
.
.
.
Zunho menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya bahkan mulut Zunho dibuat mengeluarkan cairan darah.
SIUUUUU
Cahaya memudar, Zunho merasa lega, akhirnya rasa sakit yang teramat luar biasa di dalam tubuhnya berhenti, Dewa Win He memberitahukan Zunho bahwa tindakan yang dia lakukan sebelumnya berupa menanamkan energi kehidupan yang tak terbatas.
“Sudah selesai, kau kuberikan setengah energi kehidupan serta separuh kekuatan yang ku miliki, coba tampilkan ranah pelangi milik mu” perintah Dewa Win He kepada Zunho.
Zunho mengangguk, ia menampilkan ranah pelangi miliknya yang saat ini telah sampai di ranah ungu, dimana ranah tersebut sangat sulit di capai.
“Karena kau mewarisi sebagian kemampuan ku maka ranah akan dengan sendirinya naik ke tingkatan paling tinggi yaitu ungu.”
Zunho memahami penjelasan Dewa Win He, tak lama kemudian terdengar sebuah ketukan dari luar ruangan.
“Oy apakah kau sudah selesai, bawa penerus mu keluar dan perkenalkan kepada kami” ucap seorang wanita.
“Ya sudah kau pergi saja dulu kami akan menyusul.” Dewa Win He bangkit dari tempatnya.
__ADS_1
Dewa Win He mengajak Zunho pergi menemui Dewa lainya bersama penerus yang mereka pilih, Zunho pun setuju dengan tawaran Dewa Win He, mereka pun keluar dari dalam ruangan, Zunho kembali dibuat kagum melihat ruangan yang ia lewati.
Sesampainya di ruangan yang dimaksud Dewa Win He, Zunho melihat Xiaona, Yuan, Mabao, Boyu dan tentu saja Jiaolin.
“Jadi mereka ini penerus Dewa ?” Tanya Zunho kepada Dewa Win He.
“Ya bisa dibilang begitu, apakah kau mengenal mereka ?” Tanya Dewa Win He.
“Ya mereka semua teman ku kecuali wanita bergaun biru itu” Zunho menunjuk Jiaolin yang memandang datar ke depan.
“Jadi begitu, ayo kita bergabung” Dewa Win He kembali berjalan.
Seketika pandangan semua orang yang ada disitu teralihkan kepada Zunho dan Dewa Win He, wajah Xiaona, Yuan, Mabao dan Boyu terlihat senang namun tidak dengan Jiaolin, ia masih memberikan tatapan datarnya.
“Ya asalkan mereka berdua mau saja Dewi Ce Lia” balas Dewa Win He.
Wanita yang bernam Dewi Ce Lia mulai bertanya kepada Jiaolin.
“Apakah kau mau ku jodohkan dengan penerus Dewa Win He ?” Tanya Dewi Ce Lia kepada Jiaolin.
“Tidak, aku sudah dijodohkan oleh ayah ku, lagi pula aku tidak mau merangkai hidup bersama orang aneh itu” terdengar nada ejekan di akhir kalimat Jiaolin.
“Ey sudah sudah, nanti saja bahas soal perjodohan, mari kita mulai kegiatanya, aku selaku perwakilan Dewa dan Dewi disini, aku Dewa Fi Hen, Dewa Api menyambut kalian disini, selamat datang di Istana Putih Tong, kalian telah membuat kami mengambil keputusan untuk menjadikan kalian penerus dari kami.” Ucap pria tua lainya yang bernama Dewa Fi Hen.
__ADS_1
Zunho dan teman temanya mengangguk lalu mulai memperkenalkan diri masing masing, Dewa dan Dewi terlihat senang melihat penerus mereka sudah saling akrab satu sama lain, saat acara penyambutan sudah selesai Dewi Ce Lia berjalan mendekati Zunho.
“Nak apakah kamu mau berjodoh dengan penerusku, harus aku akui ini pertama kalinya aku dan para Dewa, Dewi lainya memiliki penerus, jadi akan sangat menyenangkan jika kalian merangkai kehidupan, jadi bagaimana ?” Tanya Dewi Ce Lia.
“Em saya akan memikirkanya nanti Dewi Ce Lia.” Zunho memberi jawaban.
“Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu” Dewi Ce Lia pun pergi meninggalkan Zunho.
“Zunho mari ikut aku sebentar” kini Dewa Win He yang berbicara.
Zunho mengikuti keinginan Dewa Win He, mereka pun pergi.
Gambaran Istana Putih Tong yang menjadi kediaman para Dewa dan Dewi Kehidupan.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1