
.
.
.
Wanita hanya bisa pasrah ia dihabisi Zunho, namun beberapa saat berlalu ia tidak merasakan sakit, sontak ia membuka matanya dan mendapati pedang Zunho tertancap di tanah, bahkan tanah yang menjadi landasan pedang Zunho membentuk retakan kecil.
“K-kenapa tidak mehabisi ku ?” Tanya wanita dengan bingung.
Zunho berjongkok, mendekatkan wajahnya di hadapan wanita tersebut.
“Aku ingin dual dengan mu terlebih dulu sebelum menghabisi mu, akan sangat tidak sopan jika aku bermain dengan orang yang sudah tak bernyawa.” Zunho sedikit menggoda wanita itu.
Wanita terlihat sedikit malu saat Zunho mengucapkan hal tersebut, tangan wanita pun mulai bergerak melepas pakaian yang ia kenakan, Zunho langsung menahanya.
“Aku hanya bercanda, apakah kau berasal dari Benua Udara ?” Zunho melepas pelan tangan wanita.
Wanita terlihat ragu sebelum menjawab pertayaan Zunho.
“Ya aku berasal dari sana, ada apa ?” Tanya balik wanita.
Zunho berdiri dari wanita lalu berjalan meraih baju dan liontinya yang masih berada di saku wanita pertama yang ia habisi, Zunho meraba saku baju untuk memastikan apakah Ramuan yang ia bawa sudah pecah apa belum, setelah memastikan ramuan baik baik saja Zunho berjalan mengarah wanita lalu menutup tubuhnya yang sedikit terumbar.
“Tunjukan jalan kesana, karena kau sudah baik memberiku makan maka aku putuskan tidak membunuhmu.” Zunho meletakan bajunya di tubuh wanita.
__ADS_1
Wanita memandang lekat lekat Zunho, belum pernah ada pemuda yang memperhatikanya seperti ini, wanita pun bangun dari tempatnya.
“Kau bisa kedinginan jika tidak mengenakan baju” ucap wanita dengan nada terkesan malu.
Zunho yang baru saja selesai mengenakan liontinya segera membalas wanita.
“Tidak apa, daripada aku harus melampiaskan hasrat ku kepadamu jika kau terus menampilkan lekuk tubuh mu itu.” Ucap Zunho dengan nada santai.
Wanita tertunduk, terlihat ia sedang memikirkan suatu hal yang kotor di dalam pikiranya, bisa dilihat dari kelakuanya yang mencurigakan.
“T-tidak apa apa juga jika kau ingin asalkan kau mau bertanggung jawab saat pembuahan berhasil terjadi” sontak perkataan wanita membuat Zunho mengedipkan matanya beberapa kali.
Zunho menghilangkan pikiranya yang saat ini mulai dewasa, ia menyuruh wanita itu keluar dari gua karena Zunho ingin menutup jalan masuk gua.
“Kau keluarlah dari gua, kita akan melakukan perjalanan Benua Udara malam ini juga.” perintah Zunho.
“TINJU TORNADO” Zunho menunju keras keras dinding gua.
GREKKKK
Batu besar, batu kecil mulai berjatuhan, segera Zunho berlari dengan Langkah Angin miliknya dan menemui wanita itu di depan gua.
BRURRRR
Zunho keluar, pada saat yang bersamaan jalan masuk gua sudah tertutup batu batu besar, Zunho menatap wanita yang saat ini memandangi dirinya balik.
__ADS_1
“Apakah ada yang salah ?” Tanya Zunho kepada wanita.
Wanita tersentak dari lamunanya, wanita mulai bertindak aneh saat Zunho melemparkan pertanyaan.
“T-tidak, ayo kita jalan” wanita itu membalikan badanya.
Wanita itu berjalan di ikuti Zunho, sepanjang jalan Zunho dan wanita itu hanya diam tak membuka pembicaraan satu kata pun, wanita mulai sedikit kesal karena Zunho tidak berbicara segera membuka mulutnya untuk sebuah pertanyaan.
“Ehm bisakah aku mengetahui nama mu ?” Tanya wanita dengan lembut.
“Aku Xu Zunho, kau sendiri ?” Tanya Zunho balik.
“Aku Ling Khunyi, salam kenal.” Wanita itu tersenyum kepada Zunho.
Zunho mengabaikan senyum wanita tersebut, mereka terus berjalan menuju Benua Udara, perlu waktu 5 hari untuk menempuh Benua Udara.
Berikut gambaran Ling Khunyi yang memberikan Zunho makan, Zunho memutuskan tidak membunuh Khunyi dan mengajak nya pergi ke Benua Udara.
Ling Khunyi
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read