
.
.
.
“Ya disitu, nah tepat sekali” ucap Tu Dong sambil menikmati pijatan.
Ketua Neuna dan guru pendamping memandangi mereka dengan tatapan santai, Zunho, Yuan dan Xiaona menunggu Tu Dong berkata “selesai” agar mereka bisa melanjutkan perjalanan.
Waktu demi waktu mereka tunggu sampai Tu Dong berkata “selesai, namun tupai itu terlihat menikmati pijatan tangan bayangan Jirou, karena dirinya yang selalu berada di hutan dan selalu memburu orang orang, maka tak heran jika dia jarang mendapatkan pelayanan spesial seperti saat ini.
“Ya sudah cukup, terima kasih” Tu Dong berkata sambil berdiri dari tempat ia duduk.
Tu Dong membalikan arahnya menghadap Zunho dan teman teman, senyum masih terukir di wajah Tu Dong, ia mulai berbicara kepada Zunho dan teman teman untuk mengungkapkan rasa terima kasih.
“Terima kasih anak anak baik, jujur kalian sajalah yang baru bertindak baik kepada tupai tua ini, kalian juga hebat, bahkan kalian mampu membuat ku terdesak dan salah satu dari kalian mampu membuat luka yang cukup parah, jujur saja aku tidak pernah terdesak kepada siapapun sebelumnya namun kali ini kalian lah menjadi yang pertama, maafkan aku karena tiba tiba menyerang kalian”
Tu Dong menangkupkan kedua tanganya lalu menudukan badanya ke arah Zunho dan teman teman sebagai rasa bersalah nya, Jirou mulai berbicara membalas permintaan maaf Tu Dong.
__ADS_1
“Tidak apa Tu Dong, jujur saja aku masih kesal karena kau melukai ku dan teman temanku bahkan hampir membuat kami berpindah alam, namun sekarang itu bukan masalah lagi, benarkan kawan kawan ?” Ucap Jirou sambil membalikan arah pandangnya ke pada Yuan, Zunho dan Xiaona.
Mereka bertiga mengangguk, Tu Dong tersenyum lalu berkata.
“Terima kasih sekali lagi, aku akan pergi sekarang, jaga diri kalian baik baik”
SWUSHHHH…HAPPPP
Tu Dong berlari lalu meloncat dari satu dahan ke dahan lainya, Zunho dan teman temanya berbalik menghampiri Ketua Neuna serta guru pendamping, sesampainya di sana mereka langsung menyapa.
“Kami kembali” ucap Yuan.
“Kalian hebat anak anak, aku sangat bangga mempunyai murid hebat seperti kalian, ya aku harus jujur kepada kalian bahwa inilah rencana ku dari awal, membuat kalian berkelahi dengan monster atau bandit yang kuat agar kemampuan kalian tidak menumpul sampai kita tiba di Benuan Huanli, maafkan aku”
Zunho dan teman temanya saling memandang satu sama lain, kali ini Xiaona lah yang membuka suara.
“Tidak apa Ketua Neuna, kami senang menjalaninya, anda tidak perlu merasa bersalah, kami juga paham usaha yang anda lakukan itu demi kebaikan kami serta tetap menjaga kualitas kemampuan di dalam diri kami.” ucap Xiaona dengan nada tenang yang membuat perasaan bersalah di hati Ketua Neuna mulai memudar.
“Terima kasih karena kalian sudah memafkaan ku dan memahami ku, baiklah mari kita beristirahat sebentar” ucap Ketua Neuna
__ADS_1
Zunho dan teman temanya menggelengkan kepala, ia mulai memberikan sebuah pernyataan kepada Ketua Neuna.
“Tidak perlu ketua, kami semua masih sanggup berjalan, kita tidak bisa beristirahat sekarang karena hari ujian sudah semakin dekat dan jarak menuju Benua Huanli masih jauh.”
Ketua Neuna memindahkan padanganya ke Zunho, kemudian kata kata keluar dari mulut Ketua Neuna.
“Baiklah, mari kita lanjutkan perjalanan”
Mereka berempat mulai berjalan menyusuri hutan untuk sampai di benua tengah, guru pendamping kembali memposisikan diri mereka di sebelah murid masing masing.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 hari akhirnya mereka sampai, banyak rintangan dan hambatan yang mereka temui namun berkat Zunho dan teman teman, semuanya jadi terkendali, saat ini mereka tengah sampai di sebuah Desa di benua tengah, Ketua Neuna berkata bahwa nama desa ini adalah Desa Yie.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1