Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Misi Kedua


__ADS_3

.


.


.


“Buatkan aku teh dan bawa buah buahan yang banyak, antarkan ke paviliun” Dewa Win He berbicara kepada pelayan istana yang kebetulan berselisih dengan dirinya.


“Baik Dewa Win He, saya akan membuatkan dan mengambil buah seperti perintah anda.” pelayan berlalu sambil melemparkan senyum kepada Zunho yang saat itu berdiri di belakang Dewa Win He.


Mereka pun berjalan menuju Paviliun untuk sebuah pembicaraan, sesampainya di paviliun Dewa Win He dan Zunho duduk.


“Jadi kau akan melaksanalan misi kedua, kali ini bukan misi perampasan namun misi pelenyapan keluarga Kuan yang mendiami Benua Udara.” Dewa Win He memberikan gambaran misi yang akan dilakukan Zunho nantinya.


“Kenapa saya harus melenyapkan keluarga tersebut ?” Tanya Zunho.


Dewa Win He menarik nafas lalu mulai menjelaskan kepada Zunho bahwa keluarga Kuan berencana bersekutu dengan Dewa Iblis dan menguasai Benua Udara.


“Jadi keluarga Kuan memiliki sebuah niat untuk bersekutu dengan Dewa Iblis dan menjatuhkan pemimpin Benua Udara, keluarga Kuan terkenal dengan kebaikan mereka di kalangan Kerajaan Jasmie Wa, tentu saja itu salah satu siasat mereka sebelum menjatuhkan pemimpin Jasmin Wa, membuat sebagian orang kota menanamkan kepercayaan kepada keluarga Kuan dan siap melakukan apapun demi keluarga Kuan.” Jelas Dewa Win He.

__ADS_1


Zunho memejamkan matanya sambil menjawab kata “ya”, seketika Dewa Win He merasa lega.


Tak lama kemudian datang beberapa pelayan membawa teko dan gelas disertai keranjang buah, mereka meletakan keranjang, teko dan gelas di meja Paviliun.


“Terima kasih” ucap Dewa Win He.


“Sama sama Dewa Win He, kami izin undur diri” para pelayan berjalan pergi meninggalkan Dewa Win He dengan Zunho.


Dewa Win He menuangkan teh ke gelas lalu menyodorkan gelas yang sudah terisi kepada Zunho.


“Terima kasih Dewa, harusnya saya yang menuangkanya untuk anda.” Zunho merasa sedikit tak enak.


“Tidak apa Zunho, orang tua ini perlu sedikit gerakan hahaha” Dewa Win He tertawa.


“Dimakan buah nya Zunho” Dewa Win He mengambil anggur dari dalam keranjang.


“Terima kasih Dewa Win He.” Zunho meraih apel merah yang ada di dalam keranjang.


Mereka memakan buah yang berada di tangan mereka, setelah Dewa Win He selesai makan ia memejamkan matanya sambil bersandar, Dewa Win He menikmati angin yang menerpa wajahnya.

__ADS_1


Zunho pun mengikuti Dewa Win He, ia memejamkan matanya dan bersandar, tak lama kemudian terdengar beberapa langkah kaki mendekati Zunho dan Dewa Win He.


“Wah enaknya tidur, ternyata Dewa dan penerus memiliki kegiatan yang sama ya haha.” ucap Dewa Fi Hen.


“Ya tidak ada salahnya jika Dewa dan penerus memiliki kegiatan yang sama.” ucap seorang wanita tua.


Dewa Win He dan Zunho membuka matanya, mereka mendapati Dewa, Dewi dan penerusnya sedang menatapi kegiatan mereka.


“Kalian menggangu saja” ucap Dewa Win He.


“Aiya Win He jangan marah, bisakah kami bergabung ?” Tanya salah satu wanita yang sebelumnya menyahut ucapan Dewa Fi Hen.


“Tentu saja Dewi Te Rena” Dewa Win He memberi jawaban.


Para Dewa dan Dewi serta penerusnya duduk di Paviliun sambil menikmati buah yang masih tersisa banyak sedangkan penerus mereka berbincang satu sama lain, hanya Zunho dan Jiaolin saja yang berdiam diaman, bahkan mereka berdua tidak melepas arah pandang mereka satu sama lain.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2