Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Pengantaran Pil Kijang Abadi


__ADS_3

.


.


.


Sore harinya Zunho dan bapak penginapan mengantarkan pil ke Kerajaan Rose Hou, sepanjang jalan mereka berdua saling berbicara satu sama lain, bapak penginapan lupa menanyakan nama Zunho, ia mulai bertanya agar lebih mudah akrab dengan Zunho.


“Nak, boleh kah bapak tahu siapa nama mu ?” Tanya bapak penginapan kepada Zunho yang saat ini sedang memandang jalan di depan mereka.


“Saya Xu Zunho pak” jawab Zunho dengan nada sopan.


Bapak penginapan mulai memperkenalkan dirinya kepada Zunho.


“Nama yang bagus, perkenalkan nama bapak Ae Mahna”


Zunho melirik bapak dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya.


“Senang bisa mengetahui nama anda pak Manha” balas Zunho kembali dengan nada sopan.


Setelah mereka berjalan cukup jauh untuk menempuh istana Rose Hou, akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan besar kediaman raja, mereka kemudian berjalan masuk ke gerbang istana yang dijaga beberapa prajurit.


Para prajurit mulai mempertanyakan kemauan Zunho dan bapak Manha, Zunho membuka mulutnya untuk menjelaskan bahwa mereka datang ke istana untuk mengantarkan pil Kijang Abadi untuk Raja Sang.

__ADS_1


“Saya dan bapak Manha ingin mengantarkan pil Kijang Abadi ini untuk yang mulia Sang” ucap Zunho sambil menunjuk pil yang ada di tangan bapak Manha.


Para prajurit bertatapan satu sama lain lalu menangguk, para prajurit mengizinkan masuk Zunho dan bapak Manha, salah satu prajurit juga menawarkan diri untuk mengantar Zunho dan bapak Manhwa sampai ke ruangan Singgasana.


Zunho dan bapak Manha menerima tawaran prajurit tersebut dengan senang hati, mereka berdua berjalan masuk mengikuti langkah prajurit yang terlebih dahulu masuk, Zunho memandangi ruangan yang ia lalui dengan sedikit kekaguman, setelah sampai di ruangan singgasana, prajurit yang mengantarkan Zunho dan pak Manha mulai mengetuk pintu ruang singgasana.


TOK TOK TOK


Prajurit membuka pelan pintu ruang singgasana, prajurit masuk di ikuti Zunho dan pak Manha, saat masuk ke dalam ruangan singgasana, Zunho kembali melihat putri Nanxie yang terlihat memberikan sesuatu kepada raja.


“Ayah bagaimana kalo seperti ini ?” Tanya putri Nanxie kepada ayahnya.


Raja mengambil kertas yang ada di tangan putri Nanxie lalu melihatnya secara saksama.


Raja Sang menyadari kehadiran orang di belakang putrinya, dia langsung bangkit dari kursi singgasana nya, melihat ayahnya berdiri dari kursinya, putri Nanxie lantas menengok ke belakang dan mendapati Zunho dan seorang pak tua, wajah putri Nanxie kembali dibuat tersenyum saat melihat kehadiran Zunho.


“Mungkin mengarahkan pandangan ke arah lain seperti ini lebih bagus ketimbang mengarahkanya kepada putri Nanxie” gumam Zunho di dalam hatinya saat melihat kehadiran putri Nanxie.


Bapak Manha berjalan maju dan berdiri di samping prajurit yang mengantarkan mereka, raja Sang berjalan ke arah bapak Manha lalu menatap toples yang ada di tangan bapak Manha.


“Manha, akhirnya setelah sekian lama menunggu, kini pil nya sudah jadi” raja Sang sedikit mengeluh kepada bapak Manha.


“Maafkan saya yang mulia, saya tidak ingat dengan pesanan pil anda yang mulia” bapak Manha mulai mengeluarkan rasa bersalahnya kepada raja Sang.

__ADS_1


“Tidak apa, asalkan kamu sudah membuatkanya dan mengantarkanya hari ini, em ?” raja Sang mengalihkan pandanganya kepada Zunho yang saat ini masih memandang ruang singgasana.


Bapak Manha menjelaskan bahwa Zunho juga ikut membantu dirinya membuat pil, jika Zunho tidak membantu dirinya mencarikan bahan bahan pil, mungkin pengiriman pil tidak akan secepat ini.


“Terima kasih nak Zunho, kau sudah mau membantu Manha” ucap raja Sang sambil memandang Zunho.


Zunho mengalihkan pandanganya kepada raja Sang, ia tersenyum lalu berkata.


“Sama sama yang mulia Sang” Zunho menundukan setengah kepalanya ke arah raja Sang.


Setelah selesai menyerahkan pil dan menerima beberapa keping koin emas, Zunho dan bapak Manha izin undur diri untuk kembali ke penginapan, saat raja Sang ingin duduk di singgasana nya kembali, ia melirik anak gadisnya sekilas, terlihat wajah putri Nanxie sedikit terpesona dengan kehadiran Zunho.


“Hei kamu suka sama anak itu ?” Tanya raja Sang.


Putri Nanxie tersadar dari lamunanya lalu menggelengkan kepalanya beberapa kali.


“Hehe t-tidak ayah, a-aku izin pergi ke kamar dulu” putri Nanxie menundukan kepalanya ke arah raja Sang lalu pergi keluar dari ruang singgasana, raja Sang tertawa kecil melihat tingkah laku putrinya.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2