
.
.
.
“Aku tidak boleh kalah dari anak ini” gumam Zunho di dalam hati
Zunho memandang Dai datar sambil memegang bagian dadanya yang masih sakit, Dai mulai berbicara kembali kepada Zunho untuk menghilangkan semangatnya.
“Haha, ayo pukul aku, kemana pukulan hebat mu kemaren, apakah sekarang tidak berguna lagi hahaha” ucap Dai dengan nada mengejek.
Zunho menenangkan pikiranya, ia tidak bisa membiarkan emosi mengendalikan dirinya, Zunho berdiri dengan perlahan, saat sudah berada dalam posisi berdiri, ia memandang Dai yang saat ini tengah duduk bersila di tanah sambil mengusap usap tanah di depanya, tak lama kemudian Dai mengeluarkan sebuah kata.
“Tikus Tanah”
GREGGGGGG
Tanah mulai berguncang saat Dai mengucapkan kalimat tersebut, sebuah tikus tanah kemudian muncul dibawah Dai, ia terangkat ke udara sambil menahan pose duduk bersila di atas kepala tikus tanah miliknya, badan tikus seutuhnya terbuat dari tanah, Zunho mulai berlari sambil mengarahkan tinjunya ke perut tikus tanah, sampai berada depan perut tikus Zunho langsung memukul perut sekuat tenaga.
BUKKK
“APA !!”
Tangan Zunho tembus, ia hanya menggengam pasir ditangan kananya, tikus tanah meraih tubuh Zunho dengan tangan kirinya lalu melemparkan dirinya ke tembok stadion.
“ZUNHOO !!”
__ADS_1
Jirou berteriak saat Zunho terlempar dan menyentuh dinding, Dai serta tikus tanahnya mulai bergerak menuju Zunho yang saat ini sedang menahan rasa sakit di punggungnya, saat berada di depan Zunho, tikus tanah kembali menangkap dan melemparkan Zunho ke sisi dinding Stadion yang lainya.
“Menyerah saja kau anak tak berguna, kau sama saja seperti teman lemah mu yang berada di sana”
Dai menunjuk Jirou yang sedang terkapar di tanah sambil memegangi bagian perutnya, ia juga meringis kesakitan, Zunho sedikit emosi dengan Dai namun ia segera menghilangkan emosi dipikiranya, Zunho menarik nafas lalu membuangnya dengan perlahan, angin yang deras mulai berkumpul dan mengelilingi Zunho.
Angin kemudian masuk ke dalam tubuh Zunho, ia sedikit meringis kesakitan saat angin tersebut memasuki bagian tubuhnya, Zunho mulai membuka mata sambil memegangi tubuhnya yang sakit, Dai kembali memerintah tikus tanah untuk menyerang Zunho.
“Fuhhh, tenangkan dirimu Zunho”
Ranah pelangi muncul di pundak Zunho, semua orang mulai berdiri di Tribun termasuk Raja dan Ketua Akademi, seseorang yang belum naik ke tingkatan terakhir akademi bisa sampai pada tahap kuning, Dai menggerutu kesal dan semakin menjadi jadi menyerang Zunho.
“Aku tak peduli kau di tahap kuning ataupun jingga, aku akan segera mengalahkan mu”
CITTT
Tikus tanah bersiap meraih badan Zunho kembali, ia segera berlari ke sisi lain, ia merasa tubuhnya sangat berbeda saat ini, Dai sedikit terkejut dengan perubahaan tiba tiba dari Zunho, Dai kembali memusatkan arah seranganya ke Zunho, ia tidak ingin terus berlari dari Dai.
BUSHHHHH
Tikus tanah hancur seketika saat Zunho memukul dagunya, ia masih tidak sadar jika tinjunya tersebut sudah terbalut beberapa angin, Dai terlempar ke udara karena ledakan tiba tiba tikus tanah, saat jatuh ke tanah, Zunho kembali mengarahkan tinjunya ke pipi Dai, ia memukul sekuat tenaga untuk membuat Dai tak sadarkan diri.
BUGHHHH
BUUUMMMMM
Dai terlempar ke dinding Stadion, dinding berasap putih saat Dai mendarat, Jirou yang sedari tadi melihat begitu juga dengan Teng langsung mengambil kesempatan untuk menyerang Teng yang sedang lengah, ia mengambil tombak miliknya yang tergeletak di tanah lalu berlari menargetkan punggung Teng.
__ADS_1
“Tusukan Bayangan Kegelapan”
Mata tombak mulai memancarkan cahaya ungu.
SRAKKKK
Teng terjatuh ke tanah dengan luka parah dipunggung, para Alkimia langsung berlari menghampiri Teng yang tergeletak tak sadarkan diri di tanah.
PROK PROK PROK
Semua orang bertepuk tangan, pembawa acara kembali berjalan ke area tengah untuk memberikan ucapan kemenangan Zunho dan Jirou.
“Selamat kepada Xu Zunho dan Deng Jirou, kalian berhasil memenangkan acara ini dan bergabung dengan Xiaona dan Hu Yuan yang terlebih dahulu menang, terima kasih juga kepada para hadirin, Raja Luang Meijin dan Ketua Akademi Bai Neuna karena telah berkenan menonton acara Ujian dari awal hingga selesai.”
Selagi pembawa acara berbicara, Zunho berjalan menuju Jirou untuk memastikan kondisinya.
“Masih kuat kan ?” Tanya Zunho saat ia sampai di sebelah Jirou.
“Masih lah, bagaimana dengan Dai, apakah kau membuat dirinya kehilangan nyawa ?”
“Tidak, aku hanya membuat beberapa gigi depan nya rontok” Zunho berkata sambil menujukan ibu jempolnya ke belakang.
Jirou melihat jempol Zunho dan mendapati Dai sedang di gotong tim Alkimia, ia merangkul Zunho lalu berjalan menjauhi arena.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read