Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Misi Benua Tengah


__ADS_3

.


.


.


“Oy Zunho, aku punya misi untuk mu” suara Dewa Winhe mulai berputar di kepala Zunho.


Zunho yang tengah tertidur lelap menaksakan dirinya untuk bangun dan mendengarkan perintah yang disampaikan Dewa Win He.


“Kau pergilah ke benua tengah untuk merampas kitab Zhanzue yang dicuri seorang pria bernama Nang Gafu, memiliki niat tidak baik, tujuan pria tersebut mencuri kitab Zhanzue karena kitab tersebut memiliki dasar pemahaman tubuh abadi, aku tidak tahu dimana ia tinggal, namun satu hal yang harus kau ingat bahwa ia seorang guru suci.” Dewa Win He sedikit memberikan gambaran kitab yang akan di rampas Zunho.


Zunho menangguk paham lalu membalas perkataan Dewa Win He.


“Ya aku akan pergi setelah ini, ada lagi ?” Tanya Zunho kepada Dewa Win He.


“Tidak, ingat setelah merampas kitab tersebut, kembalikan kitab ke Aula Surgawi yang ada di arah Barat Laut Benua Tengah.” suara Dewa Win He memudar.


Zunho berdiri dari kasurnya dan berjalan menuju ruang makan, ia mendapati Lian dan Feng tengah bercanda bersama, Zunho menyenderkan badanya di dinding sambil memandangi Lian dan Feng yang terlihat sangat serasih.

__ADS_1


Zunho sangat bahagia karena dia berhasil menyelamatkan Lian dan Feng, Zunho juga memutuskan tinggal di rumah Lian dan Feng sementara waktu, menghiraukan rumahnya yang ada di kota, sekarang ini keselamatan Lian dan Feng lebih penting bagi Zunho.


Lian dan Feng menyadari seseorang memandangi mereka sedari tadi, Lian dan Feng mengalihkan arah pandang mereka dan mendapati kehadiran Zunho.


“Zunho ayo kemari, kenapa kau berdiri saja seperti patung” Feng menyuruh Zunho duduk.


Zunho berjalan mendekati Feng dan Lian, Zunho mengambil teko dan gelas lalu menuangkan air ke dalam gelas.


Glekkk\~


Setelah selesai menenggak air, Zunho meminta izin kepada Lian dan Feng bahwa ia akan pergi ke benua Tengah karena harus melakukan sesuatu.


Lian dan Feng bertatap tatapan, mereka mempunyai pikiran yang sama satu sama lain, kemudian Lian membuka mulutnya.


“Baiklah, kembali dengan selamat” Lian mengangkat ibu jarinya.


Zunho membalas ibu jari Lian dengan ibu jari miliknya, setelah selesai berbincang bincang dan makan siang, Zunho bersiap siap pergi ke benua Tengah.


Setelah semua sudah siap barulah Zunho melangkahkan kakinya keluar dari kediaman Lian, sengaja Zunho tidak menggunakan teleportasi miliknya, ia lebih suka berjalan kaki seperti ini ketimbang berteleportasi.

__ADS_1


Zunho melangkahkan kakinya dari Desa menuju Kota sampai di Hutan Suci, Zunho kembali masuk ke dalam hutan yang pernah menjadi tempat dimana dia bertarung dengan Tu Dong, sekali lagi pandangan hewan hewan suci di dalam hutan mengalihkan sorot pandang mereka kepada Zunho yang tengah berjalan santai menikmati alam.


Zunho membiarkan mereka memandangi dirinya sepuas hati mereka, perjalanan Zunho terbilang lancar, tidak ada bandit yang muncul secara tiba tiba dan tidak ada serangan mendadak dari hewan suci.


Zunho kembali merasakan guncangan saat memasuki area dalam hutan Suci, Zunho bisa menebak getaran yang semakin dekat ke dirinya.


“Tu Dong” Zunho menghentikan langkahnya dan memandang ke depan.


BUMMMMMM


Saat itulah se ekor tupai besar melompat, ia tersenyum bahagia mengetahui Zunho berada di hutan Suci.


“Ah kau ada disini lagi” ucap Tu Dong dengan kilauan di gigi besarnya.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2