Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Perjodohan Deng Jirou dan Song Jiaolin


__ADS_3

.


.


.


Setelah selesai membungkukan badan, mereka semua kembali ke posisi normal, semua orang dipersilahkan duduk kembali ke tempat masing masing, Zunho dan teman temanya ikut duduk, mereka saat ini berseberangan dengan Laut Kehidupan.


Masing masing anggota saling bertatapan satu sama kecuali Zunho, Jirou menatap Jiaolin begitu pun sebaliknya, Boyu menatap Yuan sedangkan Mabao menatap Xiaona, Putri Nanxie sebenarnya menatap Zunho namun ia mengabaikan pandangan Putri Nanxie.


“Ini masih terlalu dini untuk cinta cintaan” gumam Zunho di dalam hati.


Ketua Song kembali membuka mulut untuk memberikan pernyataan kepada semua orang yang hadir malam ini, ia juga meminta persetujuan kepada pihak keluarga Deng.


“Saya Ketua Sekte, Song Bian meminta persetujuan kepada anda tuan Deng Yenbu untuk melakukan perjodohan antara Deng Jirou dengan putri saya Song Jiaolin” Bian dengan nada tenang mengukapkan maksud acara jamuan makan malam ini.


Suasana seketika hening, hanya tatap tatapan saja yang terjadi, kali ini Pelindung Daratan dan Laut Kehidupan saling memandang satu sama lain dengan senyum kebahagiaan di wajah mereka tidak terkecuali Zunho.


Zunho merasa dirinya ingin terlelap karena suasana yang canggung seperti ini, pandangan Putri Nanxie tidak teralihkan sama sekali ke arah lain, tatapan matanya saat ini hanya tertuju kepada Zunho, sekali lagi Zunho mengabaikan pandangan Putri Nanxie, ia berdalih Putri Nanxie sedang memandang sesuatu di belakangnya.


“Mungkin di belakang ku ada sebuah katak besar, makanya Putri Nanxie memandanginya” Zunho beropini di dalam pikiranya sendiri.

__ADS_1


Tak lama kemudian Yenbu membuka mulutnya, ia menyetujui perjodohan antara Deng Jirou dan Song Jiaolin.


“Saya menyetujuinya Ketua Bian, kita bisa menjodohkan mereka dan menikahkan mereka di umur 18 tahun nanti” ucap Yenbu dengan nada tenang bercampur kebahagiaan.


Bian tersenyum, ia mempersilahkan semua orang yang ada di ruang tersebut, memakan sajian yang telah di sediakan, setelah selesai makan, seorang wanita tua mengantarkan beberapa botol air yang terbuat dari bambu dengan gelas yang tersusun rapi di atas nampan, wanita tersebut meletakan botol satu persatu di lantai beserta gelasnya.


“Mari minum anggur ketua Yenbu, untuk merayakan hari perjodohan anak anak kita” Bian mengambil satu botol lalu menuangkanya ke gelas dan memberikanya ke Yenbu.


Yenbu menerima senang hati dan bersulang, mereka mulai menenggak air bewarna ungu tersebut, Bian juga menawarkan anggur kepada anggota Laut Kehidupan dan Pelindung Darat begitu juga Raja Sang yang sedari tadi tertawa saja karena kehadiranya diabaikan.


“Kau mengabaikan ku Ketua Bian” Raja Sang mengambil botol lalu menuangkanya ke gelas.


TINGGGGG


Zunho melihat teman temanya diam saja memandang anggur tersebut, ia tanpa ragu mengambil anggur dan menuangkanya ke dalam gelas, Pelindung Darat dan Laut Kehidupan sedikit terkejut dengan tindakan Zunho.


Bian mengalihkan padanganya ke Zunho, ia kemudian tersenyum dan berkata.


“Kau bisa minum juga ternyata, padahal usia mu masih muda nak, ayo jangan segan segan” Bian memajukan botol lainya kehadapan Zunho.


Zunho dengan senang hati menerima botol yang diberikan Bian, ia langsung menengak anggur dengan dua kali tegukan.

__ADS_1


“Harus aku akui, ini kedua kalinya aku minum, namun rasanya sedikit akrab di lidah ku” Zunho kembali mengisi gelas yang kosong.


Zunho menuangkan anggur sampai air bewarna ungu tersebut memenuhi setengah ruang gelas, Zunho kembali menenggak anggur yang diberikan Bian kepadanya, Bian merasa tertarik dengan kemampuan minum Zunho, ia menawar kepada Zunho agar berlomba minum denganya.


Zunho menyetujui penawaran Bian, mereka berdua langsung berlomba minum, Yenbu menyemangati Zunho dan Bian yang sedang bertanding begitu pun Raja Sang.


Yuan, Xiaona dan Jirou memandang Zunho dengan tatapan tak percaya.


Sementara Jiaolin menghela nafas dengan kelakuan ayahnya, Boyu dan Mabao terlihat ingin coba coba minum anggur namun mereka berdua masih ragu, akhirnya Bian tumbang setelah menenggak 12 gelas anggur.


“Saya menang Ketua Bian, terima kasih telah mengizinkan saya minum dengan anda, sebuah kehormatan bisa minum bersama anda” Zunho berkata sambil setengah sadar.


Raja Sang dan Yenbu tertawa saat melihat Bian terkapar karena tak sanggup minum lagi, sementara Putri Nanxie menggelengkan kepalanya ke arah Zunho.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2