
.
.
.
“Apakah kau benar benar tidak ingin aku antar Zunho ?” Tanya Feng dengan nada sedih
“Tidak paman, aku bisa sendiri, terima kasih untuk tawaranya, kalau begitu aku pergi dulu ya, aku akan meluangkan waktu ku untuk berkunjung lagi ke sini, paman dan bibi tenang saja”
“Awas saja jika kau ingkar janji Zunho” Kini Lian lah yang membalas pernyataan Zunho, ia sedikit sedih karena Zunho akan pergi kembali menuju akademi.
Zunho tersenyum sambil membuka pintu, ia berjalan keluar lalu menutup pintu, Zunho langsung mengenakan topeng yang ia beli beberapa hari yang lalu, ia mulai berjalan menuju Kota Sie untuk kembali ke asrama, saat berada di perempatan, secara kebetulan Yuan, Jirou dan Xiaona datang dari arah kiri perempatan.
Zunho memandangi teman mereka yang sudah mengenakan topeng seperti dirinya, mungkin mereka sudah mulai menyukai identitas baru mereka.
“Wah kebetulan, kami baru saja ingin menjemputmu Zunho” ucap Jirou.
“Ya terima kasih untuk kebaikan mu Jirou, aku akan membalasnya nanti, mungkin dengan satu buah permen”
__ADS_1
Jirou membuat wajah cemberut, Yuan dan Xiaona ingin tertawa namun mereka masih menahanya di balik topeng, Jirou kembali berjalan pergi meninggalkan ketiga sahabat nya tersebut, Zunho, Yuan dan Xiaona langsung berjalan mengikuti Jirou.
Mereka berempat mulai menyusuri jalan untuk kembali ke Kota Sie, suasana perjalanan membuat mata Zunho sedikit merasakan kantuk begitu juga dengan Jirou, Yuan dan Xiaona mulai berjalan menuju mereka berdua, kedua anak gadis tersebut menginjak kaki Zunho dan Xiaona secara bersamaan.
“ADUH !!” Zunho dan Jirou sambil mengangkat kaki mereka yang sakit.
Yuan dan Xiaona pergi berlari menghindari amukan kedua anak lelaki tersebut, Zunho dan Jirou berlari ke arah Xiaona lalu menangkap dan menyentil telinga kananya sampai bewarna merah.
“Aduh sakit” ucap Xiaona sambil memegangi telinganya yang sakit.
“Jangan berlebihan Xiaona, sakit nya akan hilang sebentar lagi, tenang saja” ucap Zunho sambil memandang ke arah belakang dimana Xiaona masih mengusap telinganya.
“Ayo gelitiki dia Zunho”
“A-aku tidak bisa menyentuh badan Yuan, mungkin Xiaona berkenan, bagaimana apakah kamu ingin bersekutu ?” Tanya Zunho kepada Xiaona yang memandangi Yuan.
“Tidak mau”
Xiaona kembali berjalan menuju Jirou, saat sudah dekat dengan Yuan, ia langsung berjongkok sambil mengelitiki pinggang milik Yuan.
__ADS_1
“Hahaha awas kalian bertiga haha hentikan ini geli hahaha lepaskan lah aku haha aku tidak akan jahil lagi hahaha”
Jirou melepaskan tanganya dari badan Yuan, Xiaona pun menarik kembali jari jarinya yang sudah puas menggelitik Yuan hingga bajunya berantakan, ia membereskan bajunya serta topeng yang ia kenakan lalu kembali berjalan, Zunho merasakan sedikit kebersamaan saat bercanda bersama mereka bertiga, ia harap semua kesenangan ini tidak akan pernah berakhir.
Sepanjang jalan mereka mulai berbagi kisah mengenai kekuatan Akademi Lautan Gao dan Akademi Udara Gia, Zunho yang tak paham apa itu Benua Udara mulai bertanya kepada mereka bertiga.
“Aku tidak pernah tahu apa itu benua udara, apakah mereka benar benar hidup di atas udara ?”
Yuan, Jirou dan Xiaona memandang ke arah Zunho yang saat ini bingung, mereka bertiga mulai menertawakan ketidak tahuan Zunho, setelah puas berbicara, Yuan mulai membuka mulut memberikan penjelasan.
“Jadi benua udara itu bukan mereka yang tinggal di udara, mereka tinggal di benua yang sama seperti kita namun letak benua mereka sedikit tinggi dari benua kita dan benua lautan, benua mereka berada di barat, jika kita berjalan kaki mungkin akan memakan waktu 5 hari”
Zunho mendengarkan penjelasan Yuan, setelah mendapat penjelasan singkat dari Yuan, Zunho dan teman teman kembali melanjutkan perjalanan mereka.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read