
.
.
.
Satu hari setelah ujian akademi dilaksanakan, kini anak anak kembali belajar di kelas mereka, Zunho dan teman teman sedang fokus mendengarkan penjelasan guru yang hari ini membahas tentang Alkimia, sebagian murid menyukai penjelasan guru bahkan salah satunya adalah Xiaona.
“Jadi kalian bisa membuat beberapa ramuan yang bisa membantu orang lain atau sebaliknya, salah satu cara yang harus kalian ketahui dalam pembuatan ramuan adalah bahan bahan dasar yang akan kalian buat jadi ramuan nantinya, jika bahan yang kalian gunakan sesuai dengan ramuan yang ingin kalian buat maka kalian juga harus memperhatikan cara pembuatan nya dengan benar, jika pembuatan kalian benar namun bahan nya masih salah, maka dipastikan ramuan kalian akan gagal”
Zunho sebenarnya tidak terlalu menyukai pelajaran Alkimia namun ia harus mencoba untuk memahami materi dasar sedikit demi sedikit, karena kemampuan Alkimia akan sangat berguna baginya jika sedang dalam kondisi yang genting.
TOK TOK TOK
Tak lama kemudian sebuah ketukan terdengar di pintu, guru menghentikan penjelasanya lalu berjalan untuk membukakan pintu, seorang pria muda terlihat kemudian, ia mencari Zunho, Jirou, Yuan dan Xiaona, pria tersebut mengatakan bahwa ketua Akademi ingin bertemu dengan mereka.
Zunho dan ketiga temanya meminta izin untuk keluar sebentar kepada guru mereka, guru mengizinkan mereka keluar, Zunho dan teman temanya menundukan badan lalu berjalan pergi menuju kantor Ketua Akademi dengan bantuan pria muda.
Sesampainya di sebuah ruangan pria muda mulai mengetuk pintu sebanyak tiga kali.
TOK TOK TOK
“Masuklah”
__ADS_1
Suara wanita dari dalam ruangan mengizinkan mereka berlima masuk, pria membuka pintu lalu berbicara kepada ketua akademi yang saat ini sedang duduk tersenyum memandangi mereka.
“Permisi ketua Neuna, saya telah membawakan murid yang minta”
“Terima kasih kamu boleh kembali melanjutkan tugasmu”
“Mohon undur diri ketua”
Pria muda menundukan badanya sebelum beranjak pergi meninggalkan ruangan, Ketua Neuna berdiri dari kursinya lalu berjalan menuju ke empat anak yang sedang menatapi dirinya yang cantik, Zunho yang tak pernah memperdulikan soal wanita kini terlihat menganggumi sosok wanita anggun tersebut.
Ketua Neuna mengalihkan pandanganya ke Zunho yang sedikit kagum memandang dirinya, wanita itu melambaikan tanganya di depan wajah Zunho untuk membuatnya kembali fokus.
“Hei kamu fokuslah” Ketua Neuna berbicara sambil mempertahankan senyum di wajahnya.
“Selamat kalian telah berhasil mengalahkan kaka tingkat kalian, akhirnya Akademi Daratan Gao berhasil mengirimkan kembali angkatan muda ke Benua Huanli untuk berpatisipasi di acara Ujian Saudara”
Saat ketua Neuna selesai berbicara, Jirou mulai melontarkan sebuah pertanyaan kepada Ketua Neuna.
“Maaf jika saya bertanya tiba tiba ketua Neuna, namun apa yang terjadi sebelum kami memasuki akademi beberapa hari ini, apakah angkatan muda sebelumnya tidak ada yang pernah dikirim ke benua Huanli untuk Ujian Saudara ?”
Ketua Neuna tersenyum dan mengangguk lalu memberi sebuah jawaban kepada Jirou.
“Benar, bahkan aku bisa menghitung nya dengan jari, dalam beberapa tahun belakangan ini, kami tidak mengirimkan angkatan muda karena mereka semua kalah dari kaka tingkatan mereka, namun kalian berbeda dengan mereka, apalagi saat kau meninju Zhang Dai kemaren”
__ADS_1
Ketua Neuna menunjuk Zunho, ia tersenyum kepada Ketua Neuna lalu membalas pujianya.
“Terima kasih untuk pujian nya, Ketua Neuna”
Neuna masih mempertahankan pose senyum di wajahnya sebelum kembali berbicara.
“Kalian akan aku kirim kan ke Ujian Saudara yang akan diadakan di Benua Lautan Huanli, sebaiknya kalian berlatih sungguh sungguh karena Benua Udara Ainian tidak akan kalah dari tahun tahun sebelumnya”
Jirou, Yuan dan Xiaona sedikit tertunduk saat mendengar nama benua udara, namun tidak dengan Zunho, ia masih bersikap tenang saat mendengar Benua Udara, karena dia tidak tahu apa apa tentang benua udara makanya dirinya tidak memberikan tanggapan apapun.
Setelah selesai memberikan beberapa penjelasan, ketua Neuna menyuruh Zunho dan teman temanya agar kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran yang tertinggal.
“Kami izin undur diri Ketua Neuna” kata ke empat anak tersebut sambil membungkukan badan mereka.
“Baiklah, kalian semangatlah belajar dan latihanya”
Setelah Ketua Reuna duduk di kursinya, Zunho, Jirou, Yuan dan Xiaona pergi dari ruang ketua menuju kelas.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read