Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Mencari Bahan Pil Kijang Abadi


__ADS_3

.


.


.


“Apakah kau benar benar tidak ingin ikut pulang bersama kami Zunho ?” Tanya Xiaona berkali kali kepada Zunho.


Zunho menggelengkan kepalanya, Jirou serta keluarganya, Xiaona dan Yuan kemudian tersenyum, mereka semua melambaikan tangan ke arah Zunho lalu pergi, kini Zunho dan bapak penginapan lah yang tersisa.


Bapak penginapan memberikan sebuah daftar yang ditulis di sebuah kertas dengan tinta hitam pekat.


...----------------...


Daftar Bahan Pil Kijang Abadi.

__ADS_1


• Eceng Gondok Putih.


• Air Sungai Hutan Malaikat.


• Bunga Matahari Merah


• Bunga Melati Pelangi


...----------------...


Zunho sedikit ternganga kecil saat melihat nama nama bahan yang diperlukan untuk membuat pil, bapak penginapan memberikan botol bambu untuk menampung air sungai Hutan Malaikat, ia menjelaskan kepada Zunho bahwa posisi bunga Matahari Merah dan Melati Pelangi berdampingan, lokasi bunga berada di timur Hutan Malaikat, untuk sungai dan Eceng Gondok berada di barat Hutan Malaikat.


Zunho berjalan semakin jauh dari keramaian sampai dirinya mulai memasuki pemandangan lautan yang membentang luas, ia melirik laut sebentar sekedar menghilangkan rasa bosan yang ada di dalam dirinya, setelah melewati laut, kini Zunho memasuki wilayah Desa Qie, ia terus berjalan tanpa memperdulikan pandangan yang mengarah ke dirinya.


Setelah perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya Zunho sampai di Hutan Malaikat, ia menyeka keringat di jidatnya lalu masuk ke dalam hutan, Zunho mengambil arah barat terlebih dahulu untuk mengambil air sungai dan Eceng Gondok Putih, sesampainya di sungai Zunho melihat beberapa Eceng Gondok dengan tenangnya berenang kesana kemari, Zunho meraih sebuah tongkat lalu mengaitkan ujung tongkat ke akar Eceng Gondok, setelah mendapatkan Eceng Gondok Putih, Zunho membuka botol yang dia bawa sebelumnya.

__ADS_1


Zunho mengisi botol dengan air sungai sampai ruang dalam botol terisi penuh, Zunho mengambil Eceng Gondok Putih yang tergeletak di tanah lalu berjalan menuju arah timur untuk mengambil bahan pil lainya, saat Zunho melangkahkan kakinya kembali ke dalam Hutan Malaikat, ia merasa sedang diawasi seseorang, Zunho membiarkan hal tersebut dan fokus ke barang pencarian selanjutnya.


Zunho akhirnya sampai di sebuah area dimana bunga Matahari Merah dengan Melati Pelangi sedang bergoyang saat diterpa angin, kedua bunga itu benar benar cantik saat bergoyang ditambah warna mereka yang terbilang cukup menarik.


Zunho berjalan mendekat ke area tersebut lalu meraih beberapa lembar bunga, Zunho meletakan Eceng Gondok di tanah, ia meletakan bunga Matahari Merah dan Melati Pelangi di atas daun Eceng Gondok lalu membukusnya agar lebih mudah di bawa.


“Mari pergi” Zunho berdiri dengan bahan bahan pil Kijang Abadi yang sudah terkumpul utuh.


Zunho berjalan pergi meninggalkan area Hutan Malaikat, kali ini daun daun pohon yang berguguran ke wajah Zunho membuat dirinya semakin yakin bahwa ia sedang di awasi seseorang, Zunho memberanikan diri menatap ke atas dan mendapati seorang gadis berparas menawan sedang menatap dirinya.


“Oh tidak, pantas saja aku merasakan hal yang tidak enak di sekujur badan ku” gumam Zunho sambil memandang wanita yang berada di atas dahan di kepalanya.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2