
.
.
.
Ke esokan paginya Sharai bangun terlebih dahulu ketimbang Zunho, ia masuk ke kamar Zunho dan berniat mengerjainya, Sharai menggerakan tangan berbulunya ke hidung Zunho lalu mulai menggosok.
Sebagian bulu bulu di tangan Sharai memasuki dua buah lubang hidung Zunho yang sedang terlelap tidur, sampai sebuah tarikan nafas bersiap untuk bersin di keluarkan Zunho.
“Ha\~ha\~hachuuuu” Zunho mengusap hidungnya sambil membuka mata.
Sharai terlihat dengan seringai jahil di wajahnya, Zunho tersenyum paksa memandang kelakuan jahil Sharai sambil mengucapkan selamat pagi kepada beruang hitam tersebut.
“Selamat pagi Sharai” Zunho berbicara sambil merapatkan gigi atas dan bawahnya.
Sharai tertawa lalu membalas sapaan selamat pagi Zunho, mereka berdua berjalan ke dapur untuk sarapan, hari ini Sharai ingin mengajarkan Zunho kemampuan teleportasi, Sharai sebenarnya tidak ingin mengajarkan hal ini kepada Zunho namun keadaan saat ini harus membuat Sharai melakukanya.
Setelah selesai memakan sarapan pagi yang nikmat, Sharai dan Zunho berjalan keluar menuju hutan, sepanjang jalan Sharai memberitahu Zunho bahwa kemampuan teleportasi akan sedikit menyakitkan karena energi kehidupan yang akan di keluarkan harus benar benar menyatu dengan alam, selain itu para pengguna teleportasi harus memiliki tujuan yang ingin di capai.
__ADS_1
“Baiklah, kita sudah sampai, mari belajar, kemampuan ini sebenarnya sama saja dengan langkah angin milik mu namun kali ini hanya memerlukan pikiran dan energi kehidupan yang menyatu pada alam saja agar kemampuan teleportasi bisa digunakan, begini contohnya” Sharai menjelaskan sambil menujuk sebuah batu besar di depan mereka.
Sharai menatap fokus batu sambil menyalurkan energi kehidupanya dengan alam sekitar, ia juga menanamkan tujuan arah teleportasi menuju batu.
BUSHHHHHH
Bulu bulu Sharai bertebangan, kini beruang hitam tersebut hilang dan tiba tiba muncul di depan batu besar tersebut.
BUSHHHHH
Zunho menatap Sharai dengan tatapan serius, Sharai kembali berjalan ke arah Zunho lalu menyuruhnya untuk melakukan tahap tahap teleportasi.
Zunho mulai melakukan apa yang di katakan Sharai, ia menyalurkan energi kehidupan di tubuhnya dan mencoba memfokuskan arah tujuanya ke batu di depan.
BUSHHHHHH
Zunho menghilang dengan daun daun berguguran, sesaat, Zunho memunculkan batang hidungnya namun ia berada di pohon sebelah kanan bukan di batu.
“Lagi” ucap Sharai.
__ADS_1
Zunho berjalan mengarah ke Sharai, ia mencoba berkali kali kemampuan teleportasi agar muncul tepat di hadapan batu di depanya, pohon besar, semak semak, batu batu sedang berserakan menjadi tempat landasan Zunho yang gagal mencapai batu yang berjarak 5 meter di hadapan Sharai.
“Lagi”
Sharai terus memompa kemampuan teleportasi Zunho agar ia bisa mencapai batu di depan, namun Zunho seringkali muncul di area lain, Sharai memberitahukan Zunho bahwa pelatihan hari ini sudah cukup, Zunho berjalan mendekati Sharai.
Mereka berdua berjalan kembali menuju kediaman Sharai, sepanjang jalan Sharai bertanya kepada Zunho apakah ada hal hal aneh lainya yang terjadi kepada dirinya akhir akhir ini.
“Apakah ada kejadian yang tak masuk akal lainya yang terjadi kepadamu akhir akhir ini” tanya Sharai.
Zunho menengok ke arah Sharai sambil memberikan balasan pertanyaan beruang hitam itu.
“Cuma buku saja, tidak ada yang lain.” balas Zunho.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read