Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

.


.


.


Keesokan harinya Zunho pun bangun dari tempat tidurnya, segera ia beranjak keluar dari kamar, menuruni tangga dan mencari keberedaan Ka Eunsha untuk bertanya dimana pemandian, Zunho yang kelelahan tidak sempat meluangkan waktu membersihkan diri.


Zunho menunggu Ka Eunsha sampai wanita itu menampilkan dirinya, Ka Eunsha yang terlihat habis dari pasar memandangi Zunho yang tengah berdiri memandangi lantai dasar.


“Selamat pagi Zunho, apakah tidur mu nyenyak ?” Tanya Ka Eunsha.


“Selamat pagi Ka Eunsha, tidur saya nyenyak, bisakah saya mengetahui dimana lokasi pemandian ?” Zunho langsung bertanya.


“Ikuti aku” Ka Eunsha menyuruh Zunho untuk mengikutinya.


Zunho mengangguk, Ka Eunsha dan Zunho berjalan ke belakang, terlihat ruangan dapur yang besar dan luas saat Zunho memasuki area belakang penginapan bersama Ka Eunsha.


“Nah itu, disana ada pemandian, aku sudah menyediakan handuk disana kau tinggal pakai saja.” jelas Ka Eunsha sambil menunjuk ke arah kiri dimana terdapat sebuah tirai.

__ADS_1


“Baiklah, terima kasih Ka Eunsha.” Zunho beranjak pergi mengarah ke tirai yang ditunjukan Ka Eunsha.


Zunho mulai membersihkan badanya, selama perjalan menuju Benua Tengah Zunho tidak pernah menyentuh air sedikit pun, sesudahnya membersihkan badan Zunho segera bergabung dengan Ka Eunsha.


“Mari kita sarapan dulu Zunho.” ucap Ka Eunsha yang pada saat itu melihat kehadiran Zunho.


Zunho berjalan menuju Ka Eunsha yang sudah terduduk rapi dengan banyak masakan yang terlihat enak di meja makan.


“Makanlah, aku sengaja memasak ini karena mendengar kau akan pergi ke Benua Udara, kau bisa pergi ke Benua Udara saat berada di kota, ambilah arah timur melewati hutan hutan yang rimbun.” alasan yang dikeluarkan Ka Eunsha kenapa ia memasak banyak hari ini, ia juga memberikan pentujuk kepada Zunho agar ia mengetahui jalan menuju Benua Udara.


“Terima kasih atas kebaikan hati anda Ka Eunsha.” Zunho mengambil Bakpao yang ada di depanya.


Zunho dan Ka Eunsha melanjutkan sarapan pagi mereka, setelah makan Zunho berpamitan dengan Ka Eunsha.


“Terima kasih Ka Eunsha untuk pelayananya, ehm dimana Eunji ?” Zunho berniat mengucapkan salam perpisahan kepada Eunji.


Lantas Ka Eunsha menjawab bahwa Eunji sudah pergi ke Kota untuk kembali bertugas di Aula Surgawi.


“Eunji sudah pergi tadi pagi bersama aku, ia pergi ke Aula Surgawi sedangkan aku pergi ke pasar, aku akan menyampaikan salam perpisahan dari mu kepadanya saat dia kembali ke penginapan.” balas Ka Eunsha.

__ADS_1


Setelah mengucapkan salam perpisahan kepada Ka Eunsha, tanpa membuang banyak waktu Zunho segera beranjak keluar dari penginapan, ia mengikuti arahan Ka Eunsha dengan berjalan ke kota lalu mengambil arah Timur, Zunho terus berjalan melewati ramainya pemukiman.


Sampai Zunho berada dekat dengan kota, segera Zunho mengambil arah Timur yang dimana terdapat hutan lebat nan rimbun, Zunho tanpa ragu masuk ke dalam hutan yang menjadi jalan penghubung Benua Tengah dengan Benua Udara.


Zunho meneruskan langkah kakinya menuju Benua Udara untuk melenyapkan Keluarga Kuan, jalan demi jalan Zunho lewati, batu demi batu Zunho hindari sampai jalan yang Zunho tepaki mulai naik sedikit demi sedikit.


Rimbunya hutan kini mulai tergantikan dengan dataran tinggi yang sejuk, Zunho menghela nafas dan menghembuskan udara segar khas dataran tinggi.


Sejauh ini perjalanan Zunho masih terbilang lancar sampai.


GEDEBUGGGGG


Tepat di tengkuk leher, Zunho mendapatkan pukulan benda tumpul yang keras, ia pun tak sadarkan diri.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2