Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Pasukan Topi Kerucut


__ADS_3

.


.


.


Zunho mendaratkan dirinya di area Hutan Malaikat, ia menggunakan Langkah Anginya menuju istana Rose Hou, Zunho melesat seperti burung di udara, Zunho melirik pemandangan yang dia lewati, para warga sedang bertempur dengan mahluk hitam bertopi kerucut dilengkapi dengan senjata pedang.


“Aku ingin membantu mereka namun aku harus memastikan keselamatan Raja Sang dan Putri Nanxie terlebih dahulu” gumam Zunho di dalam hatinya sambil menahan lirikanya.


Setelah sampai di area Istana Rose Hou, Zunho langsung masuk begitu saja, para penjaga yang biasanya berjaga di depan gerbang kini tak terlihat satu pun di mata Zunho


Zunho masuk ke area istana, banyak mayat prajurit yang masih segar terkapar di tanah karena luka tebasan maupun anggota tubuh mereka yang terpisah, sebelum melangkahkan kakinya lebih jauh tiba tiba Zunho di hadang segerombolan prajurit dengan topi kerucut.


Prajurit menarik pedang mereka yang tersarung, bersiap menyerang Zunho yang sedang berdiri dengan tatapan dingin, Zunho membunyikan tanganya sebelum mengambil posisi bertarung.


Gerombolan pasukan topi kerucut melancarkan serangan mereka kepada Zunho, ia berlari dengan santai sambil mengepalkan tanganya dan menargetkanya ke perut.


BUGHHH…GEDEBUG


Zunho berhasil mendaratkan sebuah pukulan di perut salah satu prajurit dan mengirimkan prajurit tersebut ke tanah, Zunho kembali fokus kepada gerombolan prajurit yang tengah mengepung dirinya, Zunho kembali menargetkan tinjunya satu persatu menuju perut prajurit, ia juga menangkis tangan prajurit yang melayangkan pedang mereka ke arah Zunho.

__ADS_1


BUGHHHHHH…GEDEBUGGGG


Satu prajurit lainya berhasil di tumbangkan Zunho.


BUGHHHHH...SLASHHHH


Zunho berhasil menghunuskan pedang rampasan yang dia ambil dari prajurit yang terkapar sebelumnya.


TINGGGG...SLASSSHH


Setelah berdentingan keras, salah satu dari mereka tumbang dengan luka tusuk di pinggul kanan, Zunho menggoyangkan pedang yang dia pegang bermaksud menjatuhkan noda darah di mata pedang.


Zunho terus bertarung dengan prajurit, ia tidak perlu menggunakan kemampuan spiritual miliknya karena ia perlu menyediakan energi alam yang besar di dalam tubuh nya untuk ancaman yang akan datang secara tak terduga.


“Usaha yang bagus anak muda namun aku tidak akan bermain mudah dengan dirimu seperti pecundang pecundang yang kau kalahkan barusan, aku Long Aubas dengan Jiwa Bela Diri Sampah Penghakiman akan mengirimkan mu ke alam peristirahatan.”


Zunho memandang siluet yang tengah berdiri di depanya dengan ekspresi datar, sesosok mahluk buaya humanoid yang mencoba menjatuhkan mental Zunho, buaya yang bernama Long Aubas mengeluarkan ranah pelangi miliknya yang sampai di ranah biru tua, setingkat Raja Sang dan Raja Meijin.


Zunho mengeratkan genggaman pedang, mereka mulai beradu jiwa bela diri mereka masing masing, Zunho dengan jiwa bela diri Pedang miliknya melawan Aubas dengan jiwa bela diri Sampah Penghakiman.


TINGGGG\~

__ADS_1


Kedua senjata berat itu berdentingan satu sama lain, Aubas menyerang Zunho dengan lemparan kapak rantai miliknya sedangkan Zunho menangkis serangan Audas lalu mencari celah untuk menyerang buaya tersebut.


“Tingkat biru lemah mu itu tidak ada apa apanya dengan warna biru tua milik mu, anak ingusan” ejek Audas dengan hina kepada Zunho.


TINGGGG\~


Zunho kembali menangkis serangan Audas, buaya tersebut mulai naik pitam karena serangan yang dia lontarkan kepada Zunho tidak ada yang bisa melukai tubuh pemuda tersebut.


“Hooh menarik sungguh menarik” ucap Audas dengan tampilan kertas yang terbang melayang mengelilingi kepala Audas.


Zunho kembali menguatkan genggaman pedangnya.


“Terjangan Pisau Sisik” Audas melesat dengan beberapa sisik miliknya melayang, sisik juga terbungkus kertas yang sebelumnya melayang di kepalanya.


Berikut ini gambaran pasukan yang menerjang Zunho, dan menghambat dirinya untuk menyelamatkan nyawa Raja Sang dan Putri Nanxie dari kebengisan Dewi Kesesatan.


Pendekar Topi Kerucut



Buaya Perkasa Long Aubas

__ADS_1



__ADS_2