
.
.
.
Zunho tidur dengan nyenyak dan berencana kembali ke Benua Daratan besok pagi, karena tugas yang diberikan Dewa Win He telah selesai dengan baik.
Ke esokan harinya Zunho bangun dari tidurnya, ia melihat Khunyi sedang tertidur pulas di kasur, Zunho berdiri sambil meregangkan tubuh nya yang sakit karena tidur di lantai.
“Bukankah aku ingin mencari 8 Hydra Bulan Legenda, Daratan, Lautan dan Tengah sudah ku jelajahi namun tidak melihat tempat yang memungkinkan adanya 8 Hydra Bulan legenda hidup, mungkin di Benua Udara aku bisa menemukanya.” Zunho mengurungkan niatnya kembali ke Benua Daratan.
Sampai terdengar ketukan di pintu kamar Zunho dan Khunyi tidur.
TOK\~TOK\~TOK
Zunho membuka pintu dan mendapati sekumpulan prajurit dengan persenjataan lengkap tengah memandanginya dengan marah.
“TANGKAP !!” seketika semua prajurit langsung menerjang Zunho yang lengah.
__ADS_1
Zunho berhasil di tangkap, keributan yang terjadi membuat Khunyi membuka matanya, ia yang tidur tanpa cadar sontak bangun dari kasur dan mendapati Zunho sedang ditahan prajurit.
“P-putri Khunyi, kami sudah mencari anda selama 2 tahun terakhir saat anda pergi dari kerajaan, jadi pemuda ini menjadikan anda tawanan dan berniat meminta tebusan mengetahui anda tuan putri Benua Udara, sungguh licik” celetuk salah satu prajurit.
Zunho dan Khunyi di giring menuju istana Benua Udara, sepanjang jalan Zunho meminta dilepaskan.
“Apa yang kalian lakukan, aku tidak memiliki kesalahan apapun !!” marah Zunho.
“Pembunuhan keluarga Kuan kau anggap tidak ada kesalahan, kami mengetahui keberadaan mu saat salah satu anggota Kuan yang masih tersisa datang kepada kami dan menunjukan lokasi dimana kau berada, kami mempunyai bukti beberapa tebasan yang hinggap di tubuh keluarga Kuan yang sudah tak bernyawa, mau mengelak ?” Penjaga memberikan penjelasan.
Zunho mendengus kesal, tindak lakunya yang ia pikir akan berjalan mulus harus sirna mengetahui ada anggota Kuan yang masih tersisa.
Sesampainya di istana Zunho langsung di giring menuju ruang singgasana dimana terdapat seorang wanita tua dengan mahkota sedang menatap dingin ke arah depan.
“Kau sudah membunuh keluarga Kuan dan” wanita itu mengalihkan padanganya kepada Khunyi yang tak lain anaknya.
“Ho kejahatan berlipat, membunuh keluarga Kuan, ingin meminta tebusan kepada ku, langsung giring dia ke Jurang Lie, kumpulkan semua orang agar bisa melihat orang yang menghabisi keluarga Kuan.” Wanita itu bangkit dari singgasananya lalu berjalan mengarah Khunyi.
Wanita itu mulai menagis bahagia mengetahui putrinya telah kembali ke dirinya, Khunyi yang tak terima langsung menolak Zunho di buang ke jurang.
__ADS_1
“Aku tidak ditawan, justru dialah yang mengajak ku pergi ke Benua Udara, pasti ini semua omong kosong Kuan Hu kan, ia memang selalu begitu maka dari itu aku tidak mau dijodohkan denganya !!” Marah Khunyi kepada wanita tua.
“Ini semua bukan omong kosong putriku, ia benar benar menghabisi keluarga Kuan, Kuan Hu sendiri yang menggiring prajurit menuju tempat kejadian dan memberi tahukan lokasi pria itu, saat ini yang tersisa di keluarga Kuan hanyalah Kuan Hu, kembaran Kuan Ji yang akan menjadi calon suami mu.” balas wanita tua dengan nada dingin.
Zunho pun mulai digiring menuju jurang Lien untuk dilemparkan ke jurang sementara Khunyi berusaha lepas dari ibunya.
“Maafkan saya Dewa Win He, saya tidak sempat menghabisi semuanya karena ku kira semuanya sudah terbunuh.” Sesal Zunho dalam hatinya.
“Tidak perlu minta maaf, kau akan di buang ke Jurang Lien, apakah kau tidak takut dengan hal itu, katanya jurang itu tanpa dasar, aku ingin sekali membantu mu namun aku sudah tidak bisa lagi turun ke benua karena kehidupan ku sudah abadi di langit.” Dewa Win He sedikit menjelaskan alasan ia tidak bisa turun lagi ke Benua.
“Ya sedikit membuat saya bergidik, mungkin saya akan menggunakan sayap angin lalu pergi dari Benua Udara, semoga saja itu berhasil.” balas Zunho dengan tenang.
“Ya mungkin kau bisa kabur dengan cara seperti itu.” Suara Dewa Win He memudar.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read