Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Tombak Bayangan Kegelapan


__ADS_3

.


.


.


“Kini kita sambut peserta yang menjadi lawan dari Zunho dan Jiruo, silahkan masuk ke arena untuk Wei Teng dan Zhang Dai ”


PROK PROK PROK


Para penonton memberikan tepuk tangan saat pembawa acara memberikan sambutan kepada kedua anak yang memasuki lapangan dengan muka menjengkelkan mereka, pembawa acara kembali berbicara dengan suara keras miliknya.


“Mari kita mulai acaranya”


GONG GONG GONG


Gong dipukul sebanyak tiga kali, pembawa acara berjalan keluar dari arena, kedua anak yang bernama Teng dan Dai memandang Zunho dan Jirou dengan pandangan remeh, mereka berdua mulai mencemooh Jirou dan Zunho dengan kata kata yang seharusnya tidak keluar dari mulut mereka.


“Haha Sekte Deng tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kekuatan keluarga Wei” ucap Teng dengan nada sombong.


“Dan untuk mu anak kecil yang menjadi anak ingusan, bersiaplah karena aku akan mematahkan kedua tanganmu serta kakimu”


Teng dan Wei mengeluarkan ranah pelangi di pundak mereka, apa yang diberitahukan Xiaona memang benar, jika mereka berdua sampai di tahap kuning, Jirou mengeluarkan ranah pelangi miliknya, ia berada di tahap Jingga, Teng kembali mencemooh Jirou.


“Haha sangat tidak berguna, teruslah berusaha sampai Akademi Daratan Gao tidak memperdulikan kehadiran mu, Sarung tangan batu”

__ADS_1


GREGGK


Tangan Teng berubah menjadi sebongkah batu hitam, Dai juga tidak mau kalah, ia segera meletakan tanganya di tanah lalu mencemooh Zunho


“Apa, tidak punya kekuatan, sungguh kasian dirimu ini, Sarung Tangan Pasir”


SESHHHHH


Pasir dan kerikil kerikil kecil menempel di kedua tangan Dai, ia mulai menyerang Zunho dengan sarung tinju miliknya, Zunho menghindari serangan dengan santai, ia pernah berada di dalam posisi ini sebelumnya saat dirinya mencoba menghindar dari ular raksasa.


“Terus menghindar ya, Cambuk Pasir”


PSSHHHHH


Sarung tangan pasir di tangan Dai memanjang dengan ujung mengerut sampai sebuah cambuk dengan ujung yang tajam terbentuk kemudian, Dai menambah kecepatan saat menyerang Zunho menggunakan cambuk yang saat ini berada di kedua tanganya, Zunho menghindari setiap cambukan Dai, ia tidak dalam kondisi yang baik saat ini karena beberapa bagian tubuhnya berhasil terkena cambuk Dai.


PSTTTT


Cambuk berhasil memukul dada Zunho dengan keras, ia sedikit termundur saat kena cambukan tersebut, Zunho sedikit meringis kesakitan saat cambuk berhasil dilayangkan kepadanya, Zunho tidak diberikan kesempatan untuk menyerang karena tidak ada celah dari Dai.


Zunho mengalihkan pandanganya kepada Jirou yang saat ini sedang mengeluarkan sebuah tentakel bayangan dan mencoba menyerang pertahanan Teng.


“Hanya itu kekuatan sekte Deng, sungguh lemah, Pukulan Hujatan Batu”


Teng menghantam tanah, tumpukan batu mulai melayang di tanah, Teng langsung mengirimkan batu menuju Jirou, saat melihat batu tajam mengarah ke posisinya, Jirou segera membentuk sarung tangan bayangan miliknya untuk melindungi diri dari serangan Teng.

__ADS_1


“Benteng Tangan Bayangan”


TREEKKK


Kedua tangan menyatu, seolah olah meminta harapan, batu berbenturan keras dengan benteng tangan bayang Jirou, ia tidak memiliki pilihan lain saat ini, terpaksa ia harus mengeluarkan senjata bayangan miliknya.


“Kau ingin tahu kekuatan Sekte Deng bukan, akan aku tunjukan kepadamu”


Jirou keluar dari dalam benteng bayangan miliknya, ia menatap Teng dengan datar, lalu merentangkan kedua tanganya selebar lebarnya, lalu memposisikan tanganya seolah olah memegang tongkat.


“Tombak Bayangan Kegelapan”


SRTTTT


Bayangan mulai berkumpul di tangan Jirou membentuk sebuah tombak bewarna hitam dengan dua mata pisau yang bercabang, Teng kembali membentuk senjata yang terbuat dari batu.


“Baiklah jika kau ingin melakukanya, Palu Batu Penghakiman”


GREKKKK


Batu yang berada di tangan Teng mulai mengubah bentuk, sebuah batu panjang dari dalam tanah tiba tiba saja muncul di depan Teng, batu ditanah mulai menyatu dengan batu yang berada di tangan Teng, sampai sebuah palu besar dari batu terbentuk kemudian.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2