
.
.
.
“Aku tak menyangka jika kau memiliki banyak koin Zunho, jujur aku sangat terharu kau membayarkan topeng ini untuk kami” Jirou berkata sambil memainkan nada terharu.
“Hentikanlah nada itu, jujur aku bisa saja menarik hidung mu lebih panjang lagi jika kau masih melanjutkanya”
“Kau kejam sekali, bagaimana jika kita memakainya ?” Jirou bertanya kepada Zunho, Yuan dan Xiaona, mereka bertiga mengangguk lalu memakai topeng tersebut, topeng menutup wajah mereka, suara mereka saat berbicara bahkan sedikit berubah karena tekanan udara di dalam topeng.
“Wah suaraku bahkan lebih bagus lagi” ucap Xiaona dengan bangga.
“Tidak ada bedanya, kau tetap menjadi Xiaona yang berisik untuk kami haha” Jirou membalas pernyataan Xiaona.
Jirou mulai berlari saat mengucapkan kata tersebut, Xiaona berlari mengejar Jirou dan mengangkapnya, Yuan dan Zunho hanya berjalan santai di belakang mereka sambil memandangi alam sekitar, saat tengah menikmati pemandangan, Zunho dan Yuan secara tak sengaja menubruk Xiaona dan Jirou yang tiba tiba berhenti begitu saja.
“Ada apa ?” Tanya Zunho.
“Haruskah kita menolong dia ?” Ucap Jirou sambil menunjuk pedagang yang sedang beradu mulut dengan sekumpulan orang berbaju hitam dengan penutup wajah.
“Sebaiknya kita memulai sesi latihan hari ini, kebetulan ada target di depan kita” ucap Zunho sambil tersenyum main main di dalam topengnya.
SWUSHHHHH
__ADS_1
Mereka berempat langsung berlari menuju pedagang yang sedang dijarah tersebut, Jirou langsung membuka pertunjukan dengan mengeluarkan energi bayangan miliknya.
“Jebakan Bayangan”
SRETTTT
Bayangan gedung yang bercampur dengan rindangnya hutan mulai tertuju kepada bandit bandit tersebut, para bandit terjebak di perangkap Jirou, setelah mereka dipastikan tidak bisa bergerak kini giliran Yuan yang memberi mereka sedikit bumbu.
“Putri Duyung”
Yuan mulai memusatkan energi di pernafasanya, tak lama kemudian air kubangan yang tak jauh dari posisi mereka mulai meluap dan menjadi siluet wanita berekor, putri duyung langsung melesat menuju bandit, saat sampai putri duyung langsung meledak.
SWUSSS
para bandit merasakan air yang sangat tajam seperti silet mengiris iris kulit mereka, saat terjangan Putri Duyung telah berakhir, Xiaona ikut mengeluarkan energi miliknya.
“Serbuk Bunga Matahari”
Sebuah bunga matahari yang belum mekar muncul dari tanah di depan bandit, saat bunga matahari mekar, serbuk serbuk keluar dan langsung menuju bandit, mereka yang sudah tidak memiliki tenaga untuk melawan akhirnya pasrah.
Para bandit yang terkena serbuk bunga matahari Xiaona langsung tak sadarkan diri, Jirou membuka jebakan bayangan lalu menjatuhkan bandit di tanah kemudian.
BRAKKK
“Mimpi indah kalian orang orang jahat” itulah kata kata yang keluar dari mulut Xiaona
__ADS_1
Mereka berempat menghampiri pedagang yang bersembunyi di balik gerobak, pedagang mengumpulkan keberanian untuk keluar dari persembunyianya.
“T-terima kasih anak muda, jika tidak karena kalian, mungkin penghasilan ku akan habis dijarah mereka”
“Tidak apa pak, ini sudah menjadi tugas kami untuk menolong orang yang sedang dalam kesusahan” ucap Jirou dengan nada santai.
Pedagang mulai bertanya kemana ke empat pemuda itu akan pergi.
“Kemana kalian akan pergi, kalo aku boleh tau ?”
“Kami akan pergi ke Desa Sie” ucap Zunho menjelaskan arah tujuan mereka selanjutnya.
“Kalo begitu naiklah ke gerobak, aku akan mengantarkan kalian, kebetulan aku juga ingin pulang ke Desa untuk menemui keluarga ku”
“Terima kasih untuk tawaranya, kami menerimanya dengan senang hati” ucap Yuan sambil setengah menundukan kepalanya.
Zunho dan teman teman naik ke gerobak untuk kembali ke Desa, sebenarnya jarak Desa dan Kota tidak lah terlalu jauh, mungkin hanya perlu waktu 30 menit untuk sampai di kota, perbatasan Kota dan Desa Sie berada di gunung Diu.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1