
.
.
.
Zunho membuka matanya dan mendapati sekumpulan wanita dengan baju yang terlihat seperti kekurangan bahan, salah satu dari mereka maju mendekati Zunho, wanita itu melepas cadar yang menutupi mulutnya agar bisa berbicara dengan jelas.
“Sudah puas tidur siangnya ?” Tanya wanita tersebut kepada Zunho.
Zunho menatap datar wajah wanita sambil mencoba melepas ikatan kedua tanganya, Zunho tak merespon sama sekali sampai wanita itu mulai terlihat jengkel.
“Aku sedang berbicara kepadamu, BALAS !!” Wanita mulai terpancing emosi.
“Bukan kah aku yang harusnya bertanya kepadamu, apa tujuan mu menangkap dan menahan ku disini ?” Zunho membalas pertanyaan dengan pertanyaan lainya.
Wanita melirik liontin hijau yang ada di dada Zunho, ia meraih dan merampasnya dari Zunho.
__ADS_1
“Kalung ini bisa menjadi sumber persediaan kita selama beberapa bulan kedepan” wanita meletakan liontin Zunho di sakunya.
“Ya kau harus tunduk kepada kami karena saat ini kau sudah memasuki wilayah kami, Bandit Kupu Kupu Merah, apa yang bernilai maka akan kami ambil dengan paksa.” Wanita menunduk ke hadapan Zunho sambil membelai pipinya sebelum melanjutkan pembicaraan.
“Aku tidak pernah melihat mangsa yang menawan seperti mu, ini merupakan hari keberuntungan bagi Bandit Kupu Kupu Merah.” wanita itu mulai melonggarkan baju yang ia kenakan.
Zunho memejamkan matanya, ia tahu kemana arah pembicaraan ini akan bersambung, Zunho menghela nafas sambil berkata.
“Jangan harap kau dan teman teman mu bisa menguasai ku.” Zunho memejamkan matanya sambil berusaha melepas tali yang terikat di kedua tanganya.
“Liat saja tubuh mu yang indah ini, jangan menolak kenikmatan yang tak ternilai dari kami, bukan kah suatu keajaiban bisa merasakan 4 buah gua dan buah peach sekaligus ?” Tanya wanita sambil mengigit sensual bibir bawahnya.
“Aku tidak perduli walaupun kalian buah persik yang langka sekalipun.” Zunho membalas pernyataan wanita sambil menggerakan badanya agar wanita menjauh.
Wanita berdiri dan merapikan bajunya, ia menatap Zunho yang saat ini tengah berusaha melepaskan ikatan yang melilit tanganya.
“Teruslah berusaha, Tali Rotan Energi itu akan menyedot habis energi kehidupan mu, sebaiknya kau menyimpan energi karena kau akan memuaskan hasrat 4 wanita cantik ini tentu saja si kecil tidak ikut karena ia sedikit malu, sampai jumpa nanti malam.” Wanita meletakan kakinya di paha Zunho lalu menggesekanya perlahan lahan.
__ADS_1
Wanita dan teman temanya pun pergi, salah satu dari mereka menyempatkan diri memandang Zunho sebelum ia pergi mengikuti yang lainya.
Zunho hanya bisa menunggu sampai Bandit Kupu Kupu Merah kembali berkunjung, Zunho berhenti bergerak melepas ikatan yang melilit tanganya, ia memilih diam karena percuma jika dia bergerak melepas ikatan karena energi kehidupan akan diserap Rotan Energi.
Zunho memejamkan matanya kembali, seketika Zunho mulai terlelap, namun sebelum terlelap Zunho bergumam terlebih dahulu di dalam hatinya.
“Sebaiknya aku mengikuti permainan mereka terlebih dahulu, dari pada energi kehidupan ku habis dengan tali ini, aku akan membuat mereka melepaskan ku, aku hanya harus bilang “biarkan aku membuka baju ku, maka aku akan melayani kalian sampai kalian merasakan nikmatnya jus pisang yang akan aku sarangkan di gua dan peach kalian, sampai lutut kalian tidak bisa berdiri lagi.”
Zunho mulai tersenyum licik sambil memejamkan matanya menunggu waktu pelampiasan hasrat datang kepadanya.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1