
.
.
.
Ke esokan paginya, Zunho bangun dari tidur malamnya yang indah, ia memegang kepalanya yang sedikit pusing lalu bangkit dari kasur dan ingin berjalan keluar dari kamar penginapan, saat ia ingin membuka pintu, tiba tiba pintu terbuka dengan seseorang di baliknya.
KREKKK..KRIETTT
Zunho mundur beberapa langkah saat orang itu masuk ke dalam kamar, ia memandang orang yang tak lain bapak penginapan, di tanganya terdapat sebuah nampan dengan ramuan bewarna kuning berada di dalam gelas yang terbuat dari bambu, Zunho menaikan sebelah alisnya, bapak penginapan menjelaskan bahwa air yang berada di dalam gelas itu adalah Ramuan Berkah Matahari.
“Oh kamu pasti bingung dengan isi gelas ini bukan, ini adalah Ramuan Berkah Matahari, setiap orang yang mabuk dan menginap di penginapan akan aku berikan ini agar rasa sakit di badan mereka bisa sedikit berkurang” Bapak Penginapan menjelaskan secara mendetail mengenai ramuan yang ia bawa saat ini.
Zunho meraih gelas lalu mulai menenggak air yang ada di dalam gelas, ramuan terasa manis dan pedas, Zunho mulai menyukai rasa ramuan yang tak biasa ini, ia meletakan gelas di nampan lalu kembalu berbicara.
__ADS_1
“Enak sekali, badan ku merasa mendingan” Zunho menyeka sisa ramuan dengan ibu jempolnya.
Bapak penginapan mengangguk dan memberikan penawaran kepada Zunho agar sarapan pagi bersama yang lainya, Zunho mengangguk dan berjalan di ikuti bapak penginapan menuju ruang makan, sesampainya di ruang makan, terlihat Jirou dan keluarganya serta Xiaona dan Yuan sedang makan, Zunho langsung duduk di kursi yang kosong lalu mengambil mangkok dan sendok lalu meraup sebuah sup lalu menuangnya ke mangkok.
Zunho langsung memakan sup hangat tersebut, rempah rempah yang sangat gurih bermain di lidah Zunho, ia sangat menikmati sup buatan bapak penginapan sampai sup di dalam mangkok Zunho mulai berkurang sedikit demi sedikit.
Setelah semua orang selesai makan, mereka bangkit dari tempat duduk dan berjalan untuk bersiap siap kembali ke Benua Daratan, Zunho masih duduk di kursi sambil memandang bapak penginapan yang terlihat kerepotan dengan sesuatu.
Zunho berjalan mendekati bapak penginapan, ia bertanya kepada bapak penginapan apakah ia membutuhkan bantuan.
Bapak penginapan menoleh ke arah Zunho, ia menjelaskan bahwa saat ini ia sedang mempersiapkan barang untuk membuat pil.
“Tidak apa nak, aku saat ini hanya sedang sibuk menyiapkan bahan bahan untuk membuat Pil Kijang Abadi, aku baru saja ingat bahwa yang mulia Sang memesan beberapa pil kepada ku namun aku lupa, untungnya hari ini aku ingat dengan perintah yang mulia, namun yang menjadi masalahnya, bahan bahan yang diperlukan untuk membuat pil tidak ada satupun yang tersedia di lemari penyimpanan.” bapak penginapan menghela nafasnya.
Zunho menawarkan kembali dirinya untuk membantu bapak penginapan.
__ADS_1
“Biarkan saya yang mencari bahan bahan pembuatan pil bapak, bapak hanya perlu menjelaskan apa saja bahan yang diperlukan untuk membuat pil” Zunho berbicara sambil menatap sebuah alat tumbuk di tangan bapak penginapan.
Bapak penginapan meletakan telapak tanganya di dagu, ia menimbang nimbang tawaran Zunho.
“Kamu bisa saja membantu ku nak namun pencarian bahan bahan pembuatan pil ini akan memakan waktu ber jam jam” jelas bapak penginapan.
“Tidak apa pak, saya akan bersiap terlebih dahulu” Zunho membalikan badanya lalu berjalan pergi meninggalkan bapak penginapan.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1