
.
.
.
Sharai menjelaskan kepada Zunho sepanjang jalan bahwa air yang ada di dalam kuil merupakan air seni Sharai, beruang itu memindahkan air suci ke dimensi ini dengan izin Dewi Air agar tetap suci.
Zunho bersyukur karena dirinya tidak sempat meneguk air tersebut, Sharai kembali menjelaskan kepada Zunho jika air seni nya tersebut berhubungan dengan dirinya, jika seseorang berhasil memecahkan pelindung kolam dan mendekati air tersebut lalu mengambil nya beberapa, maka air akan mulai menyedut orang tersebut ke dalam dimensi putih dimana dia akan berhadapan dengan Sharai.
“Begitu rupanya, berarti kau sudah banyak menghabisi orang orang yang menurutmu mencari keuntungan air suci” tanya Zunho.
“Ya tepat sekali, saat orang itu sudah masuk ke dimensi putih, maka aku akan langsung menghabisinya, aku juga akan bertanya tujuan orang itu datang ke sini” balas Sharai namun ia tidak memberitahukan kemampuan khusus miliknya kepada Zunho.
Zunho mengangguk sambil memandang kembali jalan yang ia telusuri bersama Sharai, setelah sampai di sebuah air terjun jernih, Sharai mengatakan bahwa mereka sudah sampai dan menyuruh Zunho meminum air terlebih dahulu kemudian masuk dan bermeditasi di bawah air terjun.
__ADS_1
Zunho menaikan alis sebelahnya, sebuah pertanyaan kembali Zunho pertanyakan kepada Sharai, apakah dirinya boleh melakukan meditasi di air suci.
“Apakah tidak apa apa jika aku bermeditasi di sini, jika aku berkubang di air terjun maka air ini akan kehilangan kesucianya” Zunho bertanya kepada Shirai.
“Aiya kau tak perlu risau, air suci akan selalu berganti jika kotor namun air tidak akan pernah terisi lagi seperti yang ku bilang sebelumnya, jika ada orang dengan niat mencari keuntungan dari air suci ini dan berhasil mendapatkanya maka air tidak akan pernah terisi lagi” Jelas Shirai sambil menggaruk kepalanya dengan kaki depanya.
Zunho tersenyum lalu berjalan menuju air suci, ia mengambil air dengan kedua telapak tanganya yang ia satukan lalu meminumnya, air benar benar segar dan manis setelah Zunho memasukanya ke mulut dan menurunkan nya ke tenggorokan.
“Segarnya” Zunho tersenyum tipis.
“Buka baju mu, bermeditasi lah” Sharai datang dan berdiri di sebelah Zunho.
Setelah sampai di air terjun, Zunho berbalik menghadap Sharai lalu duduk bersila sambil memejamkan matanya, Zunho mulai menarik nafas perlahan lalu membuangnya, ia juga menghilangkan pikiran yang tak perlu, ranah pelangi Zunho kemudian keluar dari pundak nya, kini ranah pelangi sudah berada di tahap hijau.
“Air Suci benar benar menjalankan tugasnya dengan baik, air akan merestui orang yang berhati tulus, seingat ku dia hanya sampai di ranah kuning kemaren, kini ia langsung berada di ranah hijau, sungguh hebat” gumam Sharai sambil meletakan cakarnya di dagu.
__ADS_1
Zunho merasa air dan dirinya menyatu satu sama lain, energi kehidupan serasa bertambah ke dalam tubuhnya, ia tidak pernah merasakan energi kehidupan sebesar ini masuk ke dalam tubuhnya, saat Zunho sedang merasakan tenangnya bermeditasi, tiba tiba ada rasa nyeri hinggap di bahu Zunho.
“Apa ini, kenapa punggung ku mendadak terasa nyeri seperti ini” Zunho membuka matanya, Sharai menyadari Zunho sedang terganggu meditasinya, Sharai kemudian berjalan masuk ke air suci.
“Biarkan aku yang memastikanya” Sharai berjalan ke punggung Zunho.
Saat sampai di belakang Zunho, Sharai di buat terkejut dengan sebuah tanda yang hinggap di punggung Zunho sekarang ini.
Berikut Gambaran Air Suci yang dipindahkan Sharai dari kuil menuju dimensi dimana ia tinggal, Sharai meletakan air suci di sebuah air terjun yang ia buat khusus dengan kemampuan alam buatan miliknya.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read