
.
.
.
“Apa yang akan kutangkap hari ini”
Zunho tengah berpikir di dapur sambil memilih pisau dapur yang akan ia kenakan hari ini untuk berburu, ia berpikir sambil memejamkan matanya agar sebuah pencerahan terlintas di kepalanya di hari sabtu yang indah ini.
“Hanya membuat kepala ku lebih sakit saja, Sapi Badak adalah jawaban yang tepat”
Zunho mengambil pisau dapur dan berjalan keluar menuju kamar, ia mengenakan jubah miliknya, setelah selesai Zunho keluar dari kamar asrama, ia menutup dan mengunci pintu asrama, Zunho berjalan menuruni anak tangga menuju lantai dasar, saat sampai di bawah, ia melihat Jirou, Yuan dan Xiaona sedang berkumpul seperti semut.
Zunho mendekatkan telinganya tanpa sepengetahuan mereka.
“Dua minggu lagi ya, kau dapat kabar dari mana Xiaona” ucap Jirou dengan nada bingung.
“Aku mengetahui kabarnya dari Master, katanya tim akan dibentuk dua orang, kalo tidak salah kau akan melawan orang yang mencemooh kita kemaren ?” Ucap Xiaona dengan nada pelan.
“Apakah kau mengetahui siapa pasangan ku yang akan ikut dalam ujian akademi nanti ?” Ucap Jirou dengan nada penasaran
“Kata guru sewaktu menyusup ke acara rapat petinggi akademi, kau akan berpasangan dengan Zunho”
Zunho mengelus dagunya, ia meraih bahu Jirou lalu berbicara pelan kepadanya.
“Apa yang sedang kalian bicarakan ?”
Ketiga anak tersebut berbalik dan mendapati Zunho sedang tersenyum mengerikan menatap mereka, Jirou dengan cepat menginjak kaki Zunho karena mengendap endap.
__ADS_1
“Kau ini menganggetkan saja, apakah aku harus mengulang kembali apa yang aku dan Xiaona bicarakan ?” Ucap Jirou.
“Tidak perlu, aku sudah mendengarnya, ya dua minggu bukan lah waktu yang banyak, sebaiknya kita latihan dari sekarang”
“BETULLL” ketiga anak bersorak semangat dengan kata yang sama.
Yuan menatap Zunho dengan tatapan penasaran, ia bertanya kepada Zunho kemudian.
“Kau akan pergi ke mana ?”
“Aku akan berburu, mau ikut”
“TIDAK”
Ketiga anak itu berlari saat Zunho berkata” apakah kalian ingin ikut, ia tertawa pelan sebelum berjalan menuju gerbang akademi.
Hutan Misteri.
Zunho menatap mahluk aneh di depanya yang sedang mencari cacing, ia mengawasi mahluk tersebut di balik semak semak, saat Kambing Ayam mulai lengah, Zunho mulai berlari sambil mengarah mahluk tersebut, ia juga menjatuhkan karung di tanah.
SRASHHHHH
Darah segar mengalir di bokong hewan, Kambing ayam mulai merengek kesakitan, Zunho memanfaatkan situasi untuk pergi ke area leher.
SRASHHHH
Darah segar kembali menciprat wajah Zunho, ia menghela nafas terlebih dahulu sebelum melanjutkan kembali kegiatan penjarahan, Zunho berjalan mengambil karung yang ia letakan begitu saja di tanah, ia memotong bagian kepala, daging, kaki serta ekor seperti biasa.
“Aku akan memberikan daging ini kepada Master”
__ADS_1
Zunho berjalan menuju telaga yang pernah ia singgahi sebelumnya, sesampainya di telaga Zunho langsung mengambil air dengan tangan lalu mengguyurkan air tersebut ke jubah serta celana miliknya, ia menggosok jubah dan celana miliknya yang penuh noda darah dengan tangan kosong.
Setelah dirasa cukup bersih, Zunho langsung bergegas kembali ke Kota Sie untuk menjual barang jarahan serta memberikan daging kepada Rein.
Kediaman Rein
TOK TOK TOK
Zunho mengetuk pintu rumah Rein, tak lama kemudian Rein keluar dari dalam rumah.
“Zunho, apakah kau perlu sesuatu”
Zunho meletakan karungnya di tanah lalu mengambil daging yang ia bawakan untuk Rein, ia menyerahkanya kepada Rein kemudian.
“Ini Master, buat anda”
Rein tersenyum saat Zunho memberinya daging, ia meraih daging dengan lembut lalu berkata.
“Terima kasih Zunho”
“Tidak apa Master, saya harap anda menyukainya”
Zunho membungkukan badanya lalu pergi dari rumah Rein untuk menjual barang lainya.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read