
.
.
.
Zunho ketiduran sampai ke esokan harinya, bocah itu tidak makan dan tidak mandi, Lian sebenarnya ingin membangunkan Zunho namun ia tidak ingin menggangu Zunho yang saat itu sedang bermimpi indah, anak itu membuka mata dengan perasaan segar, angin menerpa jendela yang masih tertutup rapat.
Zunho langsung bangun, berjalan menuju dapur, sampai di dapur, ia melihat Feng dan Lian yang sedang makan, kedua pasangan suami istri itu langsung mengajak Zunho untuk makan, ia kemudian duduk di salah satu kursi, Zunho mulai mengalihkan pandanganya pada hidangan yang dimasak Lian, bocah kecil itu meraih piring lalu meletakan nasi diatasnya.
“Selamat makan”
Zunho mengucapkan kata selamat makan kepada Lian dan Feng, mereka hanya tersenyum kepada Zunho, mereka bertiga mulai menikmati sarapan pagi, mereka juga tak berbicara saat makan, sudah menjadi kebiasaan di benua ini untuk tidak membiasakan berbicara sambil makan, ketika sudah selesai, baru mereka bisa berbicara.
“Aku sudah selesai makan, terima kasih untuk makanan lezat nya”
__ADS_1
Zunho beranjak dari kursi, berjalan menuju pencucian, ia meletakan piring lalu meraih sebuah sabun cuci yang terbuat dari tanaman, ia mulai mencuci piring sampai tidak ada bekas sisa makanan yang tersisa, Lian berjalan menuju Zunho lalu menepuk bahunya dengan pelan.
“Zunho, tinggal kan saja, biarkan aku yang mencucinya”
“Tidak apa bi, akan sangat tidak sopan jika saya tinggal disini dengan percuma, setidaknya aku bisa membantu pekerjaan ringan di rumah mu seperti mencuci piring seperti ini”
Ajaran tersebut di tanamkan ibu Zunho sewaktu dia berusia 6 tahun, ibunya berkata bahwa dia tidak boleh merepotkan orang lain, dia juga diajarkan sedikit pelajaran tentang membersihkan rumah, dimulai dari menyapu, mencuci piring, mencuci baju dan lain sebagainya, Zunho mengambil piring di tangan Lian dengan lembut lalu mencucinya, Lian tidak bisa menolak tindakan Zunho.
Setelah selesai mencuci piring dan mengeringkanya, Zunho meminta izin untuk mandi, ia berjalan ke arah kiri dan masuk ke sebuah ruangan dengan pintu kayu, Zunho melepaskan bajunya dan mandi, setelah selesai ia kembali memakai baju dan berjalan ke luar, ia mendapati Feng sedang asik membaca sebuah buku tua, Zunho mengabaikan Feng karena dia tidak mau menggangu waktu berharga milik Feng.
Zunho memutuskan berjalan keluar untuk jalan jalan, ia juga meminta izin kepada Lian saat berada di luar rumah, Lian yang sedang menjemur pakaian mengizinkan Zunho, setelah mendapat izin, Zunho langsung pergi, suasana desa benar benar ramai, banyak orang berlalu lalang karena adanya pasar, saat Zunho tengah berjalan menikmati waktu tiba tiba pandanganya tertuju pada sebuah area yang gelap, di mana ada seorang anak yang seumuran dengan dirinya sedang ditindas 2 anak berusia 10 tahun.
BRUKKK
anak yang satunya berbalik menghadap Zunho, ia memandang dingin anak penindas itu, tanpa basa basi Zunho langsung mengirimkan sebuah pukulan menuju perut anak tersebut.
__ADS_1
GUBRAKKK
“Pergilah kalian dari sini, aku tidak peduli kalian lebih tua dari ku, jika aku melihat kalian menindas orang seperti ini lagi, akan kupastikan mengirimkan kalian terbang menuju pasar”
Anak anak tersebut berlari sambil memegang bagian tubuh mereka yang sakit, tatapan kebencian keluar dari mata anak anak tersebut, anak yang ditindas sebelumnya mulai berdiri, ia memandang Zunho lalu mengucapkan terima kasih sambil memperkenalkan dirinya.
“Aku Deng Jirou, terima kasih telah menyelamatkan ku”
“Aku Zunho, senang berkenalan dengan mu, tidak apa apa, itu sudah menjadi kebiasaan ku untuk menolong orang yang kesusahan”
Mereka berjalan menjauhi area gelap tersebut sambil berbicara ringan mengenai satu sama lain.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read