
.
.
.
Semua warga kota di kumpulkan di jurang Lien, mereka terkejut mendengar keluarga Kuan yang mereka anggap sebagai keluarga yang baik dan bermatabat sudah tiada, kini hanya tersisa satu orang keluarga Kuan saja lagi, pria yang ingin di jodohkan kepada putri Khunyi yaitu Kuan Hu, kembaran Kuan Ji.
Zunho sampai pada sebuah jurang yang dalam nan gelap, pandangan orang mulai marah saat melihat kehadiran Zunho, ia tetap santai menanggapi pandangan warga kota yang terlihat marah terhadap pada dirinya.
Sampai Zunho melihat seorang pemuda seumuran dirinya, wajah pemuda itu sangat mirip dengan pemuda yang ia habisi kemaren malam, terlihat pemuda itu tengah tersenyum kemenangan, entah kenapa wajah orang itu membuat Zunho sangat kesal.
“Oh jadi ini orang yang berhasil menyembunyikan batang hidungnya dari ku, pria kembar yang berhasil kabur dan melapor sampai aku di giring ke sini, ya lebih baik aku terang terangan saja menghabisinya saat ini, tugas selesai.” Zunho membalas senyum pria yang tak lain Kuan Hu.
Zunho melepaskan tanganya dari penjaga lalu berlari dengan Langkah Angin dan meninju dada Kuan Hu dengan Tinju Tornado.
“Langkah Angin, Tinju Tornado” Zunho melesat sambil mengarahkan tinjunya kepada pemuda itu.
BUGGGGG…KRAKKKK…ARGHHHH
__ADS_1
Pemuda mengenai tinju Zunho, ia terlempar beberapa meter dengan tulang yang patah, sontak mereka yang ada di situ termasuk wanita tua yang tak lain seorang ratu dan Khunyi terkejut, Zunho mengeluarkan Tinju Belalang Sembah lalu menusukan capit tajam tersebut di kepala dan leher pemuda.
“Tinju Belalang Sembah” Zunho kembali berlari dengan dua buah capit belalang sembah di pundak.
SLASHHHHH
Wajah Zunho terkena cipratan darah segar saat ia berhasil memebrikan tusukan di kepala dan leher pemuda itu.
“TUAN MUDA KUAN HU” ucap warga histeris.
“Tidak ada alasan mengelak, TERATAI PERAK” Ratu memberikan kemampuan miliknya kepada Zunho.
Tangan dan kaki Zunho di lilit tanaman teratai bewarna perak, ia terhuyung dan terjatuh, tanaman itu menyedot energi kehidupan tak tebatas Zunho, semakin banyak energi Zunho di sedot maka semakin besar tanaman, sedikit demi sedikit energi yang mengalir di meridian Zunho mulai bekurang.
Prajurit bergerak dan mendorong Zunho ke dalam jurang yang bernama Nien, kini teratai yang melilit tubuh Zunho mulai menghilang, langsung Zunho mengeluarkan Sayap Angin nya namun.
“Sayap Angin, APAA !!” Zunho tidak merasakan sayap keluar dari punggung.
Walaupun Zunho mendapatkan energi kehidupan yang tak terbatas dari Dewa Win He namun jika Zunho berada di sebuah tempat yang tidak di dukung Energi Kehidupan maka secara sendirinya energi Kehidupan tidak bisa digunakan dan menghilang sampai Zunho kembali ke tempat yang di dukung energi kehidupan.
__ADS_1
Seketika pernapasan Zunho mulai menyesak saat dirinta jatuh semakin jauh ke dalam jurang, semua pikiran yang pernah terlintas di kepalanya muali berputar mulai dari Lian, Pelindung Daratan sampai Putri Lin Nanxie.
“Mungkin sudah saatnya aku bertemu dengan Putri Nanxie.” seketika Zunho mulai pasrah.
Sampai Zunho merasakan sebuah sakit yang luar biasa, seluruh tulang nya patah ditambah cairan darah yang keluar dari telinga dan mulutnya, sakit kepala yang sangat menyiksa Zunho seolah olah kepala akan meledak.
SIUUUUUU…BUGGHHHH…ARGHHH
Zunho terjatuh dan mendarat di sebuah dimensi yang sangat indah, seketika ia merasa ada energi kehidupan kembali mengalir di meridian tubuhnya.
“Hmm baru kali ini ada seseorang yang berhasil sampai di alam indahku ini, harus ku akui kau lumayan tangguh, bocah” suara berat dan nyaring menggema di langit.
Zunho menatap ke depan dan mendapati sebuah ekor besar sedang hinggap di puncak gunung sambil bergoyang dengan santainya.
“Mari bermain bertaruh nyawa, semoga kau beruntung nak” ekor penuh gerigi itu mulai bergerak menuju Zunho.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read