
.
.
.
Guru menjelaskan sejarah sekte Deng kepada murid ke esokan paginya, Zunho mendengarkan kisah dengan saksama begitu juga Jirou, ia mendengarkan kisah guru, Jirou memastikan apakah cerita yang di sampaikan guru sama persis dengan kisah milik ayahnya.
“Jadi itulah sejarah tentang kisah sekte Deng, baiklah mari kita akhiri pelajaran hari ini, selamat pagi”
“Pagi”
Guru keluar dari kelas, Zunho menghampiri Jirou, ia bertanya kepada Jirou apakah kisah tersebut benar atau masih ada kekeliruan dalam penyampaianya.
“Apakah itu benar Jirou ?” Tanya Zunho dengan penasaran
“Benar Zunho, Sekte Deng akan melakukan festival setiap kali hujan panas turun, jika hari panas terik namun tiba tiba turun hujan deras maka ke besok dan lusa, keluarga ku akan bersiap siap pergi ke benua Lautan Huanli”
Zunho mengangguk paham, mereka berdua berjalan keluar kelas menuju kamar asrama, sepanjang jalan Jirou dan Zunho berbicara ringan, saat mereka melihat Xiaona dan Yuan sedang berjalan di depan mereka, ia dan Jiruo memandang satu sama lain.
“Apakah kau paham apa yang ku pikirkan, Zunho ?”
“Mari kita lakukan sebaik mungkin”
Kedua orang itu berjalan mengendap endap di belakang Xiaona dan Yuan, sampai mereka cukup dekat, Jirou dan Zunho mulai berteriak sambil memegang bahu mereka secara tiba tiba.
“BAAAA”
“HUAAAA”
TAKKK
__ADS_1
GEDEBUK
Xiaona menyiku muka Jirou sedangkan Yuan secara sigap menampar wajah Zunho, ia mendapat cap merah lima jari di wajah.
“KALIAN MENYEBALKAN !!!”
Ucap kedua gadis tersebut, Zunho dan Jirou memegangi wajah mereka yang sakit, Jirou yang terduduk di lantai mulai berdiri.
“Kalian ingin pergi ke mana” ucap Jirou sambil memegangi wajah nya yang sakit.
“Aku dan Xiaona ingin pergi ke kedai roti, kalian mau ikut ?” tanya Yuan.
Jirou memandang Zunho yang tengah mengelus pipi, pemuda tersebut mengangguk kepada Jirou memberikan jawaban “ya”.
Mereka berempat mulai berjalan menuju kedai roti, dijalan Xiaona dan Yuan hanya diam diaman, Zunho membuka pembicaraan kepada mereka.
“Iya kami salah, maafkan kelakuan ku dengan Jirou ya, bagaimana jika aku mentraktir kalian berdua hari ini sebagai tanda maaf ku kepada kalian”
“Sepakat”
“Untuk kamu Jirou, kamu bisa bayar sendiri” ucap Zunho dengan senyum jahil.
“Jangan pilih kasih begitu, tidak kah kamu ingin bertindak baik kepadaku hari ini ?” Muka Jirou membuat ekpresi memelas.
“Haha aku cuman bercanda, aku akan mentraktir kalian, tenang saja”
“Terima kasih Zunho”
Zunho tersenyum, mereka berempat akhirnya sampai di sebuah kedai roti, ia dan teman temanya masuk ke dalam kedai, Zunho menyuruh teman temanya untuk duduk sementara dirinya memesan roti.
“Aku dengar ramuan ( janda mantap ) ini bisa membuat badan seseorang jadi lebih berisi”
__ADS_1
“Ramuan baru ya ?”
“Iya katanya ramuan baru, aku dengar mereka menggunakan campuran ekor sapi badak”
“Wah pantas saja dinamakan ramuan ( janda mantap )
Zunho melewati wanita wanita dewasa yang sedang berbicara ramuan “janda semok, ia merasa tak asing saat mendengar ekor sapi badak.
“Ahli alkimia itu benar benar cepat, di bahkan sudah memasarkan ramuan itu.”
Zunho menghiraukan pembicaraan gadis dewasa tersebut dan kembali fokus untuk memesan roti.
“Permisi pak, saya ingin memesan roti, bisakah saya mengetahui roti rasa apa saja yang anda buat ?” Tanya Zunho sopan.
“Bisa nak, ada rasa cokelat, pisang, anggur, bahkan jeruk” penjual menjelaskan menu roti yang ia jual.
“Saya pesan 8 ya pak, 2 coklat, 2 anggur, 2 jeruk , 2 pisang”
“Baiklah nak, tunggu sebentar ya, aku akan mengantarkan rotinya jika sudah siap”
“Semuanya jadi berapa pak ?”
“8 koin perak nak”
Zunho merogoh saku celana lalu mengeluarkan bingkisan, ia meletakan 8 buah koin perak ke meja penjual.
Penjual menerima koin dengan senang hati, penjual kemudian masuk ke dapur untuk menyiapkan roti pesanan Zunho, ia berjalan kembali ke teman temanya.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read