
.
.
.
“Kenapa kau berubah menjadi jahat Jirou ?!” Kesal Yuan sambil mengarahkan tinjunya kepada Jirou.
Jirou menjawab dengan santai bahwa ia ingin menguasai dunia dan menjadi yang terkuat, seperti halnya Putri Nanxie, mata Jirou pun ikut berubah pupilnya saat bertarung dengan 5 penerus Dewa Kehidupan.
“Mengusasi Dunia dan diakui sebagai yang terkuat.” Jirou meninju wajah Mabao yang secara dadakan tiba di sebelah kiri Jirou.
BUMMMMMMM
Mabao terpental beberapa meter sampai ia dihentikan batu di belakangnya, Boyu tidak biasanya terpancing emosi, kali ini ia mulai membara dengan api di tubuhnya.
“MABAO, BANGSAT KAU, TUBUH API !!” Boyu berubah sepenuhnya menjadi monster api.
Segera Boyu menghantamkan api menuju Jirou yang terlihat santai menghindari setiap pukulan yang dilayangkan Xiaona, Yuan dan Jiaolin.
Kali ini ranah pelangi bertebaran di mana mana, Mabao segera bangkit dan berlari sambil membentangkan tangan nya mengarah Jirou.
“CAKAR HARIMAU AGUNG PONDASI I” geram Mabao pada Jirou.
“He kemampuan baru, sangat lemah, TENTAKEL BAYANGAN.”
__ADS_1
BWUSH…BWUSH..BWUSHH
Tentakel hitam yang ada di bawa tanah tumbuh menjulang, mencoba menusuk Mabao yang tengah berlari kencang menuju Jirou namun tak ada satupun tentakel yang berhasil menghentikan langkah Mabao.
“HE !!” Mabao pun hilang dari pandangan Jirou.
Mabao kembali menampilkan dirinya tepat di belakang Jirou, mencakar punggung Jirou kuat kuat sampai pemuda itu terpental ke tanah karena cakaran yang diberikan Mabao.
SRASHHHH…BUMMMM…SREKKK
Jirou terkapar di tanah, ia mulai emosi dengan Mabao, ia mengarahkan seranganya menuju Mabao yang saat ini tengah tersenyum penuh kemenangan.
“Ho lemah sekali, aku kira kau bakal lebih hebat dari kami.” Celetuk Mabao sambil meludah ke samping.
“Bukankah itu Tongkat Buaya Hitam ?!” Kaget patriak Yenbu.
Jirou kembali memposisikan tubunya tepat berhadapan dengan Boyu, Yuan, Xiaona, Mabao dan Jiaolin.
“Sangat disayangkan bocah angin tidak bisa melihat kekuatan ku saat ini.” Jirou kembali melesat dengan tongkat hitam di tanganya.
BWUSHHH…PLAKKKK…BRUSHHH
Jirou memukul bagian tubuh teman temanya, membuat penerus dewa kehidupan termundur beberapa langkah, dibuat kembali menyerang Jirou.
“AKAR MATAHARI !!” kekecewaan Xiaona bercampur dengan amarah
__ADS_1
“CINCIN API.” Boyu menimpali.
“CAKAR HARIMAU AGUNG PONDASI II.” Mabao meletakan kehadiranya di tengah tengah kemampuan Boyu dan Xiaona.
BUMMMMMMM
Ledakan dasyat tercipta tepat dimana Jirou berdiri, sontak mereka menghela nafas, Boyu mulai khawatir kepada Mabao yang saat ini sudah mengeluarkan kemampuan yang terlalu beresiko.
“Jangan terlalu banyak di keluarkan, nanti Jirou bisa melihat celah ku.” saran Boyu pada Mabao.
“Baiklah baiklah, aku akan berhenti.” Mabao mengiyakan saran sahabatnya tersebut.
Saat asap hilang, terlihat kepala tengkorak bewarna hitam menutupi tubuh Jirou, pemuda itu mulai tertawa sambil mencemooh kemampuan yang dilemparkan Boyu, Mabao dan Xiaona.
“Haha menarik sungguh menarik, mungkin bisa membunuh se ekor lalat namun tidak bisa membunuh se ekor elang, RAKSASA KERANGKA BAYANGAN.” Jirou berdiri di kepala kerangka bayangan yang mulai tumbuh tinggi hampir mencapai langit.
Mabao dibuat tertantang, segera ia membuat tubuhnya ikut besar sama seperti raksasa milik Jirou yang kini dilengkapi Tongkat Buaya Hitam di tangan kananya.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1