
.
.
.
Zunho memandang datar Laut Kehidupan yang saat ini memandangi mereka dengan senyum seribu niat, pembawa acara mulai mengumumkan acara puncak, yaitu pertarungan antara Pelindung Darat melawan Laut kehidupan, Zunho dan teman temanya berjalan menuju arena.
“Kali ini acara yang kita semua tunggu acara acara final dimana pemenang akan melawan tim lemah dari Benua Daratan, langsung saja saya nyatakan pertarungan di mulai”
Zunho dan teman temanya keluar dari dalam ruangan yang berada di seberang Laut Kehidupan, anggota laut kehidupan mulai memandangi Zunho dan teman temanya yang saat ini menggunakan topeng.
“Hahaha sok sok an makai topeng, mari kita buat topeng itu terlepas dari wajah kalian” ucap Mabao.
“Dengan senang hati aku akan mematahkanya” balas Xiaona dengan nada datar.
Mabao mulai menyerang Xiaona, gadis tersebut mengeluarkan kemampuan akar tumbuhan miliknya, sementara Mabao dan Xiaona sedang fokus, Boyu mulai mengikuti jejak temanya tersebut, ia mengincar gadis di sebelah Zunho yang tak lain Yuan.
“Bola Api” Boyu mengeluarkan api di telapak tanganya.
“Bola Air” balas Yuan dengan membuat bola air di tanganya lalu berlari menuju Boyu untuk beradu kemampuan.
“Ini akan semakin menarik” gumam Boyu dalam hati.
Gadis yang bernama Nanxie mulai memandangi Jirou, tanpa ragu gadis tersebut mengeluarkan petir kemampuan miliknya lalu bergegas menyerang Jirou.
“Percikan Kilat” ucap Putri Nanxie dengan suara indah miliknya.
“Hohoho gegabah, Tangan Bayangan”
__ADS_1
CLAPPPP…BAMMMM
Putri Nanxie terlempar setelah mengenai tepukan tangan bayangan Jirou, kini wanita cantik tersebut mulai menganggap Jirou sebagai lawan yang menarik.
Zunho sedang bertatapan datar dengan gadis di depanya yaitu Jiaolin, kedua orang batu es tersebut saling memandang satu sama lain, saat anggota mereka sudah saling menyerang satu sama lain mereka masih berdiam diri layaknya patung.
“Paku Es” ucap Jiaolin sambil mengarahkan telapak tanganya ke arah Zunho, beberapa paku es yang seukuran pedang melesat begitu saja melalui Jiaolin.
“Tangan Angin” Zunho mulai terbungkus aura tangan hijau di sekelilingnya.
SING\~SINGGG…BAMMM
Setelah paku es cukup menggores tangan angin yang terbungkus di sekiliing Zunho, tangan angin miliknya mulai meledak.
“Angin, hmm lumayan menarik” gumam Yuan di dalam hati.
Jiaolin mulai beradu fisik dengan Zunho, mereka saling menangkis dan meninju untuk membuat salah satu dari mereka tumbang, sorakan penonton masih terdengar jelas walaupun sudah terlindung perisai.
“Tangan Angin” kini sebuah tangan ikut keluar dari pundak Zunho.
PLAKKKKKKK
Suara tepuk tangan dadakan menggema di arena.
“Kau akan habis gadis manis, Tamparan Seribu” Mabao mengeluarkan pelangi lalu berlari dengan cepat menuju Xiaona untuk memberinkanya tamparan.
“Jebakan Akar” ucap Xiaona dengan nada tenang.
Akar mulai menjalar dari dalam tanah menuju Mabao namun pemuda itu bisa dengan mudahnya membelah setiap akar yang datang menghampirinya, saat sampai di depan Xiaona, Mabao langsung memberikanya tamparan.
__ADS_1
“Tamparan Seribu” Mabao melayangkan tanganya menuju Xiaona
“Benteng akar” benteng akar mulai tumbuh melindungi Xiaona.
SRAKKKK…BUMMMM
Hujatan tamparan yang diberikan Mabao mampu membuat benteng akar hancur, Xiaona menerima tamparan beruntun dari Mabao dan mengirimkanya ke sisi dinding stadion.
SWUSHHHH…BRAKKK…UGHHHHH
Xiaona tidak bisa berdiri karena tubrukan dirinya dengan dinding terlalu keras, penonton bersuara saat Xiaona kalah dari Mabao.
“Kini giliran mu gadis air, Tubuh Api” tubuh Boyu berubah menjadi api lalu berlari menyerang Yuan.
“Putri Duyung” Yuan mengeluarkan kemampuan putri duyung lalu mengirimkanya kepada Boyu untuk membuatnya kalah namun.
BYURRRR…BUAGHHH…BAMMM
Boyu dengan mudahnya meninju putri Duyung dan kembali mendaratkan tinjunya di topeng Yuan, gadis itu terlempar ke sisi lain, penonton kembali bersorak.
Zunho dan Jirou kehilangan kedua teman mereka, kedua anak itu mundur ke belakang dan berkumpul, kini Laut kehidupan kembali utuh di hadapan mereka.
“Kalian menyerahlah dengan kami, benua daratan tidak ada apa apanya dengan kekuatan benua lautan saat ini” ucap Mabao.
Pelangi keluar dari Laut kehidupan, ranah mereka masih berada di jingga, Zunho menganggukan kepalanya, ia memandang Laut Kehidupan sambil memegang dadanya yang masih sakit saat Jiaolin memberikan nya pukulan langsung.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read