu di alam peristirahatan agar kita bisa bermain seperti dulu lagi, aku sangat bahagia memiliki mu sebagai seorang sahabat sejati.” Jirou menutup kedua matanya.
TRAKKKKK
“M-meridian ku sebagian telah hancur karena kemampuan ini !!” tulang Zunho patah sebagian.
__ADS_1
Energi kehidupan yang mengalir tak terkendali membuat sebagian tulang Zunho dan meridian di tubuhnya berantakan, energi kehidupan harus dialirkan tak terkendali agar kemampuan bola bisa semakin mematikan, ini merupakan resiko yang di dapat Zunho ketika ia menggunakan Bola Angin Abadi.
Istana Tong
“Lemah begitu saja kau sudah mati di tangan dia, aku tidak perlu penerus lemah seperti mu !!” gerutu Dewa He Jui dalam hatinya.
Dewa He Jui pun menghilang dari hadapan Dewa Kehidupan yang saat ini tengah bersiap menyerang Dewa He Jui secara bersamaan.
“Zunho telah kembali namun aku merasa ada energi yang tak wajar mengalir di meridian Zunho.” ucap Dewa Bea Son kepada semua orang yang ada di situ.
“Energi besar ini sepertinya sangat berbahaya.” Jelas Dewi La Yein.
“Apa yang sebenarnya terjadi pada anak itu !” Dewa Win He mulai memikirkan kondisi Zunho.
Benua Barat
“Kau hebat sekali teman, kau berhasil mengalahkan Jirou.” Mabao memberi pujian kepada Zunho sambil melihat penampilan baru anak tersebut.
Seketika langit mulai bergemuruh sampai seorang pria tua keluar dan mendarat di tanah, aura orang itu benar benar mengerikan.
“Hm jadi kau yang berhasil membunuh penerus ku ?” Tanya pria sambil menunjuk ke arah Zunho.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read