
.
.
.
Zunho masuk ke sebuah dimensi bewarna putih, ia menutup matanya lalu membukanya secara perlahan lahan, sebuah tempat asing yang tak ia kenal terpampang di hadapanya, saat berdiri dari tempat duduk nya, tiba tiba punggung Zunho terasa dicakar oleh sebuah benda.
SRASHHH…ARGHHH
Zunho meringis kesakitan karena cakar tersebut membuat punggung nya terasa terbakar beratus ratus api, saat Zunho membalikan pandanganya ke arah belakang, ia menemui sesosok beruang hitam dengan petir dan kabut menyelimuti bagian tubuh belakanganya.
Beruang terus berusaha menyerang Zunho tanpa ampun, ia terus menghindari beruang dan membalas serangan beruang dengan kemampuan Tinju Anginya, Zunho terus mencari kelemahan beruang hitam tersebut sampai.
SRASHHHH…WUSSHHHH
“Aku berhasil menghindari cakar mematikanya itu”
Cakar beruang tersangkut di lantai, saat beruang berusaha melepaskan diri, Zunho langsung menggunakan kemampuan Tinju Belalang Sembah miliknya, ia memadukanya dengan Langkah Angin.
“Langkah Angin” Zunho berlari dengan ringanya menuju beruang.
SWUUSSSHHH
“Tinju Belalang Sembah” dua buah capit keluar di belakang pundak Zunho yang saat itu tertutup dengan pelangi.
__ADS_1
BUMMMMMM…DARRRRR
Capit berhasil di hujankan menuju beruang, sebuah kabut tercipta saat Capit Belalang Sembah bersentuhan dengan beruang, setelah kabut hilang Zunho kembali menerjang beruang dengan kemampuan Tangan Anginya.
“Tangan Angin” Zunho mengenggam erat tangan kananya.
HAPPPP…ROARRRRR
Tangan Angin muncul begitu saja lalu mencengkram kuat tubuh beruang, hewan tersebut mulai meringis kesakitan sambil berusaha lolos dari cengkraman tangan besar tersebut.
Setelah beruang berhenti meronta ronta dan memejamkan matanya, Zunho meledak kan Tangan Angin, beruang terpental beberapa meter ke belakang setelah mengenai ledakan.
“Akhirnya aku bi-“ Zunho menghentikan kata katanya saat beruang itu kembali berdiri dengan kondisi sempurna.
“Aku akui kau manusia yang menarik, bocah, mari kita uji sekarang, apakah kamu layak atau tidak, jika kau tidak layak maka terpaksa aku harus melenyapkan mu seperti yang lain, setahuku tidak ada manusia yang pernah mengalahkan aku, Toh Sharai, beruang perkasa penjaga air suci.” ucap beruang sambil berlari menerjang Zunho dengan cakarnya.
“Aku bisa membaca strategi mu nak, LEDAKAN MISTIK”
DARRRR..WUSHHHH..ARGHHH
Zunho terlempar beberapa langkah ke belakang saat dirinya terkena ledakan dari beruang, Zunho merasakan sebuah cairan keluar dari mulutnya, ia menyeka cairan tersebut menggunakan lenganya, sebuah noda darah terlihat di lengan jubah Zunho.
Zunho berdiri dari tempatnya lalu berlari sekuat tenaga dengan bantuan Langkah Angin miliknya, sesampainya di hadapan wajah Sharai, Zunho langsung memberikanya tinju.
“Tinju Angin” Zunho mendaratkan tinju di dahi Sharai.
__ADS_1
Beruang itu mundur beberapa langkah setelah menerima tinju Zunho, Sharai tertawa dan mulai serius dengan Zunho.
“Hahaha lumayan, lumayan, mari kita naikan tingkatanya”
Lantai yang Zunho tapaki mulai bergoyang, tubuh Sharai kian membesar, ia juga mengeluarkan sebuah bintang bewarna putih emas dengan angka 1000.
“S-seribu tahun” gumam Zunho di dalam hatinya.
Sharai melesat ke arah Zunho, saat berada di depan wajahnya Zunho, Sharai tiba tiba saja menghilang, beruang itu kemudian muncul di belakang Zunho sambil melayangkan kembali cakarnya ke punggung.
“Cakar Neraka”
SRAKKK…ARGHHHHHH
Zunho kembali mengerang kesakitan, panas api yang ada di punggungnya lebih kuat dari sebelumnya, Zunho merasakan dirinya berada di sebuah baju perisai besi dan diberikan langsung semburan naga.
Sharai tak mau berdiam begitu saja, ia kembali kehadapan Zunho lalu melayangkan tinju ke wajahnya seperti yang dilakukan Zunho sebelumnya, ia terkapar di lantai sambil menahan rasa sakit yang teramat luar biasa, pandangan Zunho sedikit meredup, sampai matanya tertutup.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read