
.
.
.
Ke esokan harinya Zunho, Jirou, Yuan dan Xiaona berjalan menuju Desa Sei, berhubung para petinggi akademi dan Ketua Neuna perlu pergi ke Benua Huanli untuk mengurus keperluan acara, akademi di liburkan selama seminggu, Ketua Neuna juga mengizinkan guru pendamping Zunho dan yang lainya ikut saat pergi ke Benua Lautan Huanli nanti.
Sepanjang jalan mata Jirou liar memandangi suasana jalan yang mereka lewati, Zunho yang melihat peluang untuk mengerjai Jirou mulai memikirkan sesuatu yang nakal di dalam pikiranya.
Saat Jirou sedang lengah, Zunho langsung mendekap mata Jirou, ia mulai meronta ronta meminta Zunho melepaskan tangan di matanya, Yuan dan Xiaona hanya tertawa melihat kelakukan mereka berdua, saat dirasa sudah cukup, Zunho membuka dekapan matanya.
Jirou membuka dan memejamkan matanya secara berulang ulang untuk membuat pandanganya kembali terbuka dengan jelas, ia berbalik ke arah Zunho yang saat ini sedang bersiul sambil memandang sebuah bangunan.
“Kau”
Jirou menarik hidung Zunho sekuat tenaga, ia memukul pelan tangan Jirou agar melepaskan tarikanya, Jirou menikmati momen tersebut dengan tertawa puas karena berhasil membalas perbuatan jahil Zunho sebelumnya.
“Haa, sudah puas ?” Ucap Zunho sambil menggaruk leher.
__ADS_1
“Iya sudah, aku tidak menyangka jika hidung mu akan bertambah bagus saat kau tumbuh” Jirou mulai memberikan pujian kepada Zunho.
“Ya hidungmu juga tak kalah bagus teman, coba saja tanya pada Yuan dan Xiaona, benarkan ?” Zunho mengalihkan pertanyaan kepada Yuan dan Xiaona.
“Tidak hahaha” Yuan dan Xiaona mengeluarkan kata yang sama dari mulut mereka lalu menertawakan Jirou.
Jirou memasang muka cemberut, ia mengalihkan padanganya ke arah lain lalu berjalan meninggalkan Zunho, Yuan dan Xiaona, mereka bertiga mulai berjalan di belakang Jirou untuk kembali berjalan menuju Desa yang sebelumnya terpotong oleh permainan anak anak Zunho dan Jirou.
Saat mereka melewati sebuah pasar, Jirou tiba tiba berhenti di sebuah kedai yang menjual berbagai macam aksesori seperti topeng, gelang, kalung, anting dan lain sebagainya, Jirou langsung mengubah arah tujuanya menuju kedai tersebut, ia melihat sebuah topeng binatang yang bagus, Zunho, Yuan dan Xiaona datag menyusul Jirou.
“Bagus kan, bagaimana jika kita memakai topeng ini saat Ujian Saudara nanti ?” Jirou berbicara sambil memilih milih topeng.
Jirou terhenti di topeng Serigala bewarna hitam dengan ukiran gelombang merah di wajahnya, sedangkan Xiaona berhenti di topeng Rubah bewarna hitam yang mempunyai motif sama dengan topeng serigala Jirou, Xiaona mulai memberikan saran kepada Yuan dan Zunho yang saat ini masih mencari topeng mereka.
“Bagaimana jika kita berpasangan, aku dan Jirou bewarna hitam, sedangkan kalian bewarna putih ?” Xiaona tersenyum kepada Zunho dan Yuan.
Paman penjual menyela pembicaraan Xiaona kemudian, karena mendengar topeng putih.
“Topeng putih berpasangan, aku ada kebetulan ini barang baru, aku akan menjualnya kepada kalian hari ini jika kalian mau”
__ADS_1
Penjual berjalan ke dalam kedai untuk mengambil topeng tersebut, tak lama kemudian paman penjual dengan dua topeng berbentuk Kucing dan Kelinci dengan motif gelombang merah dan latar putih menghiasi topeng.
Zunho dan Yuan meraih topeng tersebut, lalu membolak balikanya untuk melihat kondisi topeng lebih jelas lagi, ia dan Yuan memutuskan membeli topeng putih ini, Zunho bertanya kepada penjual, berapa harga ke empat topeng ini.
“Berhubung kalian menyukai topeng nya, aku akan memberikan harga 20 koin perak saja” ucap penjual dengan senyum di wajahnya
Zunho mengeluarkan bingkisan di dalam saku jubahnya lalu mengambil 20 koin perak dan menyerahkanya kepada paman penjual.
“Terima kasih nak, semoga topeng itu bisa bermanfaat untuk kalian”
“Terima kasih kembali paman”
Zunho dan teman temanya pergi meninggalkan kedai.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read