Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Kemampuan Yang Terbuat Dari Desakan


__ADS_3

.


.


.


“Kemampuan mahluk satu ini mulai tidak waras” gumam Zunho dalam hati sambil menahan sebagian tubuhnya yang sakit.


Sharai tak hanya memberikan tinju dan kakinya yang besar dalam serangan namun ia melibatkan sebuah kemampuan petir di langit, Sharai mengumpulkan energi kehidupan yang sangat berlimpah di dalam dirinya lalu memusatkan energi kehidupan kelangit dan memanggil Hujan Pedang Petir.


“Pertama cari celah yang kosong, jangan biarkan ego menguasai dirimu saat bertanding, jika kau melakukanya maka semuanya akan terlambat” suara Sharai nan berat menggema di langit langit.


Zunho menggangguk dan menyerang Sharai dengan perhitungan yang ia miliki, ia mulai menyerang bagian kaki Sharai terlebih dahulu, ia memanggil pedang Angin Kerakusan.


“Tarian Angin Malam”


Zunho memutar tubuhnya sebanyak 2 kali dan memberikan tebasan langsung ke kaki Sharai yang besar bagaikan pilar istana.


BWUSHHHH…BAMMMMM


Bulu bulu di kaki Sharai sebagian bertebangan, sebuah luka goresan kecil hinggap di kaki Sharai, beruang hitam membalas serangan Zunho dengan Tinju Kehidupan Akhirnya.


“TINJUUU KEHIDUPAN AKHIR” Sharai menghempaskan tangan kananya yang sudah terbalut aura hitam ke arah Zunho.


Zunho menghindar dengan memanggil Sayap Angin miliknya, namun percikan yang datang dari tinju Sharai sempat melukai tubuh Zunho di bagian kaki, Zunho memandang kakinya yang sedikit terluka lalu mengalihkan arah sorot pandanganya kembali ke Sharai.


Zunho menghilangkan pedang miliknya lalu melesat menuju Sharai yang sedang mengaum, Zunho mengeluarkan Tangan Angin lalu mengarahkanya ke wajah Sharai.


“Tangan Angin” dua buah tangan bewarna hijau keluar dan melesat menuju wajah Sharai.

__ADS_1


BAMMMMM


“MELEDAKK”


DUARRRRRRR


Tangan meledak di wajah Sharai, membuat pandanganya sedikit terganggu dan mendatangkan rasa sakit yang tak seberapa, Zunho kembali mengepakan sayap angin yang hinggap di punggungnya.


“Kepakan Sayap Angin”


BWUSHHHHHH...WUHHHHHH


Angin Tornado kembali muncul, tornado menerjang tubuh Sharai dan membuat dirinya terhuyung ke belakang lalu terjatuh.


BUGHHHHH


“Hempasan Ekor Naga”


WUSHHHHHH...SLASHHHHHH...ARGHHHH


Sebuah ekor naga bewarna hijau melesat dari Zunho, ekor menghempaskan dirinya ke dada Sharai dan membuat sebuah sayatan yang dalam sehingga Sharai sedikit meringis kesakitan, Sharai mengangkat cakar nya lalu mengarahkanya ke Zunho.


Zunho menghindari cakar Sharai dengan melesat ke arah samping kiri.


BUMMMMMMM


Sharai kembali berdiri setelah menampar keras dadanya, ia menghiraukan rasa sakit yang ada di dada, Sharai menguatkan formasi tubuhnya, ia mengeluarkan aura hitam yang pekat dari dalam tubuh nya serta tak lupa bintang seribu tahun miliknya.


“Sharai mulai serius” Zunho mengeluarkan pelangi di pundaknya.

__ADS_1


Sharai kembali melesat dengan tubuh besarnya yang terbalut aura hitam pekat, kali ini pergerakan Sharai lebih cepat, beruang hitam tersebut memberikan serangan beruntun kepada Zunho dan tidak membiarkan celah sekecil semut pun hinggap di formasinya.


BUMMM…BUMMM…BUMMM


Zunho kewalahan menghindari kekuatan Sharai yang sangat besar, beberapa bagian tubuhnya juga merasa sakit karena beberapa serangan Sharai berhasil hinggap di tubuhnya.


“Dia semakin kuat saja dan aku semakin terdesak” Zunho mencoba mengalirkan energi kehidupan yang tersisa sedikit ke punggungnya.


Sedikit sakit dan padat Zunho rasakan di punggungnya, Sharai yang tersenyum kemenangan, kembali menggerakan badan besarnya mengarah Zunho, pemuda itu langsung mengeluarkan energi padat nan sakit itu kepada Sharai dengan tiga patah kata keluar dari mulutnya.


“Terjangan Naga Angin”


GROARRRRRRRRR


Sebuah siluet naga bewarna hijau keluar dari punggung Zunho, melalui sayap sayap indah miliknya, naga dengan cepat menerjang Sharai dan memberikanya ledakan dengan skala besar.


BUMMMM…DUARRRRRRRRRR


Tubuh Sharai terpental beberapa meter, tubuh Sharai kembali menyusut saat dirinya disambar Terjangan Naga yang dibuat Zunho secara tiba tiba.


“Kemampuan yang satu ini benar benar menyakitkan” Zunho menghilangkan sayap dan merebahkan dirinya di tanah lapang agar rasa sakit di punggungnya hilang.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2