
.
.
.
Pagi esoknya Zunho bangun lebih awal, ia pergi menjauhi kediaman Sharai mencari tempat yang lapang, Zunho memiliki rencana berlatih dengan energi kehidupan yang banyak di dalam dirinya.
Setelah berjalan sedikit jauh dari kediaman Sharai, Zunho menemukan sebuah lapangan luas, ia tanpa ragu menggunakan Langkah Angin miliknya lalu mengombinasikan nya dengan Tinju Angin.
“Langkah angin” Zunho melesat dengan perasaan bahagia.
SWUSSHHH...BUSHHHH
“Tinju Angin” Zunho meninju udara di depanya seolah olah target.
Setelah selesai menggunakan tinju angin, Zunho langsung mengguakan Tangan Angin miliknya, ia menepuk tanganya sampai membuat lapangan bergema dengan suara tepuk tangan.
“Tangan Angin”
CLAPPPPP
Dua telapak tangan yang terbentuk dari angin kemudian muncul begitu saja, Zunho menarik nafas perlahan lalu menghebuskanya, ia memandang lapangan terbuka tersebut dengan senyum lega.
__ADS_1
“Sangat disayangkan jika energi kehidupan yang ada di dalam tubuhku tidak di gunakan untuk membuat kemampuan baru, lebih baik aku bermeditasi terlebih dahulu dan menyisakan energi kehidupan sebagian di dantian” gumam Zunho.
Zunho duduk bersila sambil memejamkan matanya, ia menghirup udara segar di pagi hari, Zunho juga memikirkan kemampuan apa yang ingin ia buat.
“Aku memikirkan sebuah kemampuan yang berakibat fatal, seperti” gumam Zunho sambil menyalurkan energi kehidupan miliknya menuju dantian.
Setelah selesai menyalurkan sebagian ke dantian, Zunho mulau mencoba mengalirkan energi kehidupan ke punggung melalui meridian di tubuhnya, seketika angin mulai memadat saat menyentuh tubuh Zunho, ia pun membuka matanya.
“Padat, bagaimana jika aku berkata Sayap Angin”
BWUSSHHHHH
Sebuah sayap indah terbentuk di punggung Zunho, sayap burung camar bewarna hijau, sebuah senyum kembali terukir di wajah Zunho, ia mencoba mengepakan sayap ke depan agar membuat semburan angin kecil.
WUSHHHHH…BWUHHHHH
Sebuah angin tornado besar kemudian muncul begitu saja, tornado menabrak apapun yang ada di hadapanya, Zunho sedikit terkejut dengan kemampuan barunya ini, untungnya saat ini Zunho berada di tanah lapang, jika berada dekat dengan area kediaman Sharai maka bisa dipastikan Sharai akan mengamuk dan menendang bokong Zunho, angin tornado besar semakin menyusut dan menyusut sampai akhirnya hilang.
“Em aku akan menyembunyikan kemampuan ini, sebagai gantinya aku akan berlatih membuat kemampuan baru lainya, satu ide telah memasuki pikiran ku” Zunho menghilangkan sayap angin nya.
Zunho mengumpulkan energi kehidupan yang lumayan banyak di tangan kananya lalu berlari sambil melompat dan meninju tanah.
“TINJU TORNADO” Zunho berteriak saat dirinya akan mengirimkan tinju ke tanah.
__ADS_1
WUSHHHHHHH…BOMMMMMM
Tornado mini muncul di kepalan tangan Zunho, saat dia menghantamkan tinju ke tanah, sebuah lubang dengan diameter besar nan dalam terbentuk, Zunho terjatuh ke dalam kawah yang dalam tersebut, ia berjalan sambil memegang dinding kawah yang ia buat.
“Hehe, baiklah sekarang mari keluar, Sayap Angin” Zunho kembali memanggil sayap dan melesat keluar dari lubang yang dia buat.
Zunho mendarat di tanah, ia menghilangkan sayap lalu memanggil pedang Angin Kerakusan miliknya, Zunho menyalurkan banyak energi kehidupan kepada pedang dan sebagian ke tubuhnya, dia mulai berlari sambil berputar sebanyak 2 kali sambil mengayunkan pendangnya seirama dengan putaran tubuhnya.
“Mari kita coba, aku akan membuatkan teman untuk kemampuan Tarian Angin, yaitu Tarian Angin Malam” Zunho memberikan tebasanya ke udara kosong di depanya.
BWUSSHHHHH...BAMMMM
Sebuah tebasan dengan aura dingin dan mencekam keluar dari pedang Zunho, tebasan kemudian meledak jauh di depan, Zunho menghela nafas sambil menghilangkan pedang Kerakusan Angin kepunyaan nya.
“hhh leganya, air suci benar benar memberikan manfaat yang banyak untuk tubuh ku, aku bahkan bisa membuat 3 kemampuan dengan daya serang yang lumayan mengerikan, lebih baik aku kembali ke rumah Sharai” Zunho berjalan santai menuju kediaman Sharai.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1