Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Perang Bulan Berdarah X


__ADS_3

.


.


.


Istana Tong


“Getaran ini, apakah ini ?!” Dewa Beason mulai menerka nerka.


Segera Dewa Te Rena membentuk bola air, terlihat di bola air bulan mengeluarkan sesuatu dari dalam, 8 kepala hewan melata bermata merah dan sangat besar, sontak para Dewa terkejut namun Dewa Win He lah yang paling tak percaya.


“8 Hydra Bulan Legendaris, dimana anak itu bisa menemukanya ?!” Dewa Win He benar benar tak percaya.


“Jadi energi yang kita rasakan pada Zunho berasal dari 8 Hydra lengendaris ini, benar benar hebat !!” Pujian dilontarkan Dewa Bea Son kepada Zunho.


“Penerus mu benar benar hebat Dewa Win He, membuatku semakin tak sabar menjodohkanya dengan penerusku, setelah perang ini usai.” Dewi Ce Lia mulai menggoda Dewa Win He.


“Ya aku sependapat dengan kamu Dewi Ce Lia, aku mungkin akan menjodohkan penerusku pada penerus Dewa Bea Son.” Balas Dewi La Yein.


Benua Barat


“I-ini tidak mungkin !!” Gerutu Dewa He Jui dalam hatinya saat melihat mahluk besar nan indah itu keluar dari dalam bulan.


Ghodae pun terlihat saat malam itu, semua orang benar benar kagum dengan wujudnya yang besar, bahkan para tengkorak ikut menyaksikan wujud Ghodae dengan kagum.


“D-delapan Hydra Bulan Legendaris ?!” Seru raja Sang.


Sedangkan Patriak Yenbu dan Patriak Bian dibuat ternganga sebesar besarnya.


RAWRRRRR

__ADS_1


Langsung Ghodae menyerang Naga Dahna yang terdiam, naga Dahna pun ikut menyerang, Zunho melihat Dewa He Jui sedang lengah langsung menyerangnya dengan aura putih terbungkus di kedua tanganya.


“Tinju Bulan.” Zunho mendaratkan dua tinju secara bergantian ke wajah Dewa He Jui.


Dewa He Jui terlempar ke belakang dengan luka panas di wajahnya.


“KURANG AJAR, PILAR HITAM.” tak lama kemudian sebuah pilar hitam muncul dari langit.


Langsung pilar itu melesat dengan cepat menuju Zunho, dengan santai Zunho meniju pilar itu sampai hancur berkeping keping.


BUMMMM…TRAKKKKK


“A-apa !!” Dewa He Jui tak menyangka jika ada orang yang berhasil menghancurkan pilar keras bewarna hitam miliknya itu.


“Jangan lengah, TINJU BULAN.” Zunho kembali meninju punggung Dewa He Jui.


Dewa He Jui kembali dibuat terpental ke depan sampai akhirnya Dewa He Jui berhenti beberapa meter jauhnya, Zunho mengeluarkan sayap bewarna putih lalu dengan cepat terbang menuju Dewa He Jui.


BUMM…BUMM…BUMMM


Dewa He Jui dibuat tak berkutik, Zunho pun mengeluarkan sebuah pedang longsword panjang dari dalam dirinya, gagang pedang berbentuk sayap, Zunho mengarahkan mata pedang tepat ke hadapan wajah Dewa He Jui.


“He” Dewa He Jui hilang dan muncul di belakang Zunho.


“CAMBUK API HITAM.” Dewa He Jui memberikan cambukan kepada Zunho.


PSISSSSSST


Zunho dibuat kesakitan dengan cambukan Dewa He Jui, ia berlutut dan menahan rasa sakit, Dewa He Jui mengubah cambuk menjadi sebuah sabit hitam nan panjang, langsung menebas Zunho.


“TERIMALAH INI KAU BEDEBAH.” Dewa He Jui melayangkan tebasan.

__ADS_1


Zunho tersenyum sebelum berkata.


“Ledakan Aura Malaikat Bulan.”


BUMMMMMMMM


Dewa He Jui dibuat terlempar ke belakang, Dewa He Jui meringis kesakitan, aura putih yang diberikan Zunho benar benar melelehkan meridian miliknya.


BRASHHHH


Dewa He Jui mendarat di tanah, Zunho menteleportasikan dirinya di hadapan Dewa He Jui yang sudah tak berdaya.


“Tebasan ini menjadi akhir bagimu, selamat tinggal, TEBASAN MALAIKAT BULAN.” Zunho menebas Dewa He Jui.


SLASHHHHHH…SIUUUUU….DARRRRRRRRR


Tebasan dengan mulus dilayangkan Zunho, cahaya putih dan ledakan yang memekakan telinga benar benar mendominasi Benua Barat.


RAWRRRRRRR


Ghodae melilit 7 kepalanya pada tubuh naga Dahna lalu mencabik dan memakan naga Dahna sampai tak tersisa, langsung Ghodae kembali masuk ke dalam bulan setelah berhasil menyantap naga Dahna.


Berikut gambaran Ghodae sang 8 Hydra bulan legenda, membantu Zunho dan melahap habis naga Dahna



.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2