
.
.
.
Segera mereka yang melihat pentagram itu langsung berangkat menuju benua barat, pemimpin benua tak membuang banyak waktu, mereka langsung membawa pasukan dengan lingkaran teleportasi, langsung menuju benua barat.
Raja Sang dipertemukan kembali dengan Raja Meijin, sahabat masa kecilnya, mereka saling sapa sebentar sebelum menaruh keseriusan pada perang yang ada di depan mata mereka.
“Baiklah kali ini akan menjadi pertempuran terakhir antara kita dan iblis, sebelumnya leluhur kita berhasil memukul mundur bangsa iblis, mereka naik ke langit hitam dimana itu tempat tinggal mereka, jika kali ini kita kalah maka musnah lah semua yang kita bangun, keluarga dan tahta akan sirna jika kita tidak bisa membunuh Dewa Iblis, maka hari ini dan seterusnya kami pemimpin 4 benua akan berjuan mati matian demi kalian, semoga para Dewa kehidupan yang terduduk di kursi singgasananya mendenga apa yang saya ucap malam ini.” Pidato yang sangat panjang di keluarkan Raja Sang selaku perwakilan pemimpin benua.
Yuan, Xiaona, Mabao, Boyu dan Jiaolin turun dari langit, sontak orang yang ada di situ termasuk Patriak Bian yang tak lain ayahnya Jiaolin terkejut melihat putrinya turun dari langit.
“Kami selaku perwakilan Dewa yang tak bisa turun ke Dunia dikarenakan janji mereka yang abadi akan berusaha menjaga kedamaian benua.” kini Xiaona lah yang berbicara sebagai perwakilan Penerus Dewa kehidupan.
Pentagram mulai membesar sampai pada akhirnya turun lah pasukan tengkorak putih dari pentagram tersebut, di ikuti seorang pemuda seumuran Xiaona dan yang lainya.
“J-jirou ?!” Patriak Yenbu tak percaya jika anaknya kali ini ikut berpihak kepada Dewa Iblis.
__ADS_1
Sontak Jirou tertawa selepas lepasnya, membuat kemarahan di hati Boyu dan Mabao meningkat, sedangkan Yuan, Xiaona dan Jiaolin tak percaya melihat orang yang berdiri di depan mereka saat ini, merupakan penerus Dewa Iblis.
“Dulu aku menyukaimu, tapi sekarang aku harus membunuh mu ?!” Marah Jiaolin di dalam hatinya.
Jirou pun mulai berbicara omong kosong.
“Ha kalian mahluk mahluk lemah akan musnah dan kalian teman teman ku yang tersayang, tentu saja kalian bakal ikut musnah, namun aku tidak melihat kehadiran bocah angin itu, dimana kah dia ?” Tanya Jirou dengan nada main main.
BUMMMMMM
Jirou yang lengah langsung mendapat tamparan dingin dari Jiaolin yang emosinya sedang tercampur antara marah dan sedih karena orang yang sebentar lagi akan menjadi suaminya harus berkhianat.
“Dasar rendahan” Jirou menyerang balik Jiaolin.
Istana Tong
“Aku datang” ucap Dewa He Jui saat ia ingin melangkahkan kakinya lebih jauh ke pintu masuk istana Tong.
“SERANGGG !!” Seru prajurit yang menjaga area istana paling depan.
__ADS_1
Sementara Dewa He Jui sedang bertarung, para enam Dewa Kehidupan saat ini sedang mempersiapkan diri mereka, barulah para Dewa keluar menyapa Dewa He Jui dan mengirimnya ke neraka.
BUMMMMMM
“Ayolah calon istriku, hibur aku” ucap omong kosong Jirou kepada Jiaolin.
“Cih aku tidak sudi menjadi istri seorang bedebah seperti mu.” Jiaolin kembali melesat menuju Jirou.
Jurang Lien
“Ayo angkat lagi ekor ku, bukan kah sebelumnya kau hampir saja mengangkat nya.” Ghodae melatih Zunho yang saat ini menjadi teman sekutunya.
“Kenapa b-berat sekali ekor mu ini !!” Zunho sekuat tenaga mengangkat ekor Ghodae.
“Jangan membantah, cepat selesaikan latihanya, firasat ku mengatakan bahwa suatu peristiwa besar yang terjadi saat ini.” Ghodae mengungkapkan firasatnya kepada Zunho.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read