Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Pelenyapan Keluarga Kuan


__ADS_3

.


.


.


Setelah Zunho sampai di Benua Udara saat pagi hari, ini ia tengah menunggu matahari tenggelam agar rencana yang sudah ia buat matang matang bisa berjalan dengan lancar.


“Aku akan pergi nanti malam untuk urusan kecil, kau diamlah disini, isirahatlah karena kau pasti sangat lelah.” saran Zunho kepada Khunyi yang sudah menggati bajunya.


Khunyi menolak dan bersikeras ikut dengan Zunho namun pemuda itu menolaknya.


“Aku akan menemanimu.” Tawar Khunyi.


“Tidak, kau diamlah disini seperti perintah ku, aku akan segera kembali.” Zunho meyakinkan Khunyi.


Khunyi tak memiliki pilihan selain mengikuti perintah Zunho, jam demi jam mulau terlewati sampai pada akhirnya waktu yang ditunggu Zunho telah tiba, segera ia berjalan keluar dari penginapan.


Zunho berjalan ke Tenggara kota seperti cerita Khunyi sebelumnya yang mengatakan bahwa keluarga Kuan mendiami sebuah rumah yang ada di Tenggara kota Vei.


Sesampainya di sana Zunho melihat rumah besar ala bangsawan dengan ukiran K, Zunho mulai melancarkan siasat miliknya.


TOK\~TOK\~TOK


Zunho mengetuk pintu rumah sambil memegang botol ramuan di tangan kirinya, tak lama kemudian keluarlah seorang wanita muda yang seumuran seperti Zunho, wanita itu mulai bertanya apa kemauan Zunho.

__ADS_1


“Siapa anda dan kenapa anda datang di kediaman Kuan ?” Tanya wanita dengan waspada.


Zunho mulai mengeluarkan kalimat yang sebelumnya sudah ia rangkai.


“Saya ingin menawarkan ramuan ini, saya sudah menawarkan ramuan ini pada para warga namun banyak dari mereka tidak mau membeli ramuan ini sampai salah satu dari mereka menyarankan agar pergi menuju kediaman keluarga Kuan.” Jelas Zunho.


Wanita memandang ramuan yang ada di tangan Zunho lalu dengan mudahnya menyuruh Zunho masuk ke dalam rumah.


“Masuk, mungkin kau bisa bernegosiasi dengan ayah.” Wanita menyuruh Zunho masuk.


Zunho dengan senang hati melakukanya, ia diarahkan wanita menuju ruang makan, sesampainya di ruang makan terlihat 3 orang sedang makan, sepasangan suami istri yang sudah tua dan 1 orang pemuda laki laki yang berusia seumuran Zunho.


“Ayah pria ini ingin menawarkan ramuan, apakah ayah tertarik ?” Tanya wanita kepada pria yang tak lain ayahnya.


“Ramuan apa ini ?“ Tanya pria tua itu.


“Penyembuh durasi 5 menit, termasuk luka yang paling parah sekalipun” Zunho menjelaskan manfaat ramuan.


“Aku akan membelinya.” Pria menjauh dari Zunho untuk mengambil beberap koin.


Zunho memberikan ramuan kepada wanita di sebelahnya lalu mengeluarkan Pedang Kerakusan dengan cepat.


SLASHHHH


Zunho menebas leher wanita di sebelahnya, sontak mereka yang ada di meja makan mulai panik dan berlarian menyelamatkan diri.

__ADS_1


“Langkah Angin” Zunho berlari menargetkan adik wanita.


SLASHHHH


Zunho berhasil menusuk dada pemuda tersebut, Zunho menargetkan kembali ibu anak tersebut yang terlihat histeris.


SLASHHHH


Zunho memunculkan kehadirnya di depan wanita lalu menusuk perutnya, sampai ia melihat anggota keluarga Kuan yang terakhir yaitu ayah si wanita.


SLASHHHH


Zunho berhasil membunuh semua anggota keluarga Kuan, ia mulai berjalan menyusuri rumah agar tidak ada anggota keluarga yang tersisa, di luar dugaan Zunho masih ada satu anggota keluarga Kuan yang masih bersembunyi saat ia mendengar suara teriakan di meja makan, namun Zunho tidak dapat menemukan kehadiran orang tersebut.


“Mungkin ini sudah semua.” Zunho meninggalkan rumah kediaman Kuang dengan santai.


Tanpa sepengetahuan Zunho, ia di ikuti oleh anggota keluarga Kuan yang masih tersisa sampai di penginapan, orang itu segera melapor kepada pihak kerajaan dan memberitahukan lokasi keberadaan Zunho.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2