
.
.
.
Kini usia Zunho genap 10 tahun, sesuai janji Feng jika ia berumur 10 maka dia akan membawa Zunho pergi ke akademi Gao.
“Apakah masih jauh paman ?”
“Sudah dekat, itu Akademi nya”
Feng menunjuk sebuah bangunan besar yang berdiri kokoh, Zunho menganggukan kepalanya, mereka berdua kembali berjalan menuju akademi, sesampainya di akademi mereka berdua langsung masuk ke area dalam untuk pendaftaran.
Zunho kembali bertemu teman mainya yang tak lain Jiruo, ia juga melihat seorang pria di sebelah Jirou yang seumuran dengan Feng, Zunho kemudian menepuk bahu Jirou untuk menyapa.
“Halo Jiruo”
Jiruo membalikan badan, ia menatap seorang pemuda dengan mata hitam sedang berdiri memandangi dirinya, Jirou tersenyum lalu membalas sapaan Zunho.
“Halo Zunho”
Pria di sebelah Jirou mengalihkan pandanganya kepada Zunho, ia menatap datar Zunho begitupun sebaliknya, antrian terus berkurang, kini giliran Jirou yang maju, ia izin undur diri kepada Zunho dan berjalan ke depan untuk mendaftar, setelah Jirou dipersilahkan pergi menuju sebuah ruangan, pria di sebelah Jirou mulai beranjak pergi sambil memandang datar wajah Zunho.
__ADS_1
Zunho mengabaikan orang tersebut, ia maju ke depan kemudian untuk sebuah pendaftaran.
“Bisakah aku mengetahui apa jiwa bela dirimu ?”
“Aku tidak memiliki jiwa bela diri apapun”
Perkataan Zunho membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut terkejut, bisikan demi bisikan membanjiri ruangan, Feng menyikut pelan tangan Zunho, ia meletakan jari telunjuk di mulutnya menyuruh Zunho untuk diam.
“Ehm maafkan kepolosanya, ia memiliki jiwa bela diri pedang”
Orang yang bertugas menerima murid baru akademi Gao menutup mulut setelah membukanya lebar lebar seperti orang ingin makan, ia menulis sebuah kertas lalu menyerahkanya kepada Zunho, ia yang tidak tahu apa maksudnya ini langsung bertanya.
“Untuk apa ini ?”
“Baiklah”
Zunho berbalik menghadap Feng, pria itu memandang Zunho dengan senyuman.
“Iya aku paham, kau pergilah, jaga dirimu baik baik ya, sampai bertemu lagi”
“Kau juga paman”
Feng melangkahkan kakinya keluar dari area pendaftaran, Zunho berjalan menuju ruangan pengujian, sesampainya di sana, ia langsung mengambil antrian, menunggu seperti yang lain sampai diperboleh kan masuk, Zunho kembali melihat Jirou, ia ingin masuk ke dalam ruang Pengujian.
__ADS_1
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya giliran Zunho untuk masuk, ia segera memasuki ruang pengujian, seorang pria menyuruh Zunho meletakan kertas di meja lalu memberikan sedikit penjelasan kepada Zunho.
“Aku akan menguji kertas ini, jika memang jiwa bela diri mu adalah pendang maka kertas akan melayang di udara, namun jika kertas tidak melayang maka kau belum bisa bergabung dengan akademi”
Zunho meletakan kertas di meja, ia berdiri sambil menyilangkan kedua tanganya, orang tersebut mulai mengayunkan tangan ke kanan dan ke kiri, saat itu juga kertas Zunho melayang bahkan kertas merubah bentuknya menjadi pedang dengan tornado kecil melingkari pedang tersebut.
“I-ini tidak mungkin”
Orang tersebut menurunkan tanganya, Zunho yang tidak paham arti dari pedang dan tornado yang baru saja ditampilkan orang itu hanya diam.
Pria yang menguji coba jiwa bela diri Zunho mulai meraih sebuah bulu lalu mencelupkanya ke sebuah tinta, ia menyerahkan kertas kepada Zunho kemudian.
“Pergilah ke ( ruangan penerimaan ), kau hanya perlu jalan lurus dan belok kanan jika melihat pertigaan, kau juga bisa mengambil kunci asrama milik mu setelah mendapatkan arahan dari ketua penerimaan”
“Baiklah, terima kasih”
Zunho tersenyum lalu membungkukan badan, ia berjalan keluar menuju ruangan penerimaan, serta mengambil kunci asrama miliknya.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read