
.
.
.
Zunho dan para teman teman serta guru pendamping tengah menunggu di ruang ketua akademi, menunggu kehadiran Ketua Neuna yang saat ini belum datang, seminggu lagi Ujian Saudara akan di selenggarakan, banyak peningkatan yang sudah dikuasai Zunho dan teman teman, tak lama kemudian pintu ruangan terbuka menampilkan sesosok yang cantik dan anggun.
Wanita itu berlajalan melalui mereka semua, aroma bunga yang sangat harum keluar dari tubuh wanita tersebut, Fanwu dan Rein mulai memandang wanita tersebut dengan tatapan kagum, bahkan rona merah di wajah mereka mulai terukir.
Xinmei dan Niyong memandang Ketua Neuna dengan tatapan datar, setelah cukup memandangi dirinya, ketua Neuna mulai membuka suara.
“Ya terima kasih telah memandangku, jadi kita akan berangkat sebentar lagi, aku memberi tahukan kalian beberapa hari yang lalu alasan kalian harus berkumpul hari ini, di ruang ini, karena kita akan melakukan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Benua Huanli, jika aku menggunakan kereta kuda, maka ini akan terlalu membosankan”
Zunho dan yang lainya mulai bingung dengan penjelasan Ketua Neuna yang setengah setengah, Jirou memberanikan diri bertanya kepada Ketua Neuna untuk memberikan maksud yang dia katakan sebelumnya.
“Maaf Ketua Neuna, namun kami belum bisa mencerna apa yang anda katakan sebelumnya, bisakah anda memberi tahu kami intinya saja ?”
Ketua Neuna mengukir senyum licik di wajahnya.
__ADS_1
“Kalian akan mengetahuinya nanti, sekarang mari kita berangkat”
Ketua Neuna kembali berjalan melewati mereka begitu saja, Rein dan Fanwu menggosok mata mereka saat Ketua Neuna sudah berjalan terlebih dahulu.
“Sungguh mempesona” ucap Rein
Mereka semua berjalan mengikuti langkah Ketua Neuna, mereka mulai melangkah meninggalkan area akademi menuju Benua Huanli, sepanjang jalan mereka mendapat perhatian dari warga setempat, mereka hanya mengabaikan pandangan warga dan fokus ke jalan yang mereka tapaki.
Mereka mulai berjalan mengarah ke utara Kota Sie, sebelum meninggalkan kota, mereka disuguhkan pemandangan Istana Lotus Rue yang megah, banyak penjaga yang berjaga di istana, kini pemandangan istana telah berganti menjadi pohon pohon yang rindang, Zunho dan teman temanya mulai berbincang bincang kecil sambil menghilangkan rasa bosan, begitu juga dengan guru pendamping mereka, sedangkan Ketua Neuna tetap fokus ke jalan.
Semakin dalam mereka memasuki hutan maka semakin redupnya cahaya yang disinari matahari, Yuan mulai membuat pertanyaan untuk Ketua Neuna.
Ketua Neuna membalikan wajahnya ke arah Yuan.
“Kita mulai memasuki Hutan Suci Benua Tengah namun ini masih dasar, kira kira 2 hari lagi kita akan sampai di Benua Tengah, saat itu kita akan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali”
Jirou dan Zunho terkejut, sedangkan Xiaona hanya mengangguk paham, Ketua Neuna kembali mengubah arah pandanganya ke depan agar tidak tersandung akar akar pohon yang besar.
“Dua hari hanya untuk menempuh Benua Tengah, hhhh macam macam saja” Jirou memberikan keluh kesahnya kepada Zunho.
__ADS_1
“Ya bersabarlah, jika kau ingin cepat kau bisa terbang” balas Zunho.
“Jika aku punya sayap maka bisa saja aku akan terbang” Ujar Jirou
“Kau bisa saja membuat sayap, mungkin dari daun pisang” Zunho berkata sambil menepuk nyamuk yang hinggap di lehernya.
Saat berjalan lebih dalam lagi tiba tiba Ketua Neuna berhenti secara tiba tiba, di hadapan Ketua Neuna terlihat beberapa orang berbaju hitam dengan penutup wajah menodongkan pedang ke arah Ketua Neuna.
“Serahkan harta kalian atau aku akan memindahkan kalian semua ke dimensi alam bawah”
“Sesuai yang aku harapkan” gumam Ketua Neuna sambil memandangi bandit dengan senyum licik di wajahnya.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1