Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Saran Dari Master


__ADS_3

.


.


.


Ke esokan harinya.


“Hoahhh” sebuah lubang seukuran bola pingpong tercipta saat Zunho membuka mulutnya.


TOK TOK TOK


Zunho membelalakan matanya disaat mendengar suaran gedoran pintu, ia bangkit dari kasur lalu merenggangkan tubuhnya sebentar sebelum berjalan menuju pintu, saat pintu di buka, terlihat sosok Rein dengan belanjaan di tangan kananya, pria itu masuk begitu saja ke rumah Zunho tanpa memberi salam selamat pagi terlebih dahulu.


Rein duduk di kursi ruang tamu di ikuti Zunho, guru pendamping Zunho itu pun mulai berbicara untuk memberikan sesuatu yang penting kepada Zunho.


“Hei Zunho, apakah kau memiliki waktu senggang ?” Tanya Rein dengan menaikan sebelah alisnya.


“Saya memiliki nya hari ini dan seterusnya, itulah yang selalu saya lakukan, ada apa Master” Zunho memberikan sedikit kejujuran kepada Rein.

__ADS_1


Rein mengangguk beberapa kali lalu mulai berbicara.


“Bagaimana jika kau pergi ke Kuil Suci di timur Kerajaan Lotus Rue, aku dengar air suci disana sangat berkhasiat menaikan kultivasi seseorang” Rein meletakan telapak tanganya posisi vertikal dan mensejejerkanya di pipi.


Zunho memikirkan perkataan Rein, ia ingin sekali naik ke ranah pelangi hijau seperti Rein, sebuah kata “ya” terlintas di pikiran Zunho kemudian, ia mengangguk dan tersenyum dengan perasaan senang.


“Baiklah jika anda menyarankan hal seperti itu, saya dengan senang hati akan pergi ke sana, anda bisa menunggu saya sampai saya berada di ranah hijau, Master” ucap Zunho dengan senyum main main sambil menaikan alis matanya secara berulang ulang.


“Yayaya terserah kau saja murid ku, bagaimana kalo kita memasak, aku sudah membeli beberapa bahan” ucap Rein sambil menunjuk beberapa bahan makanan yang berada di meja tamu.


Zunho mengangguk lalu mengambil bahan belajaan, Rein dan Zunho berjalan ke dapur untuk memasak makanan, sesampainya di dapur, Zunho dan Rein meletakan bahan makanan, Zunho mengambil beberapa bahan makanan yang masih kotor seperti kentang, wortel dan jagung, ia berjalan ke pencucian lalu membersihkanya.


“Boleh saja asal kita bisa menghabiskanya hari ini juga” balas Zunho.


“Tentu saja akan habis hari ini, aku sengaja tak makan sarapan hari ini demi sarapan bersama mu murid” Rein berkata dengan nada riang.


“Anda bisa saja Master, aku akan memotong wortel dan kentang nya dulu, untuk jagung akan aku patah menjadi beberapa bagian” Zunho berjalan ke bagian meja yang diatasnya terdapat pisau, talenan, wajan, teko dan peralatan masak lainya.


“Baiklah” Rein menaikan jempolnya ke udara.

__ADS_1


Zunho mulai mengupas kulit wortel dan kentang, setelah bersih Zunho memotong kotak ketang dan memotong bulat wortel, ia mematahkan satu jagung menjadi 3 bagian, setelah selesai Zunho mulai mengisi air bersih di panci lalu meletakanya di tungku.


Zunho mengambil beberapa bumbu dapur lainya untuk melengkapi sup seperti, cengkeh, garam dan kaldu, lalu menaburkan bumbu dapur yang ia ambil satu persatu ke dalam panci.


Setelah Rein selesai membersihkan daging kalkun, ia segera menyerahkanya kepada Zunho.


Zunho menunggu selama beberapa menit sampai air mendidih baru memasukan wortel, kentang, daging kalkun yang sudah di bersihkan dan terakhir memasukan jagung.


Setelah benar benar matang, Zunho mengambil dua buah kain lalu meletakanya di gagang panci di bagian kiri dan kanan, setelah gagang di tutupi dengan kain barulah Zunho mengangkat panci dan meletakanya di meja makan.


“Selamat makan” Zunho berkata sambil menyeka keringat di dahinya.


“Selamat makan” Rein meraih mangkok dan sendok lalu mengambil sup yang berada di meja makan untuk dirinya dan untuk Zunho.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2