
.
.
.
Setelah selesai mendaratkan tinjunya di kepala Tu Dong, Zunho melompat turun menghampiri teman temanya, asap putih keluar dari tempat Tu Dong, Zunho melihat Jirou yang saat ini bermuka masam, ia menepuk bahu temanya tersebut sambil menghiburnya.
“Jangan sedih teman, aku yakin itu hanyalah sebuah keberuntungan kecil yang berpihak kepada Tu Dong”
Helaan nafas keluar dari Jirou, ia kemudian tersenyum lalu berbicara membalasa pernyataan Zunho.
“Hhh mungkin kau benar teman, setidaknya ia sudah-“
“BAIKLAH CUKUPPP, MARI KITA AKHIRI”
Sebelum Jirou menghabiskan ucapan yang ada dimulutnya, sebuah teriakan terdengar kemudian.
Tu Dong bergerak sangat cepat kali ini, ia meninju Zunho terlebih dahulu baru Yuan dan Xiaona, Jirou mendapat giliran terakhir, Tu Dong memiliki kemampuan khusus dimana dirinya bisa bergerak dengan tubuh gempalnya tersebut.
BRAKKKKKKK…SREEESSS…BAMMMM..BUKKK…
Zunho menghantam pohon sedangkan Jirou mendarat deras di tanah, Yuan terlempar ke batu sedangkan Xiaona terlempar jauh dan jatuh ke bawah dengan cepat.
“Aku tidak akan membiarkan kau mencelakai teman teman ku, bola bulu bodoh” Zunho berdiri menggunakan tangan kananya sebagai tumpuan.
“Hahaha hanya itu saja kemampuan mu bocah, ayo beri aku lebih, suruh juga teman teman mu memberikan hadiah yang terbaik untuk ku”
“Baiklah, PEDANG ANGIN KERAKUSAN”
Zunho memanggil pedang miliknya, sebuah pedang mulai terbentuk di tangan Zunho kemudian, ia menghela nafas sambil menyalurkan energi alam sekitar yang sangat minim, Zunho mulai menggunakan langkah angin miliknya.
“Langkah Angin”
SWUSSSSH
“Aku sudah bisa membaca gerakan mu anak bodoh”
Tu Dong mengangkat kedua tanganya tinggi tinggi bersiap siap memukul Zunho, saat sampai di perut Tu Dong, Zunho kembali menampakan dirinya kepada Tu Dong sambil berkata.
__ADS_1
“Tarian Angin”
Zunho memutar tubuhnya sebanyak 3 kali lalu menebaskan pedang menuju perut Tu Dong, siluet penari hijau bertopeng keluar dari tebasan Zunho.
SIUUUU…BAMMMM
“GERAKAN MACAM APA INI !!”
Tebasan mendarat di perut Tu Dong dan melemparkanya jauh ke belakang, bahkan pohon yang di tabrak Tu Dong mulai berjatuhan satu persatu.
Tu Dong terkapar di tanah dengan luka sayatan rapi di tubuhnya, darah mulai keluar dari perut Tu Dong karena tebasan Zunho, saat Tu Dong sedang istirahat sejenak, Zunho meluangkan waktu mengunjungi teman temanya yang saat ini terluka, guru pembimbing mereka ingin sekali membantu namun Ketua Neuna tetap pada pendirianya.
“Tetap disini, apakah kalian tidak melihat bahwa mereka berhasil memukul mundur Tupai besar itu waktu serangan pertama, percayalah kepada murid kalian, karena mereka tidak akan menyerah begitu saja”
Ucapan Ketua Neuna membuat para guru pendamping diam seribu kata, mereka hanya bisa melihat pertandingan Zunho dan teman temanya, serangan pertama yang dilontarkan teman teman Zunho berhasil membuat Tu Dong sedikit tergores ditambah tebasan angin kemampuan Zunho, bisa dipastikan Tu Dong sudah kalah namun.
“Akhirnya kau berhasil mengalahkanya walaupun serangan beruntun kita yang pertama tadi tidak dapat menyentuh badanya” ucap Yuan.
“Jangan salah Yuan, justru kau dan Xiaona lah yang memberikan dia goresan pertama” ucap Zunho sambil tersenyum ke arah Yuan.
“WAAAAAAAAA, AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN ANAK ANAK”
“BENTENG TANAMAN”
BRAKK
“BENTENG AIR”
BRAKKK
“BENTENG BAYANGAN”
BRAKKKK
“BENTENG ANGIN”
BRAKKKKK
Semua benteng yang dibuar Zunho dan teman teman dengan mudahnya dilalui Tu Dong, sesampainya di hadapan Zunho dan teman teman, Tu Dong langsung melayangkan tinju miliknya.
__ADS_1
“TINJU SUCI MATAHARI TIMUR”
KRAKKKK
“ADUHHH KENAPA DISAAT YANG TIDAK TEPAT SEPERTI INI !!”
Tu Dong menghentikan seranganya, ia langsung berteriak karena sesuatu baru saja menimpanya, Zunho dan teman temanya mulai bingung.
“Apa yang terjadi Tupai Tua ?” Jirou bertanya memberanikan diri.
“Seperti biasa, sakit pinggang” ucap Tu Dong sambil mengelus elus punggungnya.
Zunho memperhatikan luka yang ada di perut Tu Dong dan melihat dirinya sedang mengelus pinggang dengan gerakan yang lambat, karena luka yang ada di perutnya, sebuah tawaran agar semua ini cepat berakhir keluar di pikiran Zunho.
“Bagaimana kalau aku bersama temanku menyembuhkan mu dan mengobati sakit pinggang yang ada di dirimu, sebagai balasanya, biarkan lah kami lewat dengan tenang ?”
Tu Dong melirik Zunho, sebuah senyum terukir di wajah tupai besar tersebut.
“Sepakat, jujur saja tebasan mu sangat melukai ku, ditambah lagi sakit punggung yang tiba tiba ini, membuat ku mengakui bahwa kau dan teman teman mu memang hebat”
Zunho tersenyum, ia menyuruh Tu Dong untuk duduk selagi dirinya mengeluarkan kemampuan akar berlian putih miliknya, Zunho juga memberi tahu Jirou agar ia mengeluarkan kembali kemampuan bayanganya.
“Akar Berlian Putih”
SREETTTT
“ARGHHHHHH”
Tu Dong mulai kesakitan saat akar menjalankan tugasnya, setelah Tu Dong selesai di obati, kini giliran Jirou yang melakukan tugasnya.
“Baiklah mari kita jadi pemijat hari ini, Tangan Bayangan”
Tangan bayangan keluar dan mulai memijat punggung Tu Dong, ia mulai menikmati pijatan tangan bayangan Jirou, Yuan dan Xiaona hanya diam tanpa berbicara, ia bingung semua ini terjadi secara tiba tiba.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read