
.
.
.
Besoknya Zunho langsung pergi latihan ke halaman belakang kediaman Lian, ia kembali meditasi, Zunho harus meningkatkan kefokusan di dalam dirinya agar bisa menambah kultivasi sedikit demi sedikit.
Sesuai janji Zunho kemaren, hari ini ia akan berlatih jiwa bela diri pedang seperti kemauan Feng, ia membawa tongkat sapu yang sudah tak utuh lagi, berhubung Zunho tidak memiliki pedang, maka dia menggantikan fungsi sapu yang sebelumnya bertujuan membersihkan menjadi teman latihan.
“Huuuuu”
Zunho menarik nafas lalu mengeluarkanya secara perlahan, ia kembali memunculkan pelangi di pundak, Zunho memfokuskan energi tubuh nya ke pusat tubuhnya.
Saat sudah selesai bermeditasi, Zunho mengambil gagang sapu lalu berlari menuju sebuah pohon besar lainya yang berada di belakang pohon tumbang yang kemaren dia tinju.
“Langkah angin”
SWUSSHHH
“Tinju angin”
BAMMMM
Zunho meninju pohon dengan tangan kirinya untuk menumbangkan pohon tersebut, saat pohon mulai tumbang, ia kembali menggunakan kemampuan lainya.
“Tangan Angin”
HAPPP
Angin di sekitar pohon mulai memadat serta merubah bentuk menjadi tangan hijau raksasa, tangan meremas pohon dan menerbangkan serpihan serpihan kayu kayu besar yang berada di udara, Zunho kembali berlari dengan kemampuan langkah angin, ia menyerap banyak energi alam lalu memfokuskanya ke titik gagang yang ia genggam saat ini.
__ADS_1
“Tebasan Angin”
BRAKKKK
Kayu yang terkena tebasan angin Zunho terbelah dengan lurus, ia menarik nafas lalu membuangnya dengan perlahan.
“Mungkin aku harus menggandakan tebasanya, namun tidak hari ini karena aku sudah banyak mengeluarkan energi kehidupan angin di dalam tubuhku” gumam Zunho dalam hati.
Zunho berjalan kembali ke rumah kediaman Lian untuk beristirahat, saat mendekati area rumah, Zunho mendengar keributan yang datang dari area pintu, ia segera melihat apa yang sedang terjadi saat ini, terlihat sekumpulan orang menarik narik tangan Lian.
“Kenapa kalian ini, sudah aku bilang tidak ingin bayar pajak kepada kalian, KALIAN PIKIR KALIAN SIAPA”
BUAGHHH
Tamparan berhasil dilayangkan orang tersebut ke wajah Feng, ia langsung terjatuh ke lantai, Zunho mulai memandang dingin kehadiran orang tersebut, ia berjalan ke arah mereka sambil mencoba bernegosiasi.
“Kalian ingin melepaskan bibi ku atau kalian ingin ku pukul sampai tulang kalian bengkok ke sisi lain ?”
“Apa yang kau bicarakan anak kecil, ingin membengkok kan, haha jangan mimpi, SERANG !!”
Orang orang yang berada di belakang pria tersebut mulai berlari berhamburan menyerbu Zunho.
“Kesempatan tidak datang dua kali, Langkah angin”
SWUSHHHHH
Orang yang berlari menuju Zunho bingung kemana ia pergi, saat tengah lengah salah satu orang langsung mendapatkan hadiah dari Zunho.
“Tinju Angin”
SIUUUU…BUAAGHHHH
__ADS_1
Orang tersebut terpental sejauh 5 meter dari lokasi pertempuran, orang orang itu kembali menyerang Zunho secara bersamaan, Zunho kembali berlari dan memukul orang satu persatu dengan kemampuan tinju angin miliknya.
Pemimpin kumpulan orang orang aneh tersebut mulai meneguk liur, ia melihat anak buahnya yang saat ini sedang tak sadarkan diri berserakan dimana mana, orang tersebut mulai berlari menghindari Zunho, namun ia tidak bisa membiarkan orang itu pergi setelah apa yang dia lakukan kepada Lian.
“Langkah Angin”
Zunho kembali berhadapan dengan orang tersebut, senyum dingin keluar dari wajah orang itu saat Zunho tersenyum kepadanya.
“Tinju Angin”
SIUUUU…BUAGGGHHHHH
BAMMMM
Zunho memusatkan banyak energi ke tangan kananya lalu berusaha sekuat tenaga meninju pria tersebut, sampai pria itu melayang dan mendarat keras di tembok bahkan tembok langsung berasap putih saat orang itu mendarat di permukaan.
Zunho membereskan pakaianya lalu mendatangi Lian dan Feng yang ternganga memandangi aksinya, Zunho melambaikan tanganya di wajah mereka untuk membuat mereka kembali sadar.
“Lebih baik kita masuk, paman dan bibi”
“B-baiklah” ucap kedua pasangan suami istri tersebut sambil mengangguk.
Mereka berdua kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1