Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Mari Licinkan Bandit Awan Hitam


__ADS_3

.


.


.


Zunho bangun lebih dini ke esokan harinya, ia langsung keluar menuju halaman belakang untuk melakukan meditasi, setelah sampai di luar, Zunho duduk bersila sambil meletakan kedua tanganya di lutut.


Zunho menarik nafas lalu membuangnya perlahan, ia mengosongkan pikiran yang tak perlu, memusatkan energi kehidupan di tubuhnya melalui titik meridian sampai Zunho merasa dirinya sudah penuh dengan sumber daya energi kehidupan.


“Langkah Angin”


SWUSHHHH


Zunho bangkit dan berlari, ia hanya mengembangkan beberapa teknik yang ia peroleh beberapa tahun lalu dan meningkatkan daya serang nya, Zunho tidak berpikiran mempunyai kemampuan baru saat ini.


“Tangan Angin” Zunho menghentikan larinya.


CLAPPPPPP


“Tinju Angin” Zunho menargetkan udara kosong untuk tempat pendaratan tinjunya, namun tembok di depan Zunho ikut retak sedikit karena angin terus melaju sampai daya dorongnya mulai habis.


WUSHHHH…KRAKKK


“Eh retak, haaahh baru juga tinggal satu hari, ya tidak ada waktu untuk mengeluh, lebih baik segera bersiap”

__ADS_1


Zunho masuk ke dalam rumahnya dan mengarah langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badanya yang kotor, ia mulai mengguyur air tersebut, air turun dari kepala hingga ke mata kaki, setelah selesai mandi, Zunho mengenakan setelan pakaian lain yang ia beli saat berkunjung ke pasar kemaren.


Zunho mengenakan topeng miliknya yang berbentuk kucing beralas putih dengan corak gelombang merah, setelah ia selesai memakai topeng, Zunho keluar dari rumahnya lalu mengunci rumah tersebut dan melesat ke arah Barat.


“Oh ini rumah nya, tidak buruk” ucap Zunho sambil memandang rumah besar dengan ukiran naga merah.


Zunho memanggil pedang Kerakusan Angin miliknya lalu berlari dengan langkah angin masuk ke dalam rumah, berhubung gerbang rumah terkunci, Zunho terpaksa melompat melalui gerbang untuk sampai di depan rumah.


Para bandit yang berjaga depan pintu rumah mulai terkejut melihat kehadiran Zunho.


“Halo sobat, Tebasan Angin Kerakusan”


SLASHHHH


Zunho kembali mengombinasikan Langkah Angin dengan Tebasan Angin miliknya, membuat satu bandit tumbang ke tanah dan mengirim jiwanya ke alam peristirahatan.


Zunho mulai melakukan pose perkenalan ala bangsawan, ia menundukan kepalanya ke hadapan bandit sambil mengayunkan pedang dengan santai dari sisi kanan ke sisi kiri.


“Aku juga seorang bandit seperti kalian, aku akan berusaha mengambil harta jarahan kalian” dengan nada dingin Zunho kembali melesat menuju bandit yang berbicara kepada dirinya.


SLASSHHH


Setelah berhasil menumbangkan bandit penjaga pintu depan, Zunho masuk dengan tenang ke dalam rumah, seorang pria dengan bekas luka sayatan di wajahnya memberikan Zunho tepuk tangan saat dia memasuki rumah besar itu.


“Wah wah wah, ada bandit jadi jadian disini, kau tidak akan bisa menggantikan kekuasaan bandit yang paling berpengaruh di kerajaan Sie ini, bahkan para kaum Bangsawan Kerajaan Lotus Rue sendiri pun tak bisa menyentuh diriku dan teman teman”

__ADS_1


SWUSSSSH…SLASHHHHH


Zunho melesat dengan langkah anginya lalu memberikan tebasan langsung menuju kepala Bandit tersebut, semua bandit terkejut saat tubuh tuan mereka sudah terjatuh dalam kondisi tak utuh, Bandit mengangkat pedang mereka, Zunho menghilangkan pedang Kerakusan Angin miliknya.


Zunho mengaktifkan kembali Langkah Angin miliknya, lalu mengepal erat tangan kanan, ia mendaratkan Tinju Angin satu persatu ke perut bandit bandit tersebut.


WUSHHHH…BAMMM…GEDEBUGGGG…ARGHHHH


Saat para bandit sudah terkapar, Zunho mengeluarkan kemampuan Tangan Angin miliknya lalu menerbangkanya menuju sekumpulan bandit yang sudah tak berdaya.


“Tangan Angin”


SWUSHHHH…DARRRRR


Setelah kedua tangan angin terbang menuju bandit bandit tersebut, sebuah ledakan kecil terjadi, Zunho memadatkan energi kehidupanya di kemampuan Tangan Angin, semakin banyak energi kehidupan yang ditanamkan, maka akan semakin berbahaya daya serangnya.


Setelah sinar putih hilang dari pandangan Zunho, ia membuka matanya perlahan, ia memastikan kumpulan bandit tersebut lenyap, Zunho berjalan menuju salah satu orang,ia meraih pergelangan orang itu kemudian dan meletakan jari telunjuk dan jari tengahnya ke urat nadi orang tersebut.


“Pergilah dengan tenang ke alam peristirahatan meskipun di tengah jalan nanti kalian harus mendapat ganjaran atas tingkah laku kalian selama hidup”


Zunho meletakan tangan orang itu kemudian berjalan masuk menyusuri rumah untuk menemukan saudagar.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2