
.
.
.
“Gila, semakin banyak saja orang orang ini bermunculan, sejujurnya aku baru kali ini mengeluh kebanyakan bertarung” ucap Mabao sambil melayangkan seranganya kepada kelompok orang bertopi kerucut yang semakin banyak berdatangan.
“Jangan mengeluh Mabao, keluarkan saja kemampuan terbaik mu, jangan sampai kita kalah dari Jiaolin” Boyu menunjuk ke arah kanan tepat ke arahd dimana Jiaolin sedang memberikan pasukan topi kerucut kemampuan Tamparan Penguin miliknya.
Mabao menyempatkan dirinya memandang wanita es yang tengah menikmati waktunya bertarung dengan pasukan topi kerucut.
“Hahaha kau benar, wanita batu itu sangat menikmatinya” Mabao mengembalikan pandanganya ke arah musuh yang terlihat ingin mengiris tubuhnya.
Sedangkan Zunho sendiri sudah banyak menghabisi nyawa pasukan bertopi, cipratan demi cipratan darah hinggap di wajahnya, Zunho juga tak lupa menaruh tubuh putri Nanxie di tempat yang aman dan jauh dari area pertempuran.
Setelah membersihkan beberapa serangga di depan matanya, Zunho segera ikut membantu yang lain.
BWUSHHHHH…SLASHHHHH
Zunho melesat menuju pasukan topi kerucut yang tengah mengerumuni seseorang berpakaian armor lengkap dengan pedang, orang yang sebelumnya membantu perkelahian Raja Sang.
__ADS_1
Zunho berhasil menebas salah satu pasukan bertopi dan membuat kerumunan itu mengalihkan pandangan matanya kepada Zunho yang tengah berdiri.
Orang yang mengenakan pakaian perang menyadari kehadiran Zunho lantas mulai berdiri dari tempat dia terpojok, ia kembali memposisikan pedang miliknya dan melayangkan tebasan langsung menuju pasukan topu kerucut yang tiada hentinya memberikan serangan.
Zunho dengan santai memberikan tebasan demi tebasan kepada pasukan topi kerucut, badan demi badan terjatuh ke tanah saat Zunho berhasil menyarangkan tebasan miliknya.
SLASHHHH…SLASHHH…SLASHHH
Kini pasukan topi yang mengerumuni pria baju perang tinggal tersisa 5, Zunho memandang pria berbaju perang sekilas lalu melesat menuju Raja Sang yang tengah terpojok dengan Dewi She Cing.
“Kemampuanya lumayan” isi hati pria beramor lengkap saat memandangi punggung Zunho yang tengah berlari mendekati Raja Sang.
“Orang aneh itu tidak cukup bodoh Boyu, bukankah kau sendiri yang bilang tadi bahwa dia akan baik baik saja, sebaiknya kita biarkan saja dia sejauh mana dia bisa menahanya” Jiaolin berbicara tanpa memandang Boyu karena dia harus melumpuhkan setengah pasukan topi kerucut.
“T-tapi yang dia lawan itu” Boyu kembali menjelaskan.
Mabao yang sedari tadi diam mulai membuka mulut.
“Hey kau tidak perlu risau, dasar bodoh bukan kah kau bilang kepadaku agar tidak mengkhawatirkanya, kau ini” ucap Mabao dengan nada sedikit tertawa.
Boyu menghela nafas sambil kembali fokus kepada pasukan topi kerucut yang baru saja tiba di depanya.
__ADS_1
Sementara Raja Sang sudah mulai terdesak dengan Dewi She Cing yang sudah memasuki pondasi yang tak wajar, saat Dewi She Cing ingin memberikan pukulan penuh energi kehidupan kepada Raja Sang, tangan miliknya tertahan oleh capit Belalang Sembah Zunho.
“HABISLAH KAU CAI SANG” Dewi She Cing mengarahkan tinjunya.
BUMMMMMMMM…BRARRRRRR
Badai pasir dadakan terjadi dan Dewi She Cing terlempar beberapa meter ke belakang, setelah Dewi She Cing membuka matanya untuk melihat siapa yang menganggu dirinya, ia menatap pemuda yang berhasil menghabisi penerusnya, tanpa sadar pupil mata Zunho berubah saat menghadapi Dewi She Cing.
“M-mata jiwa, Pantas saja Nanxie tergila gila kepadanya, rupanya dia penerus si brengsek itu, kenapa kau dan penerus mu sama saja, tidak pernah mau menerima perasaan ku dan Nanxie !! ” gerutu Dewi She Cing di dalam hatinya saat memandang Zunho yang tengah berdiri dengan ekspresi datar.
Gambaran pupil mata jiwa Zunho saat menghadapi Dewi She Cing.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1