Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Mari Ratakan


__ADS_3

.


.


.


Zunho yang sedari tadi menenteng topeng mulai mengenakanya di ikuti Xiaona, Yuan dan Jirou, terlihat guru pendamping mulai mengambil langkah langkah untuk menyerang namun Ketua Neuna mulai bertelepati kepada guru pembimbing agar menahan diri mereka, Ketua Neuna sengaja merencanakan ini semua agar mereka lebih lama berada di Hutan Suci untuk melatih kemampuan Zunho dan teman teman.


“Kalian para Master tahanlah kekuatan kalian, kita mundur dan biarkan mereka mendapat kursi utama dalam pertunjukan ini, kalian pasti paham apa yang aku bicarakan bukan ?”


Rein, Niyong, Fanwu dan Xinmei mendengarkan Ketua Neuna dengan saksama, mereka pun mengangguk dan mundur beberapa langkah begitupun Ketua Neuna, Zunho, Jirou, Yuan dan Xiaona maju ke depan sambil menyiapkan diri mereka.


Bandit mulai berlarian menerjang empat anak tersebut, mereka tidak memberikan celah kepada Zunho dan kawan kawan, namun itu bukan masalah bagi mereka.


“Mari kita bereskan dengan bersih dan terhormat”


Jirou membunyikan tanganya lalu berlari untuk menonjok salah satu bandit, Zunho dan yang lainya juga menggunakan hal yang sama yaitu menonjok bandit yang menganggu perjalan mereka.


“Makan ini kau orang tak jelas”


BUAGHHHH…BRASSS

__ADS_1


Jirou berhasil menonjok bibir salah satu bandit, Yuan tidak mau kalah dari Jirou, ia langsung menargetkan tangan kananya ke perut bandit yang siap menerjang dirinya saat ini.


“Pergi tidur sana”


BUAGHH…BRAKKKK


Yuan meninju perut bandit sekuat tenaga, bandit malang tersebut terlempar beberapa meter sampai dirinya berhenti dan menubruk pohon besar, Xiaona memandang bandit yang kini tengah diam di hadapanya.


“Mata mu itu, aku bisa melihatnya walaupun wajah mu tertutup topeng sekalipun, TAPARAN NAFSU !!”


PLAKKKKK…SIUUUU…BRASSSSS…BRAKKK


Tamparan Xiaona sangatlah kuat dan bergema, bandit itu terlempar beberapa meter, terdorong ke tanah dan berakhir di pohon besar di belakangnya.


Zunho berhadapan dengan bandit yang berbicara kepada rombongan mereka sebelumnya, bandit mengerakan pedang yang berada di tangan kananya menuju dada Zunho, ia dengan tenang menonjok wajah bandit sebelum ia melayangkan tebasanya lebih jauh lagi.


BUAGHHHHH...BRASSS


Bandit terlempar dengan pedang di tanganya lalu mendarat di tanah, bisa dipastikan mereka akan tidur selama berjam jam atau mungkin berhari hari, Zunho menghela nafas di balik topeng.


“Pedang ditangan kalian itu tidak memiliki fungsi apapun jika kalian tidak menggerakanya”

__ADS_1


Jirou, Yuan dan Xiaona menghampiri Zunho yang masih memandang bandit yang terkapar jauh di sana, Jirou mulai membuka pembicaraan kepada Zunho.


“Mereka punya pedang namun mereka tidak bisa melukai kita” ujar Jirou menggaruk punggungnya yang gatal.


“Mungkin mereka terlalu gugup berhadapan kita” balas Yuan.


“Ya mungkin karena pengaruh topeng ini” ucap Xiaona sambil menunjuk topeng yang ia kenalan.


“Yah apapun alasanya, kini mereka sudah bermimpi indah, alangkah baiknya kita jangan mengganggu mereka, mari kita berjalan menghampiri Ketua Neuna dan Master” ucap Zunho sambil berjalan ke belakang.


Mereka berempat berjalan menuju Ketua Neuna dan guru pendamping mereka, saat berada di hadapan mereka, Ketua Neuna membuka mulutnya untuk bertanya.


“Kalian sangatlah hebat, bahkan kalian tidak menggunakan energi kehidupan kalian sedikit pun saat melawan mereka, apakah kalian sudah memiliki nama grup yang akan membawa nama Akademi Daratan saat Ujian Saudara ?”


Zunho, Jirou, Yuan dan Xiaona mengangguk bersamaan sambil membalas pertanyaan Ketua Neuna dengan 2 kalimat.


“Pelindung Darat”


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2