Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Jamuan Makan Malam


__ADS_3

.


.


.


Setelah mendapatkan undangan jamuan dari ketua Song, Zunho, Jirou, Yuan dan Xiaona bersiap siap, Jirou merekomendasikan penginapan yang pernah mereka kunjungi 6 tahun yang lalu saat Ujian Saudara kepada keluarga nya, ayah Jirou yang merupakan ketua Sekte Deng mengikuti saran anak nya tersebut.


BUGHHHHH


Wajah Zunho tertutup sebuah kain, ia pun mengambil kain dari wajahnya tersebut, terdengar suara tawa dari gadis gadis saat kain tersebut mengenai wajah Zunho, ia menatap Xiaona dan Yuan sedang menertawakan dirinya, Zunho menghela nafas lalu bangkit dari kasurnya kemudian berjalan menuju Xiaona dan Yuan.


Xiaona dan Yuan mundur ke belakang sampai mereka berada di tembok penginapan, Zunho meletakan tangan kananya di sebelah kepala Yuan sedangkan tangan kirinya di sebelah Xiaona, ia memandang lekat kedua gadis yang mulai tertunduk kebawah.


“Kalian terus melakukan ini kepada ku, jika sekali lagi kalian melakukanya, maka” Zunho memandang ke arah lantai.


Yuan dan Xiaona terpaku selama beberapa menit, ia memahami apa yang dimaksud Zunho, jika mereka berdua masih menjahili Zunho seperti tadi maka Zunho tidak mempunyai pilihan selain menarik mereka ke ranjang dan menghukum mereka satu persatu.

__ADS_1


Zunho tersenyum kejam sebelum kembali ke kondisi semula, wajah Xiaona dan Yuan seketika merah padam saat Zunho berkata seperti itu, Zunho tertawa sebentar sebelum menjelaskan kepada mereka berdua bahwa ia tidak benar benar serius dengan ucapan yang barusan ia katakan.


“Tenang sahabat sahabat ku, aku tidak akan macam macam dengan kalian, aku tidak akan pernah menaiki kalian, kalian sudah ku anggap sebagai keluarga sendiri, ya aku harus melindunginya bukan merusaknya.”


Yuan dan Xiaona mendongakan wajah nya, senyum dari kedua gadis itu terpancar di wajah mereka.


“Kami berdua berjanji akan memukul kepunyaan mu itu jika berani menaiki kami” ucap Xiaona dengan nada intimidasi.


Zunho menahan senyum di wajahnya sambil mengangguk pelan.


Yuan dan Xiaona langsung memeluk Zunho bersamaan, Zunho membalas pelukan mereka berdua dengan hangat, saat tengah menikmati sebuah pelukan, tiba tiba sebuah tangan dengan mudahnya ikut berpelukan.


“Aku dan Yuan tidak akan pernah memeluk kau Jirou, karena otak mu yang selalu kotor itu” ucap Xiaona dengan nada ejekan.


Setelah berpelukan selama beberapa menit akhirnya mereka melepaskan pelukan masing masing, mereka merapikan baju mereka lalu berjalan menuju lantai dasar untuk pergi menuju kediaman Sekte Song.


Sesampainya di lantai dasar, terlihat keluarga Jirou sedang menunggu untuk pergi bersama ke acara, mereka semua berjalan keluar dari penginapan, Zunho dan Jirou berbicara ringan mengenai apa kegiatan yang mereka lakukan setelah tamat dari akademi, ayah Jirou memandangi ke arah belakang, dimana anaknya dan Zunho terlihat bahagia satu sama lain, senyuman tipis di wajah ayah Jirou terukir.

__ADS_1


Setelah beberapa saat berjalan kaki, mereka semua akhirnya sampai di kediamanan keluarga Song, ayah Jirou mengetahui letak kediaman keluarga Song karena sebelum menyelenggarakan festival, ia terlebih dahulu berkunjung ke kediaman keluarga Song.


“Kalian sudah sampai, ayo masuklah ke dalam” ayah Jiaolin keluar dari dalam rumahnya, ia mempersilahkan masuk semua orang yang baru saja datang.


Saat berada di dalam rumah, ada seorang pria tua dengan kharisma yang cukup tinggi sedang duduk sambil menyeruput teh, pria tua itu kemudian mengalihkan pandanganya kepada rombongan yang baru saja datang.


“Selamat datang keluarga Deng, saya sangat terhibur dengan festival yang kalian selenggarakan tadi” ucap orang tersebut.


Ayah Jirou membungkukan setengah kepalanya di ikuti yang lain.


“Sebuah kehormatan bisa membuat anda senang, yang mulia Cai Sang”


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2