Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Perang Bulan Berdarah VIII


__ADS_3

.


.


.


Zunho memandang datar orang tersebut, semua orang meluangkan waktu melihat ke arah Zunho dan teman teman yang saat ini didatangi seorang pria.


“D-Dewa Iblis !” Patriak Bian dibuat tercengang


Sedangkan Patriak Yenbu melihat ke arah 11 dimana Jirou terlihat tak bernyawa.


Tanpa aba aba pria yang ada di hadapan Zunho langsung menyerang Zunho tanpa aba aba, mendaratkan tinju di wajah Zunho sampai sebagian mukanya hampir tak dikenali karena darah yang dihasilkan tinju pria yang tak lain Dewa He Jui.


BUMMMMMMM…BRASHHHHH


“Cih lemah sekali penerus Dewa Win He, kenapa istriku, penerusnya serta Jirou harus habis di tangan bocah ingusan seperti mu.” Dewa He Jui kembali melesat.


Dewa He Jui mengirimkan kembali tinju tepat ke wajah Zunho, sebelum tinju mendarat tepat di wajahnya Zunho terlebih dahulu menangkap tangan Dewa He Jui.


“Terima kasih untuk hinaanya, aku semakin bersemangat untuk membunuh mu walaupun bertaruh dengan diriku sendiri.” lantas Zunho menendang perut Dewa He Jui sekuat tenaga.


Dewa He Jui menahan kakinya lebih dalam di tanah agar tidak terseret jauh, Dewa He Jui mulai mengakui kemampuan Zunho yang menurutnya menarik.


“Benar benar menarik, namun tidak akan adil jika kalian keroyokan seperti ini.” Dewa He Jui membuat 5 klon.

__ADS_1


5 klon Dewa He Jui langsung menyerang teman teman Zunho sementara Dewa He Jui mulai memasuki mode serius.


“Tubuh Hitam Pondasi I” Dewa He Jui mulai di bungkusi aura hitam pekat sampai siluet yanv mengerikan terlihat.


BUMMMMM


Dewa He Jui terlempar saat mendapatkan sebuah pukulan asing.


“Lawan mu adalah aku.” ucap siluet iblis yang ada di pihak Zunho.


Tak lain Raja Sang denga mode iblis miliknya, segera Dewa He Jui bangkit dari tempat ia terjatuh sambil membunyikan tulang tulang tanganya.


“Tantangan diterima, Raja Iblis.” Dewa He Jui melesat dengan cepat menuju Raja Sang.


Zunho tanpa berpikir panjang langsung membantu Raja Sang, ia tahu orang yang dilawan raja Sang ini sangat mengancam, segera Zunho berlari mengikuti raja Sang yang terlebih dahulu melesat menuju Dewa He Jui.


BUMMMMMM…BRASHHHHH


Kedua iblis tersebut berhasil beradu, raja Sang pun terlempar beberapa meter jauhnya setelah beradu tinju namun hal tersebut tidak berlaku dengan Dewa He Jui yang masih mempertahankan posisinya.


“Tinju Angin Tornado” Zunho memunculkan kehadiranya tepat di samping Dewa He Jui.


BUMMMMMMM


Pergerakan Dewa He Jui tidak diragukan, segera ia meninju wajah Zunho lalu mengirimkanya menuju sebuah batu yang sedikit jauh dari area pertempuran.

__ADS_1


“Hanya begitu saja, terlalu lamban.” Dewa He Jui duduk saat dua lalat berhasil ia sisihkan.


Awan gelap mulai menutup sinar bulan sampai suatu ketika keluar lah naga besar bewarna perak kehitaman dengan garis ungu.


“NAGA DAHNAAAAA !!” Seru Dewa He Jui


GROARRRRRRRRR


Raungan naga memekakan telinga, Zunho memandang naga tersebut, naga yang ada dalam bunga tidurnya, ia bangkit dari tempatnya terdiam namun Zunho kembali dibuat terduduk karena tubuhnya mati rasa.


“Naga ini benar benar mengerikan.” Gumam Zunho melihat naga Dahna.


Naga Dahna dengan leluasa membakar apapun yang ia lihat tak terkecuali Dewa He Jui, bahkan raja Sang yang terlempar jauh dari Dewa He Jui kena imbas semburan naga Dahna.


“Zunho, sepertinya kau tidak mengecewakan ku, terlihat sangat nikmat dan lezat, aku akan membantu mu namun, tunggulah sampai awan hitam itu hilang.” ucap Ghodae kepada Zunho.


Berikut gambaran naga Dahna.



.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2