
.
.
.
“Hhhhhh\~fuuuuuuu”
Zunho bermeditasi di dalam kamar asrama miliknya untuk menambah tingkatan kultivasi di dalam dirinya, ia juga memerlukan energi kehidupan yang banyak hari ini untuk membuat kemampuan penyembuhan yang bisa berguna disaat orang tidak memiliki sebotol ramuan.
Pelangi keluar dari pundak Zunho saat ia menenangkan pikiranya dari hal hal yang tidak diperlukan, ranah pelangi Zunho masih berada di tahap yang sama yaitu kuning, ia membuka matanya kemudian.
Zunho membuka mata lalu beranjak dari tempat ia duduk sebelumnya menuju ruang makan, sesampainya di ruang makan Zunho mulai memandangi rak makanan yang kosong, ia tidak pernah kepikiran untuk membeli bahan makanan untuk ia konsumsi.
“Kenapa aku tidak memasak makanan untuk diriku sendiri daripada membeli makanan tepat saji, lebih baik aku segera bersiap siap pergi ke hutan”
__ADS_1
Zunho mengambil kembali pisau dapur yang kini tersisa 2, ia mengambil karung yang terlipat rapi lalu berjalan keluar dari asrama untuk mencari beberapa bahan makanan yang ia perlukan untuk kebutuhan sehari hari.
Zunho berjalan melewati rumah rumah penduduk untuk pergi ke Hutan Misteri, sebenarnya ia bisa saja membeli bahan bahan di pasar namun kali ini bukan hanya tujuan bahan makanan saja, namun mencari bahan uji coba untuk kemampuan baru.
Zunho mulai memasuki Hutan Misteri, ia mencari bahan bahan seperti kentang, Wortel, Lobak maupun Singkong dan Ubi, saat mencari keberadaan bahan bahan tersebut, ia melihat sebuah hewan aneh yang sedang terluka, hewan berbadan kelinci dan berkepala tikus.
“Tepat sekali” gumam Zunho di dalam hati sambil berjalan mendekati hewan tersebut.
Hewan terlihat ingin melarikan diri namun ia tidak bisa melakukanya karena kaki kananya hampir putus, Zunho memejamkan matanya, angin mulai berhembus sedang saat itu, Zunho memusatkan energi kehidupan di hatinya, ia juga menanamkan niat seperti yang di bilang Rein kemaren.
Saat akar sudah mulai hilang, Zunho bisa melihat jelas bahwa kondisi hewan tersebut sudah kembali ke sedia kala, hewan melepas kan gigi berlian miliknya lalu meletakanya di tanah, Zunho bingung kenapa hewan aneh itu melepas giginya, hewan aneh mulai pergi masuk ke dalam hutan meninggalkan Zunho yang sedang kebingungan.
“Gigi berlian, mungkin aku bisa menjualnya kepada orang yang menyukai benda benda antik atau toko perhiasan, jujur saja energiku sangat terkuras saat akar akar itu mulai keluar, apalagi saat menyembuhkan hewan aneh tersebut”
Zunho berbicara sambil memegang gigi tersebut, ia membolak balik gigi emas untuk memastikan ke aslianya.
__ADS_1
“gigi berlian, akar putih dan penyembuhan, aku akan menamakanya Akar Berlian Putih”
Zunho meletakan gigi berlian di saku celana lalu kembali mengambil karung, ia berjalan pergi dari area tersebut, setelah perjalanan yang panjang, akhirnya Zunho menemukan tanaman singkong raksasa, ia mengambil batang singkong, ia menarik batang sekuat tenaga agar singkong yang tertanam di bawah bisa keluar.
Saat berusaha cukup keras akhirnya singkong keluar dari dalam tanah, ukuran singkong bisa dibilang cukup besar, seperti ayam milik Rein.
“Ya ini tahan beberapa hari, lebih baik aku pulang saja ke rumah, namun sebelum pulang alangkah baiknya membeli roti terlebih dahulu”
Zunho memotong batang singkong menggunakan pisau yang ia tempatkan di karung sebelumnya, ia mengambil singlonh lalu menaruhnya ke karung bersama dengan pisau, Zunho memikul karung, ia berjalan kembali menuju asrama.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read