
.
.
.
Zunho langsung merebahkan badanya di kasur yang empuk dan nikmat, gerakan yang Zunho buat di kasur membuat baju miliknya berantakan sampai memperlihatkan sepasang dada yang bidang.
Zunho mulai terlelap dan masuk ke alam mimpi, suasana malam yang tenang menjadikan teman nikmat untuk tidur ditambah lagi cuaca yang tidak panas maupun tidak terlalu dingin.
“B-benua Lautan, kenapa jadi berantakan seperti ini” ucap Zunho dalam mimpi.
Benua Lautan terlihat sangat berantakan dengan banyaknya korban jiwa yang terkapar di tanah, saat memperhatikan tubuh tubuh yang sudah tak bernyawa, terdengar sebuah raungan keras yang mendominasi di langit.
GROARRRRRRR
Sontak Zunho menengok ke atas dan melihat siluet naga bewarna abu dengan garis ungu dari kepala menuju perut, naga terlihat juga seorang pria tua melayang di depan naga dengan ranah pelangi ungu.
Namun satu hal yang menarik perhatian Zunho yaitu pria muda yang ada di sebelah pria tua tersebut, ciri ciri pria muda itu persis sama dengan teman Zunho yaitu Deng Jirou.
“Jangan bilang jika itu Dewa Iblis dan penerusnya adalah-” Zunho dibuat berpikir keras.
Belum sempat menghabiskan kata kata dari mulutnya, naga menyemburkan api bewarna keunguan, membakar seluruh penjuru benua Lautan.
“P-panas sekali” tanpa sadar tubuh Zunho yang ada di kasur mulai berkeringat hebat.
__ADS_1
Disaat yang bersamaan masuklah Penatua Qieqie dengan membawa selimut di tanganya, Penatua Qieqie melihat Zunho sedang gelisah.
“Dia sedang mimpi buruk.” Penatua Qieqie meletakan selimut di kasur lalu mengarahkan telapak tanganya ke badan Zunho.
Sebuah cahaya bewarna ungu keluar dari telapak tangan Penatua Qieqie menyinari tubuh Zunho yang di banjiri keringat.
“Mimpi indahlah Zunho, Bunga Mimpi.” telapak tangan ketua Qieqie mengeluarkan sinar lebih terang saat dia mengutarakan kata “Bunga Mimpi.
“Lebih baik aku mengawasinya malam ini agar ia bisa tidur dengan tenang sampai matahari menunjukan sinarnya.” Penatua Qieqie merebahkan dirinya di sebelah Zunho.
Penatua Qieqie memandangi Zunho yang kembali dalam keadaan tenang, hampir 15 menit Penatua Qieqie memandangi Zunho untuk memastikan kondisinya, setelah dirasa keadaan Zunho baik baik saja barulah Penatua Qieqie memejamkan matanya.
Ke esokan harinya Zunho bangun dengan perasaan segar namun mimpi yang dia alami kemaren malam masih membekas di ingatanya.
Zunho menoleh ke samping dan mendapati Penatua Qieqie sedang tertidur pulas.
“Eh kenapa Penatua ada disini” Zunho berbisik sambil melepaskan tangan Penatua Qieqie perlahan agar tidak membangunkanya.
Namun pelukan yang diberikan Penatua Qieqie semakin erat membuat Zunho tidak bisa bertindak apa apa.
“Em ini akan menjadi berita besar dimana seorang pemuda satu ranjang dengan orang yang paling penting di Benua Tengah.” Ucap Zunho dengan gelisah
Tak lama kemudian Penatua Qieqie menginggau.
“Hehe Zunho kau sangat menawan, aku tidak akan membiarkan mu pergi, aku tak perduli jarak umur di antara kita.” ucap Penatua Qieqie dengan nada pelan.
__ADS_1
“Ah tidak ini semakin berbahaya, mari kita coba lagi” Zunho mencoba membuka pelukan Penatua Qieqie.
Disaat yang bersamaan pintu terbuka, terdengar suara wanita mengiringi pintu yang terbuka.
“Selamat pagi tuan Zunho, apakah anda melihat Penatu-.” wanita itu menghentikan ucapanya saat melihat Zunho dan Penatua Qieqie satu ranjang.
*“Oh sial kenapa Eunji harus masuk disaat seperti ini*.” helaan nafas keluar dari Zunho.
Penatua Qieqie pun bangun mendengar suara pintu yang terbuka, Penatua Qieqie segera bangkit dari kasur dengan tenangnya lalu memberikan sapaan selamat pagi kepada Zunho dan Eunji.
“Pagi Zunho, pagi Eunji” ucap Penatua Qieqie.
Zunho yang bingung kenapa penatua Qieqie ada di kamarnya mulai memberikan sebuah pertanyaan.
“Apa yang anda lakukan disini ?” Tanya Zunho dengan nada bingung.
“Kau mimpi buruk dan aku mengubah bunga mimpi mu” penatua Qieqie berjalan dengan senyum di wajahnya.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1