Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Kemampuan Halilintar Putri Lin Naxie


__ADS_3

.


.


.


Semua orang yang ada di ruangan mengarahkan sorot pandang mereka kepada seorang pemuda dengan rambut hitam panjang dengan tinggi 180 cm, wanita tua yang berada di sisi putri Nanxie memandang kehadiran pemuda itu dengan tatapan sinis namun tidak dengan putri Nanxie yang menatap kehadiran pemuda dengan senyum di wajahnya.


“Kau benar benar tak terduga Zunho, aku semakin bertekad memiliki mu suatu hari nanti” ucap Nanxie dengan nada percaya yang tinggi.


Zunho memandang putri Nanxie datar sebelum menjawab omong kosong putri Nanxie.


“Aku pastikan kau tidak akan pernah mendapatkan ku, maaf jika ini sedikit kasar namun aku tidak akan membiarkan kau dan dia hidup setelah ini” Zunho menujuk wanita tua yang sedari tadi memandanginya.


Sontak pernyataan Zunho mendapatkan reaksi yang berbeda beda dari sebagian orang termasuk Laut Kehidupan yang saat ini berada di ruangan singgasana.


“Ini akan semakin menarik” wanita tua menjentikan jarinya.


POFTTTTT


Sebuah hamparan luas terbentang sejauh mata memandang, wanita tua memprediksi pertempuran yang akan terjadi kali ini akan sangat besar dan memakan lebih banyak korban jiwa, setelah mengubah pemandangan, semua orang kembali berperang untuk kedamaian dan tujuan mereka.

__ADS_1


Boyu, Jiaolin dan Mabao berusaha melawan putri Nanxie namun kemampuan mereka masih bisa dipatahkan dengan kemampuan putri Nanxie yang telah ditingkatkan, bahkan ia berada di ranah biru tua seperti Audas.


Putri Nanxie melesat menuju Zunho, terlihat Mabao ingin menghentikan langkah putri Nanxie namun Boyu menahan tanganya.


“Kita harus fokus kepada dewi kesesatan itu, aku yakin Zunho bisa melawan dan menyadarkan Nanxie” Boyu meyakinkan Mabao.


Mabao mendengus kesal lalu mengikuti arahan Boyu, mereka bertiga mulai berbaur dengan Raja Sang yang sedang terpojok dengan dewi kesesatan.


“Zunho tidak tahukah dirimu bahwa aku sangat menyukaimu” putri Nanxie melesat dengan omong kosong yang keluar dari mulutnya.


Zunho tak merespon perkataan putri Nanxie, ia mengarahkan pedang lalu mengirimkan sebuah tebasan langsung mengarah putri Nanxie, putri mengeluarkan Pelukan Camar miliknya lalu mengirimkan energi padat berbentuk camar bewarna kekuning an itu kepada Zunho.


“PELUKAN CAMAR” teriak putri Nanxie.


BWUSHHHHHH…DARRRRRRR


Camar meledak saat angin menerpa tubuhnya, putri Nanxie sedikit terdorong ke belakang karena ledakan yang terjadi dekat dengan dirinya, putri Nanxie mengubah pola matanya menjadi warna ungu, Zunho menyadari perubahan pola mata putri Nanxie serta menyadari bahwa ada energi kehidupan yang sangat besar dan berbahaya datang dari putri Nanxie.


Putri Nanxie melesat menuju Zunho, kali ini langkah lari putri Nanxie bewarna merah cerah, sesampainya di hadapan Zunho, putri Nanxie langsung memberikanya Percikan Halilintar.


“PERCIKAN HALILINTAR” tangan putri Nanxie terbungkus cahaya merah terang.

__ADS_1


DRTTTTTT…UGHHH


Zunho menerima kembali serangan di perut untuk kedua kalinya, luka bekas Audas yang sudah mulai mereda kini bertambah sakit dengan hadirnya serangan putri Nanxie.


Zunho dibuat bertekuk lutut di tanah dengan tumpuan pedang di tangan kananya, ia memegangi perutnya yang sakit dan bersimba darah, putri Nanxie tersenyum melihat Zunho terluka, setelah dirasa cukup membuang buang waktu, Zunho menghilangkan dirinya di hadapan putri Nanxie dan memunculkan dirinya kembali di atas kepala putri Nanxie.


“Tebasan Angin Kerakusan” Zunho mengarahkan mata pedang menuju putri Nanxie.


Putri Nanxie hanya tersenyum, saat Zunho siap menghujani dirinya dengan pedang, tiba tiba sebuah Harimau bewarna merah keluar dari dalam tubuh Nanxie, harimau langsung menyabar tubuh Zunho yang berada di udara, terlihat putri Nanxie bersiap memukul Zunho saat dirinya berhasil di lumpuhkan.


GROARRRRR…DRTTTTTT…SIUUUUUU


“Terjangan Halilintar” putri Nanxie melompat ke udara setinggi mungkin untuk meraih Zunho.


Berikut adalah gambaran pola mata putri Nanxie setelah dirinya diutus menjadi penerus dewi kesesatan.



.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2