
.
.
.
“Mari kita panggil peserta kedua yang akan berpatisipasi hari ini, Zi Dilua dan Niu Tiena”
PROK PROK PROK
Suara tepuk tangan menggema di stadion, suara bahkan lebih jelas terdengar saat kedua kaka tingkat masuk ketimbang saat Yuan dan Xiaona masuk, tak lama kemudian keluarlah kedua wanita yang bisa dibilang lumayan mantap dipandang, Dilua dan Tiena memandang rendah Xiaona dan Yuan yang saat ini memadangi mereka dengan senyuman.
“Ya mereka akan kita kalahkan dengan cepat kan Tiena ?” Salah satu gadis bernama Dilua bertanya kepada temanya
“Pasti, aku sudah tidak sabar menghunuskan duri mawar ku ke gadis itu” ucap Tiena sambil menunjuk Xiaona.
Pembawa acara kembali bersuara dengan nada keras miliknya untuk memberi tahukan peraturan kepada peserta maupun penonton.
“Pertarungan bisa dimenangkan apabila kedua pihak lawan sudah pingsan keduanya, kalian boleh melukai musuh kalian separah apapun namun jangan buat mereka kehilangan nyawa, para alkimia juga kami sediakan disini untuk berjaga jaga, tanpa memulai lebih lama lagi mari kita mulai acaranya”
Suara pembawa acara berhenti, gong dibunyikan kemudian, kedua tim mulai mengambil kuda kuda, Xiaona dan Yuan berbagi strategi, Yuan menyuruh Xiaona untuk fokus ke gadis yang bernama Tiena sedangkan dirinya fokus ke gadis yang bernama Dilua.
Dilua dan Tiena menangguk lalu melesat bersamaan menuju Yuan dan Xiaona, Tiena mengeluarkan kemampuan tanaman mawar miliknya untuk memisahkan Xiaona dari Yuan.
“Benteng Akar Mawar”
__ADS_1
GRESSSS
Sebuah penghalang tumbuh di antara Yuan dan Xiaona, gadis yang bernama Dilua juga tak tinggal diam, ia mulai berbicara sambil berlari.
“Bola Cahaya”
WUSHHH
Sebuah bola cahaya yang terkumpul dari matahari melesat ke arah Yuan dengan cepat, wanita itu segera menangkis bola dengan benteng air namun Dilua kembali berbicara saat bola hampir menyentuh benteng air milik Yuan.
“Benteng Air”
WUSSHHHH
“Haha tak akan bisa, Pelikan Cahaya”
DUARRR
Yuan terlempar ke dinding Stadion, ia langsung tak sadarkan diri karena serangan kuat dari Dilua, Tiena membuka benteng akar mawar miliknya, Dilua bergabung dengan Tiena kemudian, kedua wanita itu tertawa melihat Xiaona yang saat ini mulai tersudut.
“Haha lihatlah, teman satu tim mu sudah pingsan, sekarang giliran kau anak haram” ucap Tiena dengan nada cemooh miliknya.
“Oh begitu ya”
Xiaona memencarkan cahaya kuning dari dalam tubuhnya, semakin tinggi ia naik ke udara maka cahaya ditubuhnya maka akan semakin memancar, Xiaona mengeluarkan ranah pelangi jingga miliknya, Dilua dan Tiena hanya tertawa lalu ikut mengeluarkan ranah pelangi mereka yang berada di tingkat kuning.
__ADS_1
“Kalian tidak mengenal ku namun kalian sudah mengatakan aku anak haram, apakah kalian pernah melihat mereka bercinta tanpa ada ikatan, oh aku tidak akan membiarkan diri kalian lolos setelah apa yang kalian katakan kepadaku, Akar Matahari”
SRESSSSS
Rambatan akar memeluk kedua tubuh wanita tersebut, mereka berusaha melepaskan diri dengan menggunakan cahaya dan duri mawar namun semakin mereka bergerak maka akan semakin kuat akar tersebut melilit mereka.
“Begitu saja kekuatan kalian, kaka tingkat yang hebat, akan kutambahkan satu lagi karena telah berkata sembarangan, LEDAKAN BUNGA MATAHARI”
Xiaona berteriak sekuat tenaga, bunga matahari tumbuh di akar kemudian, bunga matahari semakin membesar dan membesar sampai.
BOMMMMM
BRAKKKKKKK
Dilua dan Tiena terlempar ke dinding stadion, petugas yang berada dekat dengan mereka langsung berlari menuju Tiena dan Dilua yang saat ini terkena luka cidera yang serius, pembawa acara sedikit merinding melihat kekuatan Xiaona, ia langsung mengumumkan kemenangan untuk Yuan dan Xiaona.
“Pemenang nya adalah Xiaona dan Yuan”
PROK PROK PROK
Seluruh penontong memberikan tepuk tangan bahkan Raja Meijin dan Ketua Neuna sampai berdiri dari kursi hanya untuk memberikan tepuk tangan kepada Xiaona.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read