Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Mencampur Dan Membentuk


__ADS_3

.


.


.


Ke esokan harinya bapak penginapan menyiapkan bahan yang akan di jadikan pil Kijang Abadi, setelah menjemur Eceng Gondok Putih dengan bunga Matahari Merah kemaren, bapak penginapan mulai memasukan sedikit demi sedikit bagian bunga ke alat tumbuk.


Zunho bangun dari tidurnya lalu berjalan ke dapur, sesampainya di dapur Zunho melihat bapak penginapan tengah menumbuk bahan menjadi satu, Zunho mendekati bapak penginapan kemudian.


“Apa yang bisa saya bantu pak ?” Tawar Zunho kepada bapak penginapan.


Bapak penginapan menoleh ke arah belakang dan mendapati Zunho tengah memandangi dirinya.


“Selamat pagi nak, bapak bisa melakukanya sendiri, kamu sudah mau mencarikan bahan bahan pil Kijang Abadi, terima kasih sudah banyak membantu bapak.” Bapak penginapan berusaha menolak tawaran Zunho secara halus.


Zunho menggelengkan kepalanya lalu duduk di samping bapak penginapan, Zunho melihat ke arah toples yang berisi air rendaman Bunga Matahari, bapak penginapan yang menyadari arah pandangan Zunho mulai menjelaskan.


“Bapak akan mencampurkanya nanti saat sudah menumbuk kasar bahan bahan ini” jelas bapak penginapan sambil menumbuk kembali.

__ADS_1


Zunho berdiri dari tempat duduk nya, ia berjalan mengambil toples penyimpanan dan kembali duduk di sebelah bapak penginapan, Zunho membuka tutup toples dan melihat air bewarna merah menggenangi bagian dalam toples.


Aroma yang harum keluar saat Zunho membuka toples, ia menikmati bau lalu bertanya kepada bapak penginapan, apakah ia sudah menumbuk kasar semua bahan.


“Apakah sudah selesai pak ?” Tanya Zunho kepada bapak penginapan.


“Iya nak, kamu bisa menuangkan air rendaman yang sudah tercampur inti sari bunga Matahari Merah, pertama tama ambilah sendok terlebih dahulu” ucap bapak penginapan, memberikan sedikit arahan kepada Zunho.


Zunho meletakan toples rendaman air Matahari Merah di lantai lalu berjalan mengambil sendok, setelah duduk kembali, Zunho meraih toples yang dia letakan sebelumnya.


“Tuangkan 2 sendok air ke dalam alat ini, hanya setengah sendok saja jangan penuh karena jika penuh maka bahan akan sulit di haluskan” bapak penginapan menunjuk alat tumbuk yang ada di depanya.


Setelah memasukan bahan ke tungku barulah bapak penginapan mengeluarkan kemampuanya yang jarang dilihat orang lain termasuk Zunho.


“Api Jiwa Biru”


DASHHHHHH


Api Biru Jiwa muncul, bahan mulai dimasukan ke dalam tungku, ketika semuanya sudah masuk dan di diamkan dalam beberapa menit, akhirnya tungku mulai menguap, bapak penginapan langsung membentuk pil satu persatu dengan kemampuan Alkimia yang ia miliki, sampai dirasa cukup.

__ADS_1


Kini pil sudah jadi dan siap di konsumsi, bapak penginapan meraih toples yang sudah terbuka dan memasukan pil ke dalam satu per satu sampai pil yang sudah ia bentuk habis.


Setelah selesai mengemasi pil, bapak penginapan menyeka keringat di dahinya sambil mengucapkan terima kasih kepada Zunho.


“Terima kasih nak, untung kamu bersedia membantu bapak, sebagai rasa terima kasih bapak, kamu bisa berkunjung ke penginapan kapan pun dengan sewa kamar gratis.” ucap bapak penginapan.


Zunho tersenyum kepada bapak penginapan, sebelum mengucapkan terima kasih kembali karena telah memberikan hadiah yang tak terduga.


“Sama sama pak, terima kasih kembali untuk hadiah nya, apakah bapak akan mengantarkan pil nya hari ini juga ?” Tanya Zunho.


Bapak penginapan mengangguk dan membalas “ya” namun bapak penginapan ingin membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum menghadap Raja Sang.


.


.


.


Thanks for readp

__ADS_1


__ADS_2