
.
.
.
Setelah menanyai dimana kediaman Nang Gafu kepada beberapa orang di desa dan tidak menemukan hasil Zunho memutuskan pergi ke kota berharap bisa mengetahui keberadaan orang tersebut.
Zunho berjalan menuju kota berharap menemukan kediaman Nang Fu, terlihat Zunho sangat menikmati perjalanan ke kota, banyak orang yang memiliki tujuan sama seperti Zunho yaitu pergi ke kota, berdagang, berlibur maupun belajar.
Zunho juga sedikit mengenang masa masa di akademi, sampai tak terasa Zunho sudah melangkahkan kakinya sedikit menjauh dari desa Yie.
Sepanjang jalan Zunho mendengar nama seorang wanita yang memimpin Aula Surgawi, mereka memanggil wanita tersebut “Penatua Qieqie”, wajah yang cantik walaupun usia sudah hampir menginjak umur 30 tahun membuat Penatua Qieqie banyak di gilai kaum pria di desa maupun kota Yie.
“Mungkin aku harus mengembalikan kitab ini kepada Penatua Qieqie setelah berhasil merampas kitab dari tangan kotor Nang Fu” gumam Zunho sambil melangkahkan maju kakinya.
Zunho terus melangkahkan kakinya menuju kota Yie, tak terasa Zunho pun sampai di kota Yie yang ramai dan padat.
Zunho mulai bertanya kepada orang orang sekitar mengenai Nang Gafu yang dikenal sebagai guru suci.
__ADS_1
“Permisi pak maaf mengganggu waktu anda sebentar, apakah bapak mengetahui orang yang bernama Nang Gafu ?” Tanya Zunho kepada seorang pria tua dengan tas belanja di tanganya.
“Tentu saja kebetulan aku adalah temanya, ada keperluan apa kamu dengan teman ku ?” Tanya pria yang mengaku teman Nang Gafu.
“Saya ingin belajar bersama beliau, saya mendapatkan rekomendasi dari Master saya” Zunho menjelaskan.
“Itu dia di sana, pria tua berambut putih yang mengenakan hanfu biru.” Pria menunjuk ke arah jam 2 dimana terlihat seorang pria tua lainya tengah memilih ikan.
“Baiklah terima kasih pak.” Zunho menudukan setengah kepalanya menghadap pria tua yang mengklaim dirinya teman Nang Gafu.
“Sama sama, belajarlah dengan serius, jangan biarkan dia dekat dengan wanita cantik, karena dia tidak akan segan menaiki wanita tersebut.” pria berjalan menjauhi Zunho.
“Aduh koin ku tidak cukup, berapa semuanya” gerutu Nang Gafu sambil menatapi 20 koin perak di hadapanya.
“30 koin perak” ucap sang penjual memberi nilai yang harus dibayar Nang Gafu
Zunho segera meraih bingkisan kain lalu meletakan 10 koin perak di meja penjual, sontal Nang Gafu dan penjual menoleh ke arah Zunho yang tengah menyimpan kembali bingkisan kainya.
“Siapa kamu ?” Tanya Nang Gafu.
__ADS_1
Zunho memandang Nang Gafu dengan senyum palsu.
“Saya Zhe Linyu, akhirnya saya menemukan anda guru, saya ingin sekali belajar banyak hal dari anda, jika anda tidak keberatan biarkan saya yang membayar sisa belanjaan anda saat ini” Zunho memberikan identitas palsu kepada Nang Gafu.
Nang Gafu melihat Zunho dari atas sampai bawah lalu membalas pernyataan Zunho.
“Baiklah, terima kasih telah bersedia memberikan ku bantuan, aku akan mempertimbangkan mu saat kita berjalan menuju kediaman ku, mari kita pergi.” Nang Gafu berjalan menjauh.
Segera Zunho menyusul Nang Gafu yang berjalan terlebih dahulu di depanya, mereka berdua hanya diam diaman di jalan, sampai Zunho sampai di kediaman Nang Gafu.
“Ayo masuk dulu” Nang Gafu membuka pintu rumahnya.
Zunho pun masuk setelah membiarkan Nang Gafu masuk terlebih dahulu.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read